Jakarta – Katy Perry kembali mencuri perhatian dunia musik lewat perilisan single terbarunya berjudul “Watch It Burn” beserta video musik resminya. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak dirilis, kolom komentar YouTube dipenuhi ribuan respons positif dari para penggemar yang menyebut lagu ini sebagai salah satu karya terbaik Katy Perry dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak penggemar menilai “Watch It Burn” berhasil mengembalikan nuansa khas Katy Perry era 2008–2013 yang melahirkan berbagai hit seperti I Kissed a Girl, Hot N Cold, Teenage Dream, hingga Part of Me.
Salah satu komentar dalam video musik Katy Perry yang paling banyak mendapat dukungan berbunyi:

“She is literally back. This reminds me of old Katy.”
Komentar tersebut memperoleh lebih dari 4.700 likes, memperlihatkan kerinduan penggemar terhadap identitas musikal Katy Perry di awal kariernya.
Penggemar lain juga mengajak seluruh KatyCats untuk mendukung era baru sang penyanyi.
“We need to support Katy this era. She’s giving it her all.”
Sementara komentar lain menyebut:
“This is how you should do a comeback.”

Banyak pula yang menganggap lagu ini sebagai kandidat Song of the Year, bahkan berharap album ketujuh Katy Perry (KP7) akan mengusung konsep yang lebih gelap dan emosional.
Nostalgia Era “One of the Boys”
Salah satu alasan mengapa “Watch It Burn” mendapat sambutan hangat adalah karena nuansa pop rock yang kembali diangkat Katy Perry.
Komentar seperti:
- “This is so 2008 and I’m here for it.”
- “Old Katy is back.”
- “She finally went back to her original pop rock roots.”
mendominasi kolom komentar.

