Beranda INTERNASIONAL Prediksi: Jack Ma Mungkin Akan Masuk Penjara atau Dibunuh

Prediksi: Jack Ma Mungkin Akan Masuk Penjara atau Dibunuh

Jack Ma
Usai Jack Ma dikabarkan menghilang, sebuah video memprediksi masa depannya kini viral. Pendiri Alibaba dan Ant Group ini tak terlihat di depan umum dalam dua bulan terakhir, termasuk tidak tampil sebagai juri di final acara TV miliknya, Africa’s Business Heroes.

Ada skekulasi terkait hilangnya Jack Ma setelah pidatonya di Shanghai pada bulan Oktober lalu terkait kritikannya terhadap aturan perbankan China dan menyerukan perubahan, seperti dilansir dari News Week di Jakarta, Selasa (5/1/21).

“Sistem keuangan hari ini adalah warisan dari Era Industri. Kita harus menyiapkan yang baru untuk generasi berikutnya dan orang muda. Kita harus mereformasi sistem saat ini,” ujar Jack Ma.

Setelah kabar hilangnya pria 55 tahun ini, video dari wawancara September 2019 telah dibagikan ulang ratusan kali di Twitter saat orang-orang berspekulasi tentang apa yang terjadi pada Ma.

Dalam klip tersebut, Guo Wengui, miliarder China yang melarikan diri dari negaranya sebagai buronan pada tahun 2014 dan mengklaim telah mengungkapkan rincian dugaan korupsi di negara tersebut, mengatakan kepada Real Vision bahwa hanya ada dua kemungkinan masa depan Ma.

“Semua miliarder China, hanya ada dua cara: penjara, dan mati.” kata Guo Wengui.

Pewawancara Kyle Bass kemudian menegaskan kembali: “Jadi dia akan masuk penjara, atau dia akan dibunuh.”

Wengui kemudian mencatat bagaimana keterlibatan Ma dalam perusahaan swasta Ant Financial yang menyebabkan masalah besar bagi China karena hal itu menantang sistem perbankan negara tersebut. Ia juga mengungkap bahwa China ingin menguasai Ant Group, afiliasi dari Grup Alibaba.

Komentar pun datang silih berganti. Banyak yang penasaran di mana Jack Ma berada saat ini. “Di mana #JackMa? Ini dari lebih dari setahun yang lalu …,” cuit pengusaha dan investor Jason Calacanis sambil membagikan klip tersebut.

BACA JUGA  Heboh Temuan Bangkai Pesawat Milik Cina di Perairan Kumai Kalteng

“Orang ini memperkirakan Jack Ma akan dipenjara atau dibunuh oleh BPK. Sedikit lebih dari setahun kemudian Ma hilang selama 2 bulan,” tambah Henry Mascot, pendiri perusahaan asuransi Curacel.

Pada bulan Desember, regulator China meluncurkan penyelidikan anti-monopoli ke Alibaba setelah sebelumnya mencegah Ant Group listring di bursa dan menjadi IPO perdana terbesar di dunia segera setelah pidato Ma Shanghai. Aktivitas Ma di Twitter juga menghilang sejak 10 Oktober. Bahkan desas desus beredar bahwa Jack Ma telah meninggal dunia.

Kabar tersebut dikabarkan oleh akun Facebook Mediamass yang mengklaim dirinya dapat dipercaya dan menulis R.I.P Jack Ma.

“Sekitar pukul 11 pagi ET pada hari Sabtu (02 Januari 2021), pebisnis tercinta kita Jack Ma meninggal dunia,” tulis akun tersebut.

“Jack Ma lahir pada 15 Oktober 1964 di Hangzhou. Dia akan dirindukan tapi tidak dilupakan. Tolong tunjukkan simpati dan belasungkawa Anda dengan mengomentari dan menyukai halaman ini.” tambah akun tersebut.

Namun, pihak dari Jack Ma sendiri telah mengonfirmasi bahwa berita tersebut hoaks.

“Dia termasuk dalam daftar panjang selebriti yang menjadi korban tipuan ini. Dia masih hidup dan sehat, berhenti mempercayai apa yang Anda lihat di Internet,” ujar pernyataan tersebut.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaInilah Fitur Baru WhatsApp di Tahun 2021
Artikel berikutnyaIran Minta Interpol Tangkap Donald Trump dan 47 Bawahannya