Kerugian Rp68 Triliun, Prabowo Pimpin Langsung Pemulihan Pascabencana

Jakarta, Indeks News – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memfokuskan seluruh jajarannya untuk mempercepat penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menurut Muzani, Prabowo mengerahkan seluruh instrumen pemerintah untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak.
“Beliau hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan segalanya untuk memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujar Muzani usai bertemu Presiden di Istana Negara, Jakarta, (2/12).

Muzani mengatakan Prabowo telah meninjau langsung lokasi terdampak pada awal pekan. Presiden, kata dia, menyaksikan sendiri kerugian besar yang dialami warga, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga anggota keluarga yang masih dinyatakan hilang.

“Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan masyarakat, termasuk warga yang terkasih hilang dan hingga kini belum ditemukan,” ujar Muzani.

Untuk itu, Prabowo menginstruksikan percepatan pemulihan di seluruh sektor. Kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta BUMN strategis diminta bergerak cepat memperbaiki infrastruktur, terutama akses jalan dan jaringan komunikasi.

“Dirut PLN dan Dirut Pertamina sudah dikerahkan untuk memperbaiki listrik serta memastikan suplai bahan bakar kembali normal,” ungkapnya.

Sementara itu, BNPB melaporkan korban meninggal akibat banjir dan longsor di tiga provinsi telah meningkat menjadi 712 orang per Selasa sore. Jumlah korban hilang tercatat 507 orang.

Rinciannya, korban meninggal di Aceh mencapai 218 orang dan hilang 227 orang. Di Sumatra Utara, 301 orang meninggal dan 163 hilang. Di Sumatra Barat, 193 orang meninggal dan 117 orang hilang.

Selain itu, jumlah warga luka-luka mencapai 2.564 orang, sementara total warga terdampak banjir dan longsor menyentuh 3,3 juta jiwa.

Hingga kini, bencana melanda sekitar 50 kabupaten/kota di tiga provinsi, dengan ribuan rumah warga mengalami kerusakan parah. Lembaga riset Celios memperkirakan total kerugian ekonomi akibat bencana tersebut mencapai Rp68,67 triliun.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses