Indeks News – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi keras yang menggema ke seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Dengan suara tegas, ia memastikan bahwa markas kepolisian adalah simbol negara yang tidak boleh diganggu apalagi diserang oleh massa perusuh.
Dalam sebuah video conference yang kini beredar luas di media sosial, Kapolri menekankan komitmen penuh untuk menjaga kehormatan institusi Polri. “Haram hukumnya yang namanya Mako diserang, haram hukumnya. Jika mereka berani masuk ke asrama, tembak,” ujarnya lantang.
Instruksi ini tidak lahir tanpa alasan. Mako Brimob maupun Mako Polri adalah titik pertahanan yang tidak sekadar bangunan, tetapi simbol kehormatan negara. Kapolri menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba menerobos akan berhadapan dengan tindakan represif yang terukur.
“Negara tidak boleh kalah dengan perusuh,” tegasnya, memastikan tidak ada ruang kompromi bagi pihak-pihak yang mencoba mencederai stabilitas keamanan.
Kapolri Ambil Tanggung Jawab Penuh
Yang menarik, Jenderal Listyo Sigit juga menegaskan kesediaannya memikul tanggung jawab penuh atas segala tindakan aparat di lapangan. Ia memahami beban psikologis yang mungkin dirasakan anggotanya saat menghadapi situasi genting.
“Rekan-rekan punya peluru karet. Tidak usah ragu-ragu. Jika ada yang menyalahkan, saya Kapolri Listyo Sigit yang bertanggung jawab,” katanya menenangkan sekaligus memperkuat mental para personel.
Di balik nada keras itu, Kapolri tetap menyerukan persatuan dan kedamaian bangsa. Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas nasional di tengah situasi yang sedang memanas.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Tanpa kebersamaan, ancaman terhadap simbol negara bisa menjadi pintu masuk bagi kekacauan yang lebih besar.




