Kisah Pilu Taput! Bantuan Banjir Jatuh ke Tanah, Korban Berebut Memunguti Sisa Beras

MEDAN, Indeks News – Bupati Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, Jonius Taripar Parsaoran, menyampaikan permintaan maaf terkait insiden viral warga memunguti beras bantuan banjir yang bercampur tanah setelah dilempar dari helikopter. Permintaan maaf itu disampaikan langsung melalui sebuah video resmi.

“Saya Bupati Tapanuli Utara, bersama pilot, pertama-tama meminta maaf kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara, khususnya masyarakat Desa Manalu Purba di Hajorang,” ujar Jonius.

Dalam penjelasannya, Jonius memaparkan kronologi kejadian. Ia bersama rombongan Tim SAR gabungan melakukan distribusi bantuan logistik menggunakan helikopter untuk menjangkau desa-desa terpencil yang terisolasi akibat banjir besar di Taput.

Menurutnya, distribusi udara telah dilakukan sebanyak tujuh kali penerbangan karena akses darat masih tertutup total.

Ketika tiba di Kecamatan Hajoran, helikopter berencana mendarat di sebuah sekolah. Namun upaya itu terhambat oleh keberadaan kabel listrik pada ketinggian 10–15 meter, sehingga pendaratan dinilai berisiko.

“Pilot menyarankan untuk tidak mendarat, sementara masyarakat sudah berkumpul di bawah,” jelasnya. Karena khawatir warga kecewa, Jonius memutuskan tetap menurunkan bantuan meski dari udara.

Ia menyebut hanya sekitar 10 karung beras yang dijatuhkan, namun beberapa rusak saat menyentuh tanah. Bantuan mi instan yang ikut diturunkan juga langsung berserakan.

Melihat kondisi tersebut, pilot kemudian mencari alternatif lokasi pendaratan. Helikopter akhirnya berhasil mendarat di area kebun dengan ketinggian sekitar satu meter dari tanah. Di titik itulah seluruh bantuan—sekitar 400 kilogram beras—diturunkan secara normal dan diserahkan kepada warga.

Meski sudah dilakukan upaya maksimal, Jonius tetap menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
“Semua bantuan diberikan atas dasar kemanusiaan. Kami mohon maaf, dan semua ada dokumentasi serta bukti-buktinya,” ujarnya.

Sebelumnya, video warga memunguti beras bercampur tanah akibat dijatuhkan dari helikopter viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan paket beras dan mi instan berhamburan di lokasi banjir dan longsor di Tapanuli Utara.

Sementara itu, BPBD Sumut melaporkan korban bencana hingga Rabu (3/12/2025) sudah mencapai 307 orang meninggal dunia. Sebanyak 17 kabupaten/kota masih terdampak, dengan kawasan terparah berada di Tapanuli Tengah, yang mencatat 86 korban meninggal, 112 orang hilang, dan 521 orang luka-luka.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses