Beranda INTERNASIONAL Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Jauh Baru

Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Jauh Baru

korea utara rudal jelajah
Korea Utara telah menguji coba rudal jelajah jarak jauh baru yang mampu menghantam sebagian besar wilayah Jepang, kata media pemerintah, Senin.

Tes yang dilakukan selama akhir pekan melihat rudal melakukan perjalanan sejauh 1.500 km, menurut KCNA.

Namun, mereka tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB – yang telah memberikan sanksi keras terhadap Korea Utara di masa lalu.

Tapi uji coba itu menunjukkan negara tersebut masih mampu mengembangkan senjata meskipun mengalami kekurangan pangan dan krisis ekonomi.

korea utara rudal jelajah

Uji coba itu memiliki “signifikansi strategis” sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin keamanan Korea Utara dan untuk menahan manuver militer pasukan musuh, kata KCNA.

Ini adalah rudal jelajah jarak jauh pertama di negara itu yang mungkin bisa membawa hulu ledak nuklir, menurut analis Korea Utara Ankit Panda.

Sanksi Dewan Keamanan PBB melarang Korea Utara menguji coba rudal balistik.

Dewan PBB menganggap mereka lebih mengancam daripada rudal jelajah karena mereka dapat membawa muatan yang lebih besar dan lebih kuat, memiliki jangkauan yang lebih jauh, dan dapat terbang lebih cepat.

korea utara rudal jelajah

Rudal balistik ditenagai oleh roket dan mengikuti lintasan balistik seperti busur, sementara rudal jelajah ditenagai oleh mesin jet dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah.

Kepala sekretaris kabinet Jepang Katsunobu Kato mengatakan “Jepang memiliki keprihatinan yang signifikan” dan bekerja dengan AS dan Korea Selatan untuk memantau solusinya.

Militer AS juga bereaksi, dengan mengatakan tes itu menunjukkan “fokus berkelanjutan Korea Utara pada pengembangan program militernya dan ancaman yang ditimbulkan terhadap tetangganya dan komunitas internasional”.

korea utara rudal jelajah

Mereka menambahkan bahwa komitmen AS untuk membela sekutu Korea Selatan dan Jepang “tetap kuat”.

Pejabat tingkat tinggi dari tiga negara akan bertemu minggu ini untuk membahas proses denuklirisasi Korea Utara.

BACA JUGA  Larang Impor Minyak Sawit dari Indonesia, Sri Lanka Cabut Izin Kebun Sawit

Militer Korea Selatan sedang melakukan analisis mendalam tentang peluncuran tersebut dengan otoritas intelijen AS, lapor kantor berita Yonhap.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaNeona Hibur Keluarga Indonesia Lewat Konser Virtual Bahasa Cinta Neona.
Artikel berikutnyaPatahan Misterius Telah Jadi Pemicu Gempa Bumi di Sumbar