CIKARANG – Penampilan Sigit Wardana menjadi salah satu momen paling berkesan dalam gelaran 99 Reunion SMAN 1 Cikarang Angkatan 1999 yang berlangsung di Hotel Antero Jababeka, Sabtu (25/7/2026). Membawakan sederet lagu hits dengan kualitas vokal yang tetap prima, Sigit sukses mengubah suasana reuni menjadi konser mini yang penuh nostalgia, kehangatan, dan kemeriahan.
Mengusung tema “99 Reunion Cerita Tentang Putu Habu” dengan tagline “Bukan tentang kita yang sekarang, tapi kita yang dulu dengan seragam yang sama,” reuni ini menjadi ajang temu kangen yang terasa semakin istimewa berkat penampilan spesial dari Sigit Wardana vokalis dari Basejam tersebut.
Tepat pukul 15.45 WIB, Sigit Wardana membuka penampilannya lewat lagu “Selepas Kau Pergi.” Sejak intro dimainkan, para alumni langsung memberikan sambutan meriah. Banyak di antara mereka ikut bernyanyi bersama sambil mengabadikan momen dengan ponsel masing-masing.

Atmosfer reuni semakin memanas ketika Sigit melanjutkan aksi panggungnya lewat “Papa Rock N Roll.” Energi positif yang dibawanya langsung menular kepada para alumni yang memenuhi ballroom Hotel Antero Jababeka. Suasana semakin seru saat lagu “Jatuh Cinta” milik Base Jam dibawakan. Lagu yang begitu melekat dengan era 90-an itu sukses mengajak seluruh ruangan larut dalam nostalgia.
Di sela penampilannya, Sigit Wardana menyapa para alumni dengan penuh kehangatan. Candaan dan obrolan ringan yang ia lontarkan membuat jarak antara penyanyi dan penonton seolah menghilang. Momen tersebut memperkuat nuansa reuni yang akrab dan penuh kenangan.
Memasuki lagu “Satu Senyum Saja,” Sigit berbagi cerita mengenai makna lagu tersebut sebelum melanjutkan dengan “Kisah Hidup Bapak-Bapak,” salah satu lagu dari proyek solo dalam album “November.” Lagu ini mendapat respons hangat karena liriknya sangat dekat dengan kehidupan para alumni yang kini telah menjalani berbagai peran sebagai orang tua dan profesional.

Salah satu kejutan dalam penampilan sore itu hadir ketika Sigit Wardana membawakan lagu “Saat Bahagia,” yang sebelumnya dipopulerkan oleh Ungu bersama Andien. Di hadapan para alumni, Sigit mengungkapkan bahwa lagu tersebut akan kembali hadir dalam mini album terbarunya yang dijadwalkan rilis tahun ini. Kabar tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton.
Suasana kembali bergelora ketika Sigit mengajak seluruh alumni bernyanyi bersama lewat “Kala Cinta Menggoda.” Hampir seluruh peserta reuni ikut berdiri, bernyanyi, dan menikmati setiap irama yang dimainkan.
Sebagai penutup, “Bukan Pujangga” menjadi lagu pamungkas yang sukses mengunci kemeriahan acara. Ballroom dipenuhi suara para alumni yang bernyanyi bersama, menciptakan momen emosional sekaligus penuh kebahagiaan.

Tak hanya penampilan Sigit Wardana yang menuai pujian, para personel band pengiringnya juga mencuri perhatian. Seperti pada berbagai penampilan Sigit di sejumlah event musik, ia kembali didukung oleh formasi musisi yang sudah sangat solid, yakni Shandy pada bass, Adlin di posisi drum, Leon pada keyboard, serta Tomy sebagai gitaris.
Kekompakan para personel band tersebut menjadi salah satu kekuatan utama dalam penampilan Sigit. Aransemen yang rapi, permainan musik yang dinamis, serta chemistry yang telah terbangun selama bertahun-tahun membuat setiap lagu terdengar semakin hidup. Tak sedikit alumni yang ikut memperhatikan aksi para personel band, mulai dari permainan gitar yang enerjik, hentakan drum yang bertenaga, alunan keyboard yang memperkaya nuansa lagu, hingga permainan bass yang menjaga groove sepanjang pertunjukan.
Kehadiran band pengiring ini membuat penampilan Sigit Wardana terasa semakin megah dan profesional. Kolaborasi yang solid antara Sigit dan para musisi pendukung berhasil menghadirkan pengalaman layaknya menyaksikan konser musik, bukan sekadar penampilan dalam sebuah acara reuni.

Sepanjang penampilannya, Sigit Wardana berhasil membuat para alumni menikmati setiap lagu yang dibawakannya. Dari lagu-lagu nostalgia, karya solo, hingga lagu-lagu populer yang mengajak seluruh ruangan bernyanyi bersama, semuanya berhasil membangun suasana yang hangat, meriah, dan penuh kenangan.
Penampilan tersebut pun menjadi salah satu puncak acara 99 Reunion SMAN 1 Cikarang Angkatan 1999. Musik menjadi jembatan yang menyatukan kembali persahabatan lintas waktu, sementara Sigit Wardana bersama band pengiringnya berhasil menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh alumni yang hadir. Reuni pun berakhir dengan tawa, nyanyian, dan kenangan indah yang akan terus dikenang sebagai salah satu momen terbaik dalam perjalanan angkatan ’99. (EH).





