Indeks News – Nama Jose Mourinho kini tengah menjadi bidikan Timnas China, usai dipermalukan Timnas Indonesia dan dibuat tak berdaya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kabar ini langsunng menjadi kejutan di dunia sepak bola Asia.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sepak bola China sedang berada di titik nadir. Krisis melanda dari level senior hingga kelompok umur. Kekalahan telak dari Indonesia di putaran ketiga kualifikasi menjadi puncak kekecewaan. Hanya beberapa hari setelah itu, pelatih Branko Ivankovic langsung dipecat.
Sejak pemecatan tersebut, kursi pelatih kepala Timnas China kosong. Posisi itu sempat diisi oleh Dejan Durdevic sebagai pelatih interim. Namun harapan kembali runtuh setelah China gagal bersinar di ajang Piala Asia Timur 2025.
Publik Negeri Tirai Bambu pun kehilangan kepercayaan, sementara federasi mencari sosok penyelamat.
Kini, nama Jose Mourinho mencuat. Pelatih asal Portugal itu baru saja dilepas Fenerbahce. Reputasinya sebagai “The Special One” membuat kabar ini terasa seperti angin segar sekaligus kejutan besar bagi dunia sepak bola Asia.
Namun menariknya, Jose Mourinho bukanlah kandidat utama. Posisi teratas justru diisi oleh legenda Italia sekaligus jawara Piala Dunia 2006, Fabio Cannavaro. Ia dinilai memiliki ikatan historis dengan sepak bola China.
Cannavaro pernah melatih klub raksasa Guangzhou Evergrande dan TJ Quanjian, serta sempat menjadi pelatih interim Timnas China pada 2019, meski masa baktinya singkat.
Meski begitu, catatan minor Cannavaro tak luput dari sorotan. Pada periode singkatnya bersama Timnas China, tim justru kalah dari Thailand. Kekalahan itu masih dianggap noda besar yang membuat publik ragu.
Di luar Jose Mourinho dan Cannavaro, federasi sepak bola China juga dikaitkan dengan sejumlah nama besar lain. Sebut saja pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, mantan pelatih Manchester United Erik ten Hag, hingga nama-nama berpengalaman seperti Jordi Vinyals dan Paulo Bento.
Meski begitu, sorotan publik jelas tertuju pada Mourinho. Seorang pelatih dengan karier panjang, penuh trofi, dan dikenal berani menghadapi tekanan besar.
Bagi China, merekrut Jose Mourinho bukan hanya soal mencari pelatih, tetapi juga tentang membangkitkan kembali harapan yang sempat padam setelah dipermalukan Indonesia.
Kini pertanyaannya, apakah “The Special One” bersedia menerima tantangan di Asia? Ataukah publik Negeri Tirai Bambu akan kembali gigit jari setelah sekian lama menanti titik balik?
Satu hal pasti, rumor ini telah membuat seluruh Asia menoleh ke arah China. Negeri yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan, berharap hadirnya sosok besar mampu mengubah wajah sepak bola mereka.




