Indeks News – Sabtu dini hari, 30 Agustus 2025, suasana mencekam menyelimuti kawasan Polres Jakarta Timur. Ribuan massa menyerang, membakar kendaraan, hingga melempar bom molotov ke pelataran kantor polisi.
Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit malam, bercampur dengan cahaya api dari tujuh mobil yang dilalap si jago merah. Di sela kobaran itu, terdengar dentuman ledakan dari mobil-mobil yang terbakar, menambah kepanikan.
Polisi yang berjaga tidak hanya berhadapan dengan amukan api. Mereka juga harus menghalau massa yang terus bertambah jumlahnya hingga diperkirakan mencapai ribuan orang. Gas air mata ditembakkan ke arah kerumunan, berupaya memecah barisan agar tidak merangsek masuk ke dalam Mapolres Jakarta Timur.
Sementara itu, di tengah kekacauan, aparat berhasil menangkap satu orang yang diduga kuat sebagai pelaku penyerangan. Upaya itu dilakukan bersamaan dengan perjuangan memadamkan kobaran api yang semakin membesar akibat lemparan molotov.
Tidak hanya Mapolres Jakarta Timur yang menjadi sasaran. Gelombang serangan massa juga menghantam lima kantor polisi lainnya: Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung. Serangan beruntun ini memperlihatkan skala kerusuhan yang begitu besar dan terkoordinasi.
Kebakaran, ledakan, dan teriakan massa menciptakan malam penuh teror bagi warga sekitar. Mereka yang tinggal tak jauh dari lokasi hanya bisa menyaksikan dari balik jendela, sebagian lainnya memilih menjauh demi keselamatan.
Tragedi ini bukan sekadar peristiwa kriminal. Ia meninggalkan luka kolektif, baik bagi aparat yang bertugas maupun masyarakat yang mendambakan rasa aman. Polisi masih terus melakukan penjagaan ketat dan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik serangan brutal ini.




