SOLO, Indeks News — Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan belum mengizinkan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Solo, Jawa Tengah, untuk mengajukan permodalan ke bank-bank Himbara. Menurutnya, izin baru akan diberikan setelah koperasi benar-benar memiliki sistem bisnis yang berjalan baik dan berkelanjutan.
“Uang sudah disiapkan di Himbara, tapi saya masih menunggu koperasi yang benar-benar bisa jalan bisnisnya,” ujar Respati di Solo, Selasa (7/10/2025).
Respati menegaskan, Koperasi Merah Putih tidak boleh terburu-buru mengajukan pembiayaan tanpa kesiapan manajerial yang matang. Ia ingin memastikan setiap koperasi mampu menjalankan usahanya secara mandiri dan profesional.
“Kalau buru-buru nanti malah tidak baik. Karena ini bukan hibah, tapi pembiayaan APBN untuk modal kerja, yang harus dikembalikan,” jelasnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Solo per awal September 2025, sudah ada 17 koperasi Merah Putih yang beroperasi dari total 54 kelurahan. Jenis usaha yang dijalankan beragam, mulai dari jasa katering, penjualan sembako, makanan, hingga usaha potong rambut.
Pemkot Solo menargetkan seluruh koperasi di 54 titik akan aktif penuh sebelum akhir tahun. Untuk itu, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi agar pengelolaan koperasi sesuai visi pemberdayaan ekonomi warga.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan Rp 200 triliun dana pembiayaan di bank Himbara untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kopkel Merah Putih) — salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Uang itu sudah ada di perbankan, tinggal digunakan dengan skema pembiayaan koperasi Merah Putih. Bunganya hanya 2 persen,” ujar Menkeu Purbaya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dengan sistem koperasi modern yang berorientasi pada kemandirian usaha. Namun, Wali Kota Solo menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas.
“Program Merah Putih ini bagus, tapi harus dijalankan dengan disiplin dan manajemen yang benar,” tutup Respati.




