Bandung, Indeks News – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggandeng seluruh pemerintah daerah se-Jawa Barat untuk memperkuat sinergi dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini dilakukan guna mewujudkan data yang akurat, valid, dan terpadu sebagai dasar kebijakan sosial yang tepat sasaran.
“Saya datang ke sini menindaklanjuti arahan Presiden agar bersinergi dan berkolaborasi, tidak hanya dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat, tetapi juga dengan pemerintah daerah — provinsi, kabupaten, dan kota,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pembangunan Jawa Barat di Aula Graha Pustaloka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Barat (11/11/2025).
Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Sosial, Bappeda, Diskominfo, serta Kabag Kesra dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan persepsi dan memperkuat langkah bersama dalam menindaklanjuti DTSEN.
Menurut Gus Ipul, Jawa Barat dipilih sebagai lokasi rapat karena memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia serta angka kemiskinan yang masih cukup tinggi.
Ia menegaskan, keberhasilan program sosial bergantung pada akurasi data, sebab data menjadi dasar utama dalam menentukan intervensi dan distribusi bantuan sosial (bansos) agar benar-benar tepat sasaran.
“Data inilah yang paling krusial. Kalau data kita akurat, maka intervensi kita akan akurat. Bila data dari desa hingga kementerian sama, maka program-program ke depan akan lebih selaras,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, para peserta membahas berbagai langkah konkret seperti perbaikan sistem data, penyusunan SOP baru, dan penataan SDM di tingkat daerah.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) berperan mengelola kriteria data, sementara Kementerian Sosial (Kemensos) membantu proses pemutakhiran melalui mekanisme formal dari RT/RW hingga pusat.
Selain itu, masyarakat juga didorong berpartisipasi aktif melalui aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG, atau dengan menyampaikan laporan langsung ke Command Center Kemensos di nomor 171.
“Semua sedang kita siapkan agar masyarakat turut berpartisipasi dalam memperbarui datanya,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menegaskan akan menggerakkan kembali Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di desa-desa untuk membantu proses pemutakhiran data dan penanganan keluhan warga.
“Masyarakat bisa mengadukan berbagai persoalan — anak tidak bisa sekolah, belum dapat bansos, atau kesulitan ekonomi melalui Puskesos yang akan menindaklanjuti ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mendukung penuh langkah Kementerian Sosial dalam pembenahan data sosial ekonomi. Menurutnya, basis data yang baik menghasilkan keputusan yang baik pula.
“Good data, good decision, good result. Data yang bagus akan mengantarkan keputusan yang bagus dan hasil yang bagus pula,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Toto Toharuddin, menyampaikan bahwa penggunaan DTSEN telah memberikan dampak positif bagi penurunan angka kemiskinan di daerahnya.
“Kuningan saat ini angka kemiskinannya turun cukup signifikan. Mudah-mudahan langkah ini terus diperkuat,” tutup Toto.




