Emosi karena Jatah Sabu Dikurangi, Pria di Jakarta Timur Tewas Dibunuh Teman Sendiri

Indeks News – Seorang pria berinisial HJ (53) tewas secara tragis setelah dianiaya rekannya sendiri di kawasan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/10/2025). Diduga kuat, penganiayaan itu dipicu oleh pertengkaran soal pembagian sabu yang tidak sesuai dengan kesepakatan saat membeli secara patungan.

Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono menjelaskan, peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di salah satu perumahan di Bidara Cina.

Dua orang saksi yang berada di lokasi sempat melihat korban dalam kondisi bersimbah darah dan berusaha menolong, namun justru diserang pelaku dengan senjata tajam.

“Saksi melihat korban sudah tergeletak di lokasi dengan berlumuran darah, diduga akibat penganiayaan karena emosi jatah sabu dikurangi. Saat saksi mencoba membantu, pelaku malah menyerang menggunakan senjata tajam,” ujar Samsono kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).

Korban kemudian segera dilarikan warga ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

Selang beberapa jam kemudian, pelaku yang diketahui berinisial AAS (36) berhasil diamankan di Jalan Swadaya I, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 03.30 WIB.

“Pelaku kami amankan kurang dari 10 jam setelah kejadian. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memiliki dendam lama terhadap korban karena merasa dibohongi dan dicurangi dalam pembelian sabu,” tambah Samsono.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengonfirmasi bahwa motif pembunuhan berawal dari pertengkaran saat memakai sabu secara bersama.

“Mereka ini sama-sama pengguna. Tapi saat menggunakan sabu, terjadi salah paham soal jatah, hingga pelaku emosi dan melakukan penganiayaan yang berujung kematian,” jelas Alfian.

Kini, AAS telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.

Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam penyalahgunaan narkotika tersebut.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses