David Byrne Umumkan Tur Asia 2026, Singapura Jadi Pemberhentian Pertama

David Byrne Legenda art-rock asal Amerika resmi mengumumkan rangkaian tur Asia 2026 untuk mendukung album terbarunya, Who Is The Sky? Singapura akan menjadi kota pembuka tur Asia tersebut lewat konser yang digelar pada 7 Agustus 2026 di The Star Theatre.

Tur ini menjadi kelanjutan dari perjalanan global David Byrne setelah sebelumnya membawa pertunjukan Who Is The Sky? ke Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, Eropa, dan Inggris. Selain Singapura, rangkaian Asia juga akan menyambangi Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.

Album Who Is The Sky? sendiri menandai rilisan penuh pertama David Byrne sejak American Utopia (2018), proyek ambisius yang berkembang dari album menjadi tur dunia, pertunjukan Broadway, hingga film arahan Spike Lee. Album baru ini diproduseri oleh Kid Harpoon dan menghadirkan aransemen orkestral eksperimental dari Ghost Train Orchestra.

David Byrne

Secara musikal, Who Is The Sky? terdengar seperti kelanjutan alami dari semangat optimistis American Utopia, namun dengan pendekatan yang lebih intim dan sinematik. Byrne tetap bermain di wilayah avant-pop yang menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun, tetapi kali ini dibungkus dengan tekstur chamber-pop, brass yang teatrikal, serta groove ritmis yang hangat.

Album tersebut juga menghadirkan sejumlah kolaborator menarik, termasuk St. Vincent, Hayley Williams, Tom Skinner, dan Mauro Refosco. Single utama “Everybody Laughs” disebut Byrne sebagai refleksi sederhana tentang pengalaman manusia sehari-hari—tertawa, menangis, tidur, hingga menatap langit-langit kamar di tengah kehidupan kota besar.

“Semua orang hidup, mati, tertawa, menangis,” ujar David Byrne dalam pernyataan resminya. “Saya mencoba menulis sesuatu yang mungkin terdengar gelap, tetapi diseimbangkan oleh groove dan melodi yang terasa uplifting.”

David Byrne

Secara tematik, album ini banyak berbicara tentang koneksi antarmanusia, absurditas kehidupan modern, dan pencarian makna di tengah dunia yang semakin kacau. Byrne bahkan menyebut dirinya sempat mempertanyakan relevansi berkarya setelah periode panjang pandemi dan berakhirnya era American Utopia.

Beberapa lagu di album ini juga memperlihatkan sisi storytelling Byrne yang semakin kuat. “My Apartment Is My Friend” menghadirkan kisah personal yang absurd namun hangat, sementara “I Met the Buddha at a Downtown Party” menyandingkan spiritualitas dengan humor khas Byrne yang nyeleneh. Di sisi lain, duet bersama Hayley Williams dalam “What Is the Reason for It?” membahas cinta sebagai sesuatu yang tidak selalu bisa dijelaskan logika.

Untuk tur kali ini, Byrne akan tampil bersama total 13 musisi, penyanyi, dan penari—termasuk sejumlah personel dari band American Utopia. Seperti pertunjukan sebelumnya, seluruh pemain akan bergerak bebas di atas panggung tanpa setup konser tradisional yang statis. Format inilah yang sebelumnya membuat pertunjukan Byrne dipuji luas sebagai salah satu konser live paling inovatif dalam dekade terakhir.

David Byrne
Foto: ShervinLainez

Media internasional seperti Variety, The Guardian, hingga Rolling Stone turut memberikan pujian tinggi terhadap pertunjukan dan album terbaru Byrne. The Guardian bahkan menyebut konser Byrne sebagai “pertunjukan yang memulihkan kepercayaan pada kemanusiaan.”

Penjualan tiket konser Singapura akan tersedia melalui Ticketmaster Singapore, sementara informasi lengkap tur dapat diakses melalui David Byrne Official Website.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses