Indeks News – Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak akan tinggal diam. Ia berjanji mengusut tuntas siapa saja yang menjadi dalang di balik kerusuhan tersebut.
Kapolri menekankan penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan. Polisi juga akan menelusuri siapa yang diduga menjadi aktor intelektual yang menggerakkan massa, hingga pihak yang membiayai aksi brutal itu.
“Kami akan mengusut secara tuntas, mulai dari pelaku di lapangan, aktor yang menggerakkan, hingga pihak-pihak yang membiayai kerusuhan,” ujar Listyo Sigit di pelataran Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Senin 1 September 2025.
Ia memastikan semua pihak yang terlibat akan ditangkap dan diproses hukum tanpa pandang bulu. “Polri akan bertindak berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan,” tegasnya.
Perintah Tegas Presiden Prabowo
Langkah Kapolri ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sehari sebelumnya, Presiden menegaskan ada indikasi kuat aksi melawan hukum dalam demonstrasi yang berlangsung sepekan terakhir. Bahkan, menurutnya, ada gejala yang mengarah pada makar dan terorisme.
Meski demikian, Prabowo menekankan pemerintah tetap menghormati hak kebebasan berpendapat. Ia merujuk pada International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) Pasal 19 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
“Hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi. Namun kita tidak dapat pungkiri bahwa ada gejala tindakan melawan hukum,” kata Prabowo dalam pernyataan resmi di Istana, Minggu 31 Agustus 2025.
Presiden pun memberi peringatan keras: aspirasi boleh disampaikan, tetapi aksi anarkis, perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah warga, hingga jatuhnya korban jiwa tidak akan ditoleransi.
Tangkap Pelaku, Pulihkan Keamanan
Sejauh ini, Polri sudah berhasil menangkap sejumlah pelaku kerusuhan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring pengembangan penyelidikan. “Beberapa sudah ditangkap, dan perkembangannya akan kami sampaikan secara resmi pada waktunya,” jelas Listyo Sigit.
Kapolri juga menegaskan komitmen Polri untuk segera mengembalikan rasa aman masyarakat. “Sehingga masyarakat bisa kembali melaksanakan kegiatannya dan perekonomian bisa kembali tumbuh,” katanya.
Instruksi serupa juga diberikan Presiden Prabowo kepada TNI dan Polri untuk bertindak tegas. Aparat diminta menjaga agar fasilitas umum, rumah warga, hingga sentra ekonomi tetap terlindungi dari ancaman perusakan maupun penjarahan.
Bagi masyarakat, kerusuhan yang menodai demokrasi ini telah menghadirkan ketakutan dan kerugian besar. Namun di balik itu, ada harapan besar agar langkah tegas aparat mampu memulihkan ketertiban.
Kapolri dan Presiden telah menegaskan: aspirasi boleh disampaikan, tapi anarki tidak bisa dibiarkan. Indonesia membutuhkan keamanan agar roda kehidupan dan perekonomian bisa terus berputar.




