DADA atau PT Diamond Citra Propertindo Tbk mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025 dengan laba neto mencapai Rp3,51 miliar, meningkat 216,70% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp1,11 miliar pada 2024.
Kenaikan laba DADA tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis perseroan, yang ditopang oleh optimalisasi aset serta peningkatan kontribusi dari aktivitas operasional yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Dari sisi kuartalan, kinerja DADA juga menunjukkan akselerasi signifikan. Pada Kuartal IV 2025, laba perseroan tumbuh 233,86% dibandingkan Kuartal III 2025 (quarter-to-quarter/QoQ), serta meningkat 216,70% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan capaian tersebut, manajemen memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp2 miliar kepada pemegang saham. Kebijakan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan distribusi keuntungan.
Direktur DADA, Bayu Setiawan, menyatakan bahwa pertumbuhan laba yang signifikan merupakan hasil implementasi strategi yang konsisten sepanjang tahun.
“Pertumbuhan ini menunjukkan efektivitas strategi kami dalam mengoptimalkan aset dan memperkuat kinerja operasional. Pembagian dividen juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha ke depan,” ujarnya.

Kinerja positif DADA didorong oleh meningkatnya kontribusi dari proyek komersial yang telah beroperasi, optimalisasi aset yang lebih produktif, serta penguatan pendapatan berulang (recurring income) sebagai penopang stabilitas bisnis.
Dengan struktur keuangan yang dinilai sehat dan arus kas yang terjaga, perseroan memiliki ruang untuk melanjutkan ekspansi secara selektif dan terukur.
Memasuki 2026, DADA menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan kinerja kawasan komersial, penambahan tenant strategis untuk meningkatkan tingkat okupansi, optimalisasi pendapatan berulang, serta pengembangan kerja sama operasi dengan mitra strategis.

Manajemen optimistis momentum pertumbuhan akan berlanjut, dengan 2026 diproyeksikan menjadi fase akselerasi yang lebih agresif.
“Pertumbuhan kinerja yang konsisten dan kebijakan dividen yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor serta menciptakan nilai jangka panjang,” tutup Bayu.