Sebagian penggemar bahkan menyebut lagu ini sebagai kelanjutan alami dari era One of the Boys dengan sentuhan produksi yang lebih modern.
Video Musik Sarat Makna
Tidak hanya lagunya, video musik “Watch It Burn” juga mendapat banyak pujian karena dinilai memiliki cerita yang kuat.
Beberapa penggemar percaya video ini merupakan kelanjutan dari video musik “Bandaids”.
Komentar lain menuliskan bahwa ledakan di SPBU dalam video “Bandaids” menjadi awal cerita, sementara “Watch It Burn” menggambarkan proses kelahiran kembali Katy Perry setelah melewati berbagai luka dan tekanan.
Banyak pula yang mengaitkan lirik lagu dengan perjalanan hidup Katy Perry selama beberapa tahun terakhir.
Beberapa komentar yang paling banyak mendapat perhatian antara lain:
- “This is song of the year already.”
- “Strongest comeback ever.”
- “Queen of music videos.”
- “This is Grammy worthy.”
- “Video of the year.”
- “When the world needed her most, she returned.”
Bahkan beberapa penggemar dari fandom artis lain seperti Little Monsters (Lady Gaga) dan Swifties mengaku ikut menikmati lagu tersebut.
Sebuah Kelahiran Kembali yang Terasa Jujur
Secara musikal, “Watch It Burn” terdengar seperti perpaduan antara pop rock, arena pop, dan anthem emosional yang pernah menjadi ciri khas Katy Perry pada era One of the Boys dan Teenage Dream. Lagu ini tidak mengejar tren hyperpop atau dance elektronik yang sedang populer, melainkan mengandalkan melodi yang kuat, vokal penuh emosi, serta chorus yang mudah diingat.
Dari sisi produksi, aransemen dibuat lebih organik dengan dominasi gitar elektrik, drum yang terdengar hidup, dan lapisan string yang muncul pada bagian klimaks. Pendekatan ini memberikan kesan lebih matang dibanding karya-karya pop Katy beberapa tahun terakhir.
Salah satu aspek paling menarik dari video musik ini adalah color grading.
Palet warna didominasi:
- Hitam pekat
- Abu-abu
- Merah menyala
- Oranye api
- Cahaya keemasan
Perpaduan tersebut membangun atmosfer kelam namun penuh harapan. Warna merah menjadi simbol kemarahan, luka, dan kehancuran, sedangkan cahaya keemasan yang muncul di beberapa adegan melambangkan harapan serta proses lahir kembali.
Penggunaan kontras tinggi membuat setiap adegan terasa sinematik, menyerupai film drama psikologis dibanding sekadar video musik pop.
Pengambilan gambar memanfaatkan banyak:
- close-up emosional
- slow motion
- pencahayaan dramatis
- simbol api
- abu dan asap
Visualnya terasa lebih dewasa dibanding era-era sebelumnya, namun tetap mempertahankan karakter teatrikal yang selama ini menjadi kekuatan Katy Perry.
Narasi video tampaknya menggambarkan seseorang yang memilih menghadapi masa lalunya daripada melarikan diri.
Api menjadi metafora utama.
Alih-alih sekadar menghancurkan, api digunakan sebagai simbol penyucian, pelepasan trauma, dan transformasi menjadi pribadi baru.
Adegan ketika Katy tetap berjalan di tengah kobaran api memperlihatkan pesan bahwa seseorang terkadang harus membiarkan masa lalunya “terbakar” agar bisa melangkah menuju kehidupan baru.
Banyak penonton juga menafsirkan video ini sebagai refleksi perjalanan pribadi Katy Perry menghadapi kritik publik, kegagalan komersial, hingga tekanan industri musik selama beberapa tahun terakhir.
Simbol Capit Kalajengking, Petunjuk Menuju Era Baru Katy Perry?
Salah satu adegan yang paling banyak dibahas penggemar dalam video musik “Watch It Burn” adalah kemunculan sepasang capit besar menyerupai kalajengking yang muncul di belakang Katy Perry. Visual tersebut langsung memicu berbagai teori di kalangan penggemar karena dianggap bukan sekadar elemen estetika, melainkan simbol yang memiliki makna pribadi.
Banyak penggemar meyakini bahwa capit tersebut merupakan referensi langsung terhadap zodiak Scorpio (Kalajengking). Katy Perry, yang memiliki nama asli Katheryn Elizabeth Hudson, lahir pada 25 Oktober 1984, sehingga secara astrologi ia memang berzodiak Scorpio.
Dalam simbolisme astrologi, Scorpio sering dikaitkan dengan tema transformasi, kematian simbolis, kelahiran kembali (rebirth), kekuatan batin, keberanian menghadapi rasa sakit, serta bangkit dari keterpurukan. Tema-tema tersebut selaras dengan pesan yang disampaikan dalam “Watch It Burn”, yang menggambarkan seseorang melepaskan masa lalu, membakar luka lama, lalu memulai kehidupan baru.
Tidak sedikit penggemar yang menilai penggunaan simbol kalajengking merupakan cara Katy Perry untuk “memeluk” identitas dirinya sendiri setelah melewati berbagai pasang surut dalam karier dan kehidupan pribadinya. Alih-alih menghindari masa lalunya, ia justru mengubah pengalaman tersebut menjadi sumber kekuatan.
Selain itu, beberapa penggemar juga berspekulasi bahwa simbol Scorpio bisa menjadi petunjuk mengenai konsep album mendatang. Bahkan, di kolom komentar YouTube muncul usulan agar album ketujuh Katy Perry diberi judul “Scorpion”, sebagai lambang era baru yang lebih gelap, emosional, dan penuh transformasi.
Meski hingga kini Katy Perry belum memberikan penjelasan resmi mengenai arti simbol capit kalajengking tersebut, kemunculannya terasa sangat relevan dengan narasi video musik. Api melambangkan penghancuran masa lalu, sementara kalajengking menjadi simbol seseorang yang berhasil bertahan hidup, berevolusi, dan lahir kembali dengan identitas yang lebih kuat.
Dari sudut pandang artistik, penggunaan simbol ini juga memperkaya lapisan makna video musik. “Watch It Burn” bukan hanya bercerita tentang membakar kenangan, tetapi juga menggambarkan proses metamorfosis—sebuah perjalanan emosional dari kehancuran menuju kebangkitan, yang identik dengan filosofi Scorpio.
“Watch It Burn” terasa bukan hanya sebagai single baru, tetapi juga pernyataan artistik dari Katy Perry bahwa ia masih memiliki identitas musikal yang kuat.
Jika respons positif di media sosial dapat diterjemahkan menjadi performa di tangga lagu dan layanan streaming, lagu ini berpotensi menjadi salah satu comeback terbesar dalam kariernya.
Bagi banyak penggemar, “Watch It Burn” bukan sekadar lagu, melainkan simbol bahwa Katy Perry telah menemukan kembali jati dirinya—lebih dewasa, lebih berani, dan lebih jujur dalam berkarya. (EH).




