spot_img
spot_img

Kisah Pilu Bisan Fayyad, Hidup Kembali dari Kematian Setelah Ditemukan di Penjara Israel

Perempuan Gaza Hidup Kembali dari Kematian

Indeks News – Di sebuah rumah sederhana di Deir al-Balah, Gaza selatan, keluarga Fadl Muhammad Fayyad masih sulit mempercayai kabar yang mereka terima. Putri mereka, Bisan Fayyad (Bisan Fadl Muhammad Fayyad), yang selama lebih dari setahun diyakini telah meninggal dunia, ternyata masih hidup. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah penjara Israel.

Kisah Bisan dimulai pada 7 Januari 2024. Hari itu ia menghilang tanpa jejak. Sehari kemudian, keluarga menerima telepon dari Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Pihak rumah sakit mengabarkan telah menerima jenazah terbakar parah, tak bisa dikenali. Namun di tubuh yang hangus itu, ada dompet, kartu identitas, dan kalung milik Bisan.

Tanpa bisa memastikan, keluarga menerima kenyataan pahit. Pada 21 Maret 2025, mereka menguburkan jenazah itu dengan linangan air mata. “Ketika kami menemukan barang-barangnya, kami menguburkannya dan menyerahkan urusan kami kepada Tuhan,” kata sang ayah dengan suara bergetar.

Namun takdir berkata lain. Beberapa bulan setelah pemakaman, telepon mengejutkan datang. Pusat Palestina untuk Orang Hilang dan Orang Hilang Paksa (PCMFD) memberi tahu bahwa Bisan ternyata masih hidup. Ia ditahan di penjara Israel, dalam kondisi kesehatan serius.

Bisan Fayyad

Kabar itu kemudian dikonfirmasi oleh otoritas Israel pada Ahad. Mereka menyatakan Bisan Fayyad memang masih bernyawa, tetapi menderita komplikasi berat, termasuk cedera tulang belakang yang membuat sebagian tubuhnya lumpuh.

Keluarga Fayyad kini hidup dalam campuran emosi yang sulit digambarkan. “Kami merasakan kebahagiaan sekaligus kesedihan. Saat kami mengira ia meninggal, kami mencoba ikhlas. Tapi mengetahui ia ditahan dan lumpuh, itu membawa rasa sakit yang jauh lebih dalam,” ujar ayahnya.

Ia menambahkan, “Sekarang kami terjebak antara harapan dan kehilangan. Dalam beberapa hal, kematian mungkin lebih mudah.”

PCMFD menyebut kasus Bisan Fayyad bukanlah peristiwa terisolasi. Mereka menuding Israel sengaja memanipulasi identitas dan jenazah tahanan Palestina. Dokumen pribadi kerap dicampurkan dengan tubuh korban yang rusak parah, sehingga keluarga salah mengira.

Organisasi HAM itu juga mendesak agar perempuan tak dikenal yang jenazahnya dimakamkan keluarga Fayyad diidentifikasi ulang. “Kami menghadapi kejahatan ganda: penghilangan paksa dan pemalsuan identitas jenazah,” tegas PCMFD.

Tragedi Bisan Fayyad hanyalah sekelumit dari penderitaan besar warga Palestina. Sejak 7 Oktober 2023, ribuan orang di Gaza dilaporkan hilang di tengah serangan udara dan darat Israel. Otoritas setempat memperkirakan lebih dari 11.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, tidak diketahui nasibnya. Sebagian terkubur di reruntuhan, sebagian ditahan, dan sebagian lenyap tanpa jejak.

Di sisi lain, laporan pelanggaran hak asasi manusia terhadap tahanan Palestina di penjara Israel meningkat tajam sejak perang meletus. Penangkapan massal, penganiayaan, hingga kematian dalam tahanan, dilaporkan melonjak ke tingkat tertinggi.

Kasus Bisan Fayyad menjadi cermin betapa kelamnya wajah konflik di Palestina. Sebuah keluarga dipaksa mengubur putri yang mereka cintai, hanya untuk kemudian mengetahui ia masih hidup—namun menderita dalam kurungan.

Di antara reruntuhan Gaza yang hancur, kisah ini mengingatkan dunia bahwa di balik angka-angka korban, ada manusia dengan kisah, keluarga, dan harapan. Dan Bisan Fayyad adalah satu di antara ribuan suara yang masih terjebak antara hidup dan mati, antara penantian dan kehilangan.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses