Nama Sitha Marino kembali mencuri perhatian publik setelah membintangi film horor Kamu Harus Mati. Tak sekadar mencoba genre baru, Sitha ternyata sudah lama memimpikan bisa bermain dalam film horor karena penasaran dengan pengalaman ekstrem di balik proses syutingnya.
Dalam wawancara bersama awak media, Sitha Marino adik dari Putri Marino itu blak-blakan mengaku tertarik dengan tantangan yang ada di film horor. Mulai dari makeup menyeramkan, adegan penuh darah, hingga harus tampil “berantakan” di depan kamera justru menjadi hal yang membuatnya antusias.
“Aku memang pengin banget main film horor. Pengen tahu rasanya syuting yang kotor-kotoran dan segala macam,” ungkap Sitha Marino.

Bagi Sitha Marino, film horor punya sensasi berbeda dibanding genre lain. Ia merasa dituntut untuk lebih total dalam mendalami karakter dan suasana mencekam selama proses syuting berlangsung.
Tak hanya soal pengalaman syuting, Sitha Marino juga mendapat pertanyaan yang cukup sensitif soal sang kakak, Putri Marino, yang sudah lebih dulu sukses besar di dunia akting. Tak sedikit publik yang membandingkan keduanya karena sama-sama terjun ke industri hiburan.
Sitha pun mengaku sempat takut menghadapi perbandingan tersebut, terutama di awal kariernya sebagai aktris.

“Awalnya iya takut dibanding-bandingin,” kata Sitha jujur.
Namun kini, perempuan berusia muda itu mengaku sudah tidak terlalu memikirkan komentar publik. Ia memilih fokus membangun jalannya sendiri di dunia akting dan menikmati setiap proses yang dijalani.
“Tapi sekarang sudah nggak,” lanjutnya.

Meski kerap dikaitkan dengan nama besar sang kakak, Sitha ingin membuktikan bahwa dirinya juga mampu bersinar lewat kemampuan aktingnya sendiri. Lewat Kamu Harus Mati, ia berharap penonton bisa melihat sisi baru dirinya sebagai aktris yang siap menerima tantangan lebih besar.
Penampilan Sitha di film horor ini pun langsung membuat banyak penggemar penasaran. Tidak sedikit yang menilai langkahnya mencoba genre horor bisa menjadi titik baru dalam perjalanan kariernya di industri perfilman Indonesia.
Ia tidak menampik bahwa di awal karier, bayang-bayang nama besar Putri Marino sempat membuatnya merasa takut dan tertekan. Apalagi, keduanya sama-sama terjun ke dunia seni peran.

“Awalnya iya, takut dibanding-bandingin,” kata Sitha.
Meski begitu, seiring waktu berjalan, ia mulai belajar untuk lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya sendiri. Sitha kini memilih fokus menjalani proses kariernya tanpa terlalu memikirkan komentar maupun ekspektasi publik.
“Tapi sekarang sudah nggak,” lanjutnya.
Sitha merasa setiap aktor memiliki perjalanan dan karakter masing-masing. Karena itu, ia ingin dikenal sebagai dirinya sendiri dan membangun identitasnya lewat berbagai peran yang dijalani.
Melalui film Kamu Harus Mati, Sitha berharap bisa memberikan penampilan terbaik sekaligus membuktikan kemampuannya di genre horor. Ia juga berharap penonton dapat menikmati pengalaman menegangkan yang ditawarkan film tersebut.
Keterlibatan Sitha dalam film ini pun menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya di industri hiburan Tanah Air. Dengan semangat dan antusiasme yang ia tunjukkan, Sitha ingin terus mengeksplorasi berbagai karakter dan genre film ke depannya.
Film Kamu Harus Mati produksi Nant Entertainment yang di sutradarai oleh Sutradara Tema Patrosza bercerita tentang Meta yang kehilangan kekasihnya membuat film ini terasa lebih emosional dan manusiawi. Penonton tidak hanya dibuat takut oleh teror misterius, tetapi juga diajak memahami tekanan mental yang perlahan menghancurkan kehidupan seseorang.
Selain itu, konflik persahabatan antara Meta, Dona, dan Kesi membuat alur cerita terasa lebih kompleks. Ketidakpercayaan antar sahabat menghadirkan drama emosional yang memperkuat suasana mencekam sepanjang film berlangsung.
Film ini juga diperkuat deretan pemain muda populer seperti Sahila Hisyam, Pamela Bowie, Sitha Marino, Leo Consul, dan Leon Alexander yang berhasil membangun chemistry emosional cukup kuat di dalam cerita.(EH)




