Beranda ENTERTAINMENT Film Like and Share Tayang 8 Desember Angkat Isu Korban Kekerasan Seksual

Film Like and Share Tayang 8 Desember Angkat Isu Korban Kekerasan Seksual

Like and Share
Film Like and Share mengangkat tema tentang isu kekerasan seksual di internet besutan Starvision bersama Wahana Kreator.

Like and Share ini mengeksplorasi kehidupan dari sudut pandang dua gadis remaja, Lisa dan Sarah, disertai dengan bumbu digital media sosial yang membuat makin ruwet persoalan.

Secara garis besar, film ” Like and Share ” membahas trauma yang dialami dari diskoneksi dengan keluarga, kompleksnya seks di tengah pornografi yang tersebar di media sosial, dan rapuhnya remaja perempuan yang mengalami kekerasan seksual, baik langsung maupun berbasis daring.

Like and Share

Sutradara sekaligus penulis skenario film Like and Share, Gina S Noer berharap film yang akan tayang tanggal 8 Desember 2022 ini akan membuka ruang untuk diskusi publik.

“Selain itu menjadi salah satu rujukan bagi para pemegang kebijakan seperti pemerintah, aparat kepolisian, pendidik, maupun orang tua. Agar semakin melindungi remaja perempuan Indonesia dan lebih berpihak kepada korban.”kata Gina S Noer, Saat Screening dan konferensi pers film Like and Share di Epicetrum XXI, Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (29/11/22).

“Selain itu menegakkan undang-undang kekerasan seksual dengan membuat infrastruktur yang lebih ramah terhadap perempuan, anak dan remaja,” tambah Gina S. Noertentang film Like and Share.

Like and Share

Film arahan Gina S Noer tersebut, menampilkan Aurora Ribero sebagai Lisa dan Arawinda Kirana sebagai Sarah. Ada pula Jerome Kurnia, Unique Priscilla, Kevin Julio, dan Aulia Sarah.

Menurut produser Chand Parwez Servia Kehadiran Gina S. Noer sebagai penulis skenario sekaligus sutradara perempuan, memberi Starvision ruang untuk mengangkat isu-isu tentang perempuan bersama Wahana Kreator. Sejak menulis dan berperan sebagai sutradara Dua Garis Biru (2019) yang berhasil jadi karya jujur, dan terbukti membuka ruang diskusi hal-hal tabu agar dibicarakan dalam keluarga.

BACA JUGA  Jelang Ramadan, Band Wali Lepas Single Religi Berjudul "MAMAS".

“Kami sepakat untuk membuat karya penting yang dekat tapi sering terabaikan. Kegelisahan saya sebagai seorang ayah dengan 4 anak perempuan yang 3 diantaranya remaja, bisa disuarakan dengan baik oleh Mbak Gina.”kata Chand Parwez

Like and Share

“Ketika Like and Share premisnya disampaikan, saya langsung suka karena yakin isu yang diusungnya penting dijadikan tontonan asik yang menarik. Draft demi draft kami terus berdiskusi untuk menajamkan “suara” yang hendak disampaikan lewat Like & Share ini.”tambahnya.

Proses produksi yang melibatkan tenaga profesional seperti Psikolog yang melakukan pendampingan kepada pemain selama proses produksi berlangsung, Intimacy Coach untuk dapat menciptakan ruang produksi yang aman bagi semua pihak sampai dengan LBH Apik sebagai lembaga hukum yang membantu kami untuk memahami isu kekerasan yang diangkat dalam film ini dengan lebih baik, serta sampai akhirnya dapat berkolaborasi dengan gerakan dari rekan-rekan di Kawan Puan dan Kitabisa dengan melakukan campaign #KamiBersamamu untuk membantu korban yang mengalami Kekerasan Seksual terhadap perempuan.

“Kami buat film ini dengan kehati-hatian, jernih, dan penuh kasih. Segala tantangan kami hadapi dengan keyakinan bahwa niat baik akan mengantarkan ke takdir terbaik untuk film ini.”ujar Gina S Noer

Like and Share

“Jadi semoga film ini bisa diterima oleh masyarakat luas serta kepada para pembuat kebijakan. Bukan hanya untuk membuka diskusi di ranah privat, tetapi juga untuk mengawal kebijakan publik yang baik dan berpihak pada korban, terlepas apapun gendernya. Sebab persoalan pelik ini selalu membutuhkan kerja baik kita bersama.”tutupnya.

Film yang dibintangi oleh Aurora Ribero, Arawinda Kirana, Aulia Sarah, Jerome Kurnia, Kevin Julio, Unique Priscilla, Joshua Pandelaki , dan lainnya berkisah tentang Lisa (Aurora Ribero) dan Sarah (Arawinda Kirana), dua remaja 17 tahun.

BACA JUGA  Mengintip Selebgram Hot Jessica Bartlett

Keduanya ingin selalu bersama dengan menerima satu sama lain apa adanya. Namun, semua jadi sulit ketika obsesi Lisa pada pornografi membuat mereka menjauh dan sendirian saat mengeksplorasi terang-gelapnya dunia remaja. (EH)

Facebook Comments

Artikulli paraprakBassist Koes Bersaudara Djon Koeswoyo Meninggal Dunia
Artikulli tjetërGoyang Pargoy Haram, MUI: Mengundang Syahwat