Indeks News, Jakarta – Rentetan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah kini ditangani serius. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan aparat penegak hukum dalam investigasi, guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kita prihatin dengan kejadian keracunan MBG di beberapa tempat. Kami meminta BGN menyikapi serius, dan aparat penegak hukum ikut investigasi lapangan untuk membedakan mana kasus murni keracunan, kelalaian, atau ada unsur kesengajaan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (25/9/2025).
Menindaklanjuti hal itu, Bareskrim Polri resmi turun tangan memberikan asistensi investigasi. Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, menegaskan penanganan dilakukan oleh tiap polda sesuai wilayah, sementara Bareskrim memberi pendampingan agar proses berjalan transparan.
“Kasus MBG ditangani polda dan polres masing-masing. Kami lakukan asistensi supaya bisa mendapatkan fakta sebenarnya terkait keamanan pangan,” ujar Helfi di Jakarta Selatan.
Penyidik Bareskrim diketahui sudah menyambangi sejumlah dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mengecek kualitas bahan makanan. Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya siswa yang jatuh sakit setelah menyantap makanan program MBG.
Kasus terbesar terjadi di Cipongkor, Bandung Barat, dengan 1.333 siswa diduga keracunan MBG. Sementara di Ketapang, Kalimantan Barat, keracunan diduga berasal dari lauk hiu goreng yang tinggi merkuri.
Menanggapi situasi ini, BGN segera memperketat pengawasan dengan menerapkan SOP baru. Setiap koki di dapur SPPG kini wajib memiliki sertifikat resmi dari lembaga berwenang. Selain itu, yayasan mitra diwajibkan menyiapkan koki pendamping agar pengawasan lebih berlapis.
“Mulai sekarang semua koki di dapur MBG harus bersertifikasi. Yayasan juga harus menyediakan koki pendamping agar kontrol bukan hanya dari BGN, tapi juga dari mitra,” jelas Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang di Cibubur.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah kasus serupa terulang serta memastikan kualitas pangan program Makan Bergizi Gratis tetap aman bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.




