Sara Wijayanto Mendapatkan Jahitan Saat Syuting Film “Getih Ireng”.

Sara Wijayanto Aktris peran terlibat disebuah film horror besutan Hitmaker Studios bertajuk “Getih Ireng”, Sara mengakui mengalami cedera hingga lukanya harus dijahit ketika menjalani proses syuting film yang di produseri oleh Rocky Soraya dan disutradarai oleh Tommy Dewo.

“Waktu itu malam sih, tapi bukan malamnya, kebetulan lantainya itu memang licin banget. Dan apa ya, ada satu adegan yang aku harus ngelakuin satu gerakan. Mungkin kakinya ya karena licin kelepas. Jadi jatuh bener-bener jatuhnya tuh begitu,” kata Sara Wijayanto saat konferensi pers “Getih Ireng” di Senayan City XXI, Kamis (9/10/2025).

Saat terjatuh itu saat syuting film Getih Ireng itu, Sara Wijayanto refleks menahan tubuhnya dengan tangan. Alhasil, siku tangan kanannya terluka sampai harus dijahit.

Sara Wijayanto
Foto: Eny

“Jadi sekarang ada hadiah dari ‘Getih Ireng’, ada jahitan di siku aku, tapi besoknya aku harus syuting lagi dan harus menyelesaikan adegan berikutnya dan bisa selesai dengan baik,” ungkap Sara Wijayanto.

Dalam Film Getih Ireng ini Sara Wijayanto memerankan karakter Mawar yang dalam film tersebut seorang Wanita berduri.

“Berperan sebagai mawar itu. Tadi udah nontonkan, Suka ga? Mawar itu perempuan yang berduri. Tapi sebenarnya karakter mawar ini adalah seseorang yang sangat sensitif sebenarnya.dan dia punya masalah trauma yang berat gitu ya, makanya itu menjadi cara dia mencintai. Aku ga bisa cerita banyak karakter mawar ini, takut spoiler, Pokoknya nonton aja.”kata Sara

Sara Wijayanto
Foto: Eny

“Tapi ya mudah-mudahan banyak yang suka dan aku mau ngucapin terima kasih pak Rocky sudah kasih karakter mawar ini karena beda dengan karakter karakter aku sebelumnya,”tutup Sara.

Film “Getih Ireng” merupakan adaptasi dari utas viral Jeropoint. Dalam Getih Ireng, Hitmaker Studios mencoba menampilkan dunia yang terasa familiar namun tetap menyelipkan elemen-elemen horor baru yang belum pernah ada di film Indonesia sebelumnya. Proses syuting dilakukan dibeberapa lokasi, yakni Bandung, Lembang, dan Jakarta, dengan total waktu produksi selama 30 hari. Lokasi-lokasi ini dipilih untuk mendukung atmosfer mencekam sekaligus estetis yang menjadi ciri khas film ini.

Film ini bercerita tentang Pram dan Rina adalah pasangan suami istri yang baru menikah dan sangat mendambakan anak. Mereka pindah dari Solo ke Wonosobo, Jawa Tengah untuk memulai hidup baru.

Sara Wijayanto
Foto: Eny

Namun, kedamaian mereka terusik oleh kehadiran sosok kakek misterius yang dilihat Rina saat syukuran rumah. Kakek itu juga hadir dalam mimpi Rina, melemparkan tanah, dan menyeringai seram.

Tidak lama kemudian, Rina hamil. Sayangnya kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama karena Rina keguguran setelah bermimpi kakek itu lagi. Rina meyakini kegugurannya adalah karena kakek itu dan ini berkaitan dengan hal gaib. Tapi Pram yang rasional, tidak percaya dan menganggap ini hanya gangguan psikologis Rina.

Hingga suatu malam, Pram menyaksikan sendiri bukti keberadaan kakek itu dan menemukan kantong yang isinya tanah, kendi berisi darah hitam, tikus mati, dan kembang setaman di rumah mereka.

Sara Wijayanto
Foto: Eny

Mereka pun memanggil Pak Narto, orang pintar setempat. Ia bilang bahwa ini adalah Santet Getih Ireng. Sebuah santet yang menyasar pada darah dan keturunan. Jika Rina mengandung, Rina akan keguguran terus. Mereka tidak akan pernah bisa punya anak selamanya. Apa yang harus mereka lakukan? Adakah cara untuk melawan santet itu?.

Selain Sara film ini dibintangi oleh Darius Sinathrya, Titi Kamal, Sara Wijayanto, Egy Fedly, dan masih banyak lainnya. (EH).

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses