Buitenstage Vol 5 Tawarkan Format Intim, Satukan Musisi Bogor, Jakarta, dan Bandung

Buitenstage Vol 5 Gelaran musik kolektif hadir pada Kamis (9/4) di Kopi Wangsa, Bogor. Mengusung format yang lebih intim, acara ini menghadirkan tiga penampil lintas kota: Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).

Edisi Buitenstage Vol 5 ini menjadi penanda perubahan konsep Buitenstage dengan pembatasan jumlah penampil menjadi maksimal tiga musisi dalam satu malam. Format tersebut memberikan durasi tampil yang lebih panjang sekaligus ruang eksplorasi yang lebih leluasa bagi tiap penampil.

Acara Buitenstage Vol 5 dibuka oleh duo MC Ogi dari Buitenfest dan Qenny dari Boleh Music pada pukul 20.15 WIB. Brokenscene sebagai penampil pertama langsung menghadirkan energi pop punk yang terinspirasi dari era awal 2000-an. Mereka membawakan sejumlah lagu seperti “We’re Friends Anyway”, “Catastrophic Love”, “Lost Interest”, hingga “Someday (The Sun You Run Into)”, serta menutup set dengan single terbaru “At Least I Don’t Hate You”.

Buitenstage Vol 5
Foto: Dok. CPM

Memasuki penampilan kedua di Buitenstage Vol 5, Joanna Andrea menghadirkan nuansa yang lebih reflektif dengan format full band. Ia membawakan beberapa lagunya seperti “Hanya Satu”, “Lepaskan”, “Tak Bertahan Lama”, “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”, dan “Dinikmati Saja”. Momen penting dalam penampilannya hadir lewat lagu terbaru “Tenanglah”, yang menjadi refleksi perjalanan personalnya di industri musik.

Sebagai penutup Buitenstage Vol 5, RANGR tampil membawa materi dari EP terbaru mereka, Masa Depan Kita. Membuka set dengan lagu “Perih”, unit alternatif asal Bandung ini juga membawakan sejumlah materi lama, termasuk “Walau Ku Mencoba”, serta beberapa lagu cover. Penampilan mereka ditutup dengan single terbaru “I’m In Pain”.

Buitenstage Vol 5
Foto: Dok. CPM

Menurut Nanang Yuswanto selaku penggagas Buitenstage, pembatasan jumlah penampil dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pertunjukan. “Dengan tiga penampil, setiap musisi memiliki waktu yang cukup untuk menyampaikan konsep dan materi mereka tanpa terburu-buru,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan oleh Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik yang menekankan pentingnya kedekatan antara musisi dan penonton.

Buitenstage Vol 5
Foto: Dok. CPM

Ia menyebut Buitenstage sebagai ruang pertunjukan yang dirancang tanpa sekat, sekaligus menjadi wadah bagi musisi untuk memperkenalkan karya terbaru mereka secara lebih optimal.

Buitenstage Vol 5
Foto: Dok. CPM

Diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh sejumlah media musik, Buitenstage terus memperkuat perannya sebagai ruang temu bagi ekosistem musik independen, khususnya di Bogor dan sekitarnya.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses