Fahri Hamzah Menyebut Bakal Ada Capres Jadi Tersangka Usai Pilpres 2024

- Advertisement -

Pernyataan menghebohkan muncul dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah di media sosial. Fahri menyatakan bakal ada yang menjadi tersangka usai Pilpres 2024 berlangsung satu putaran.

Pernyataan Fahri Hamzah yang cukup menghebohkan ini disampaikan melalui akun X miliknya. Pernyataannya itu bernada seperti ancaman bahwa akan ada yang jadi tersangka setelah kalah satu putaran.

Dalam cuitannya, Fahri sempat membela capres 02, Prabowo Subianto, yang dicecar capres 01, Anies Baswedan, soal kepemilikan lahan mencapai 340 ribu hektare di sejumlah wilayah.

Fahri menyebut kekayaan yang dimiliki Prabowo berasal dari usaha yang halal. Ia pun menyinggung calon yang akan menjadi tersangka. Pernyataan yang disampaikan usai Debat Ketiga Pilpres 2024 dan viral di media sosial.

“Daripada iri dengan harga orang yang legal dan halal, mending Kita taruhan: “siapa calon yang jadi tersangka setelah kalah sekali putaran?”,” tulis Fahri di laman X @Fahrihamzah.

Cuitan Fahri Hamzah Ditanggapi Secara Santai oleh Ganjar

Calon presiden (Capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo turut mengomentari cuitan Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah, di media sosial Xtersebut.

Ganjar menangapi santai cuitan Fahri Hamzah. Ia menegaskan Ganjar-Mahfud, tak takut atas tekanan dan ancaman dari pihak mana pun.

“Kami tidak takut pada tekanan, dan tidak perlu mengancam,” ujar Ganjar kepada awak media usai menghadiri sarasehan petani tebu di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1/2024).

Menurut eks Gubernur Jawa Tengah tersebut, cuitan Fahri Hamzah tersebut termasuk politics of fear atau politik dengan menebar rasa takut ke publik.

“Ancaman-ancaman yang semacam itu politics of fear, politik yang bikin kita takut orang saja ya,” tutur Ganjar.

Menurut Ganjar, pada momen Pemilu tak semestinya masing-masing pihak mencari dosa lawan politiknya, dan memaksakan kehendak dengan menebar ancaman.

“Menurut saya fair-fair saja lah, dan kita tidak perlu kemudian mencari-cari dosa orang dan memaksakan, akhirnya hukum dijadikan sebagai alat politik,” paparnya.

Ganjar pun mengajak semua pihak yang berkontestasi di Pemilu 2024 bersaing secara sehat, dengan menawarkan program-program ke masyarakat.

“Sebaiknya kita kembalikan saja, mari kita fair, kita adu program, kita berdebat dengan baik, kita komunikasikan dengan rakyat, dan edukasi inilah yang kita berikan pada mereka,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu pun berharap para politikus dan pentolan-pentolan partai politik mengedepankan Pemilu damai.

“Ya mudah-mudahan semua sadar, sesama politisi kita tahu, bagaimana bangsa Indonesia harus kita perbaiki bersama,” pungkas Ganjar.

Trending Topic

Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Iklan

Hot News

Game

PENTING UNTUK DIBACA