Galeri Indonesia Kaya Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Pertunjukan dan Ruang Kreatif Sepanjang Juli

Jakarta –  Galeri Indonesia Kaya Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menghadirkan rangkaian pertunjukan seni dan program edukatif yang mengajak anak-anak serta keluarga menikmati pengalaman berkesenian secara langsung. Sepanjang Juli 2026, ruang budaya yang dikelola Bakti Budaya Djarum Foundation ini menghadirkan pertunjukan musikal, konser lagu anak, hingga workshop kreatif yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.

Mengusung semangat menjadikan seni sebagai ruang belajar yang menyenangkan, Galeri Indonesia Kaya tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui pengalaman yang interaktif.

“Setiap anak berhak mendapatkan ruang untuk belajar, berekspresi, dan mengenal jati dirinya, termasuk melalui seni dan budaya. Kami percaya, ketika anak diberikan kesempatan untuk menikmati sekaligus terlibat langsung dalam proses berkesenian, kecintaan terhadap budaya akan tumbuh secara alami,” ujar Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian.

Galeri Indonesia Kaya
Pertunjukan Fantasy Land oleh Regina Art / Foto: Istimewa

Rangkaian pertunjukan sepanjang Juli menghadirkan beragam tema yang dekat dengan dunia anak. Program diawali melalui Makemory #SaveLaguAnak yang menghadirkan Natasha, Ria Enes & Suzan, Tasya Kamila, dan Geofanny untuk menghidupkan kembali lagu-lagu anak lintas generasi.

Selanjutnya, panggung Galeri Indonesia Kaya menghadirkan musikal Nara si Putri Angsa produksi Swargaloka yang mengangkat isu perundungan melalui kisah penuh empati. Memasuki pertengahan bulan, pertunjukan Fantasy Land dari Regina Art membawa penonton menyelami dunia imajinasi dengan pesan tentang keberanian, persahabatan, dan kerja sama.

Puncak perayaan berlangsung pada 25 Juli melalui Pertunjukan Musikal Ibu Sud: Nada Anak Nusantara persembahan Ngajagi Kreasi Nusantara. Musikal berdurasi sekitar satu jam tersebut menghadirkan Sita Nursanti sebagai sosok Ibu Sud, ditemani Ria Enes dan Suzan sebagai narator, yang membawakan kembali lagu-lagu legendaris seperti Pergi Belajar, Naik Delman, Burung Kutilang, Kupu-Kupu yang Lucu, hingga Tik-Tik Bunyi Hujan dalam balutan drama musikal yang hangat.

Galeri Indonesia Kaya
Ruang Kreatif Liburan Anak – Kelas Akting Anak _Si Kendhil_ bersama Peqho Kids/ Foto: Istimewa

Tasya Kamila yang turut tampil dalam program Makemory mengaku antusiasme anak-anak menjadi bukti bahwa lagu anak tetap memiliki tempat di hati generasi sekarang.

“Senang sekali melihat anak-anak ikut bernyanyi dan menikmati lagu-lagu yang memang diciptakan untuk dunia mereka. Semoga semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh bersama lagu anak yang sarat nilai positif,” ujarnya.

Tak hanya menghadirkan pertunjukan, Galeri Indonesia Kaya juga melanjutkan program Ruang Kreatif Liburan Anak yang mengajak peserta belajar seni pertunjukan dan budaya Nusantara secara langsung. Melalui kelas akting, tari, menyanyi, pembuatan wayang suket, papercraft kesenian Nusantara, dekorasi boneka kayu cendrawasih, hingga belajar angklung, peserta diajak mengenal budaya Indonesia dengan pendekatan kreatif.

Galeri Indonesia Kaya
Ruang Kreatif Liburan Anak – Kelas Kesenian Pengenalan dan Pembuatan Wayang Suket oleh Wayang Suket Indonesia/ Foto: Istimewa

Program Ruang Kreatif akan berlanjut pada 26–30 Juli melalui Kelas Singkat Pemula: Musikal Payung Fantasi bersama Pasha Prakasa dan Andrea Miranda. Kelas ini terbuka bagi peserta berusia 15–40 tahun yang ingin merasakan proses produksi teater musikal, mulai dari latihan akting, dialog, koreografi hingga penampilan uji pentas pada awal Agustus.

Melalui rangkaian pertunjukan dan aktivitas kreatif tersebut, Galeri Indonesia Kaya kembali menegaskan perannya sebagai ruang publik yang mempertemukan seni pertunjukan dengan edukasi budaya. Momentum Hari Anak Nasional pun dimanfaatkan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia melalui pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun kreativitas dan apresiasi terhadap seni sejak usia dini. (EH).

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses