Beranda blog Halaman 1495

Bonus dari Hotman Paris Rp 1 Miliar untuk Timnas Indonesia

0
Hotman Paris
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang siap memberikan bonus kepada Timnas Indonesia. Setelah sebelumnya pengusaha Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 melakukan hal yang sama.

Bonus yang bakal digelontorkan Hotman Paris ini disampaikannya sebelum Timnas Indonesia melakoni partai final piala AFF melawan Thailand malam ini, Rabu (29/12/2021) yang disiarkan langsung RCTI.

Dalam sejarah, Timnas Indonesia belum pernah sekalipun menjadi juara, meski sudah lima kali masuk Final Piala AFF. Kini bawah pelatih Shin Tae-yong, Indonesia kembali membuka peluang juara setelah berhasil menyingkirkan tuan rumah Singapura di babak semifinal Piala AFF 2021.

Penambah semangat para pemain Timnas Indonesia terus berdatangan. Setelah Juragan 99, kali ini, Hotman Paris Hutapea turun tangan setelah ia mengumumkan kalau Grup Hollwings membuat surat terbuka terkait Final Piala AFF 2021.

“Surat terbuka untuk Timnas Indonesia, dalam rangka mendukung Timnas Indonesia di Kejuaraan AFF 2020,” tulisnya.

Grup Holywings menjanjikan Timnas Indonesia jika menang akan mendapatkan hadiah sebesar 1 Miliar. “Kami Holywings Indonesia akan menyumbangkan hadiah sebesar 1 Miliar Rupiah kepada Timnas Indonesia bila membawa pulang Piala Kejuaraan AFF 2020,” tulisnya.

Pihak grup Holywings meminta masyarakat mendoakan Timnas Indonesia membawa piala di Final Piala AFF 2020. ‘Mari bersama kita doakan dan dukung Timnas Indonesia dalam membawa harum nama Indonesia di Final Piala AFF 2020,” tulisnya.

Sebelum Hotman Paris, pengusaha Gilang Widya Pramana atau akrab disapa Juragan 99 kembali memberikan hadiah untuk atlet nasional Tanah Air.

Mengapresiasi kemenangan tim nasional (timnas) Indonesia di semifinal Piala AFF 2020, Juragan 99 memberikan hadiah uang senilai Rp 500 juta.

Skuad Garuda berhasil masuk final Piala AFF 2020 usai bertanding melawan Singapura dengan skor 5-3 pada Sabtu (25/12/2021).

Dari unggahan Instagram Juragan 99, tampak Gilang, Shandy Purnamasari, dan Sekjen PSSI, Yunus Nusi berfoto bersama. Ketiganya memegang cek raksasa senilai Rp 500 juta untuk Timnas Indonesia.

Dalam memo cek, tertulis pesan “Apresiasi untuk TIMNAS telah berhasil lolos ke Final Piala AFF 2020.”

“Hari ini saya mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia bisa sampe di final piala AFF 2020,” tulis Gilang di Instagram @juragan_99, Senin (27/12/2021).

Gilang berharap hadiah yang ia berikan bisa memberikan semangat untuk Timnas Indonesia melawan Thailand di babak final nanti.

“Semoga ini menjadi pemicu semangat utk Timnas Indonesia bisa bermain lebih maksimal lagi di pertandingan final melawan Thailand. Insyallah tahun ini kita JUARA!!!,” tulis dia.

Juaragan 99 juga mengatakan akan memberikan tambahan bonus Rp 1 miliar jika Timnas Indonesia berhasil juara Piala AFF 2021.

“Dan jika nanti bisa juara saya tambahkan lagi bonus Rp 1 miliar,” katanya.

Kapal Imigran Ilegal Kembali Karam di Selangor, 10 Penumpang asal Indonesia Tewas

0
Imigran Ilegal
Kapal yang mengangkut 57 imigran ilegal asal Indonesia kembali karam di Perairan Sekinchan, Selangor, Malaysia. 10 penumpang kapal dilaporkan tewas.

Karamnya kapal pengangkut imigran ilegal asal Indonesia ini merupakan peristiwa kedua yang terjadi pada bulan ini.

Kabar kapal karam tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, pada Selasa (28/12). Ia mengatakan, empat anak buah kapal dan 35 penumpang berhasil diselamatkan.

“10 jasad ditemukan, sedangkan sisanya masih hilang. Kapal ini berangkat dari Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara,” ujar Hermono.

Hermono juga menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari nelayan Malaysia, mereka menemukan kapal nahas tersebut pada Sabtu (25/12) pukul 10 pagi waktu setempat.

Di lokasi, mereka menemukan sekitar 20 orang yang membutuhkan pertolongan. Korban akhirnya diserahkan ke sebuah kapal Indonesia yang tengah berlayar di perairan tersebut untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Para nelayan mengatakan, beberapa korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang diterima ini, pada Senin (27/12), Badan Penegakan Maritim Selangor (APMM) kemudian mengontak Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, untuk segera menangani kasus ini dan berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia.

“Menyusul insiden ini, APMM Selangor juga melakukan patroli di sekitar tempat kejadian dan menemukan satu jasad mengapung, yang dicurigai sebagai salah satu korban kapal karam,” ujar Hermono.

“Saat ini, jasad korban sudah diserahkan ke Kepolisian Sekinchan untuk dilakukan pemeriksaan post-mortem,” tambahnya.

APMM masih melakukan patroli di lokasi untuk mencari korban-korban yang terdiri dari para imigran ilegal ini. KBRI Kuala Lumpur akan segera diinformasikan mengenai kabar-kabar terbaru.

“Atase Kepolisian di KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan Markas Besar Polri, Polda Sumatera Utara, dan Pangkalan AL Tanjung Balai untuk menginvestigasi dan menemukan pelaku penyelundupan manusia ke Malaysia,” ujar Hermono.

Pertengahan Desember lalu, kapal yang mengangkut imigran ilegal dari Indonesia juga terbalik di Tanjung Balau, Johor Bahru, Malaysia. Kapal yang diduga mengangkut 50 orang itu berangkat dari Tanjung Uban, Kepulauan Riau.

Kapal tersebut terbalik di 0,3 mil laut tenggara Tanjung Balau. Akibatnya, 21 WNI tewas.

Shin Tae-yong Yakin Timnas Indonesia Mampu Redam Thailand

0
Shin Tae-yong
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sangat optimistis skuad Garuda mampu mengalahkan Thailand, pada final pertama Piala AFF 2020 di National Stadium, Rabu (29/12).

Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 usai menyingkirkan Singapura dengan agregat 5-3. Skuat Garuda menantang Thailand, yang lolos usai mendepak Vietnam dengan agregat 2-0.

Laga final Piala AFF 2020 dimainkan dalam dua leg. Pertama pada tanggal 29 Desember 2021. Kedua pada tanggal 1 Januari 2022.

“Kita tahu Thailand dan Vietnam menjadi tim terkuat Asia Tenggara saat ini. Thailand di atas kita sebenernya, tetapi pasti ada cara bagaimana mengalahkannya,” ujar Shin Tae-yong.

“Fokus kita saat ini pemulihan kondisi fisik para pemain. Kedua bagaimana kita akan menghadapi permainan lawan yang baik, bagaimana kita bertahan dan open play juga untuk melawan Thailand,” tambah pelatih asal Korea Selatan itu.

Untuk itu, Shin Tae-yong meminta masyarakat Tanah Air terus mendukung Timnas Indonesia hingga menjadi juara Piala AFF 2020.

“Seluruh pemain kerja keras di sini, saya ingin suporter terus mendukung, bahkan dengan energi lebih. Saya merasa pemain pasti merasakan dukungan para suporter di sini,” tambahnya.

Shin Tae-yong menambahkan bahwa pada laga besok harus kehilangan Pratama Arhan, karena akumulasi kartu kuning. Arhan mendapat kartu kuning lagi di semifinal leg kedua kontra Singapura.

“Bek kiri kami, Arhan juga tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning. Jadi sama, kami juga tidak bisa menjalankan permainan seperti diinginkan.”

“Memang banyak yang terjadi di turnamen, hingga final. Sebagai pelatih tentu harus bisa menanganinya dengan baik,” sambung Shin Tae-yong.

Sementara itu, dua pemain juga absen yakni Chatchai Budprom dan Theerathon Bunmathan.

Chatchai absen karena mengalami cedera serius, yakni robeknya ligamen anterior cruciate (ACL) dalam laga leg kedua semifinal kontra Vietnam. Kiprah Chatchai sudah berakhir di Piala AFF 2020 dan harus menjalani operasi serta pemulihan 6-8 bulan.

Adapun Theerathon Bunmathan tak bisa tampil di leg pertama karena akumulasi kartu kuning. Eks Yokohama F. Marinos itu baru bisa dimainkan di leg kedua final.

“Memang secara psikologis menjadi tidak baik bagi tim Thailand, karena bek kiri dan kipernya tidak bisa bermain,” kata Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong tetap percaya anak asuh tetap menunjukkan performa terbaik. Ia juga yakin hasil baik bisa diperoleh.

“Secara keseluruhan pemain dari Thailland sangat baik. Tidak kelihatan pemain mana yang tidak baik. Tetapi bola bundar dan kami akan memperlihatkan performa terbaik di dalam lapangan. Saya tidak bisa jelaskan taktik seperti apa,” tukasnya.

Maria Vania Butuhkan Pria yang Bisa Bikin Enak

0
Maria Vania
Kriteria pria idaman diungkapkan oleh selebgram Maria Vania. Baginya harta seorang calon pasangan tidak penting.

“Enggak soal duit doang,” kata Maria Vania kepada Billy Syahputra dalam vlog miliknya di YouTube baru-baru ini.

Selebgram yang sudah berusia 30 tahun itu menilai hal yang paling penting bagi seorang pria yakni kesetiaan.

Maria Vania ingin mendapat pendamping yang bisa setia kepada dirinya.

“Paling penting setia,” ungkap presenter olah raga tersebut.

Selain setia, Vania berharap mendapat pasangan yang membuat nyaman. Dia juga blak-blakan menginginkan pria yang bisa membuatnya keenakan.

“Nyaman dan bikin enak,” ujar Vania.

Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea menawarkan angka fantastis khusus untuk selebrgram Vania. Penawaran itu terungkap saat keduanya membuat konten bersama di YouTube, baru-baru ini.

Tak tanggung-tanggung Hotman menawar Vania dengan harga mencapai miliaran rupiah. Bahkan, Maria Vania diberi kebebasan untuk menyebut berapa pun harganya dalam setahun.

“Berapa miliar kamu minta setahun,” tanya Hotman Paris dalam vlog milik  Vania di YouTube.

Hotman menawar Vania itu untuk menjadi pelatih pribadinya dalam melakukan aktivitas peregangan otot.

“Kalau kamu melakukan stretching alias peregangan otot tiap hari melatih saya kayak begini?” ujarnya.

Ikan Mati di Danau Maninjau Jadi 1.445 Ton

0
Danau
Ikan dalam keramba di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang mati mendadak hingga saat ini menjadi 1.445 ton. Hal ini diketahui dari data Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (PKP) Agam.

“Jumlah ikan yang mati menjadi 1.445 ton. Kematian ikan jenis nila dan mas tersebut terjadi semenjak 3-24 Desember 2021,” ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira, Senin (27/12).

Rosva mengatakan, sebanyak 1.455 ton ikan mati itu berasal dari ratusan keramba jaring apung milik ratusan petani yang tersebar di tujuh nagari sekitar Danau Maninjau.

“Tujuh nagari itu yakni, Nagari Koto Malintang sebanyak 520 ton, Nagari Tanjung Sani 330 ton, Nagari Koto Kaciak 300 ton, Nagari Bayua 20 ton,” ujar dia.

Kematian ikan itu terjadi di seluruh nagari di Kecamatan Tanjungraya,” sambungnya.

Kematian ikan secara massal itu akibat curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu semenjak awal Desember 2021. Angin kencang disertai curah hujan tinggi mengakibatkan pembalikan air kepemukaan, sehingga oksigen berkurang.

Kemudian, ikan menjadi pusing dan beberapa menit bangkai ikan yang mati mengapung ke pemukaan air.

Kerugian petani keramba jaring apung di danau tersebut sekitar Rp 28,9 miliar, karena harga ikan tingkat petani Rp 20.000 per kilogram.

“Ada sejumlah petani yang (Kembali) memanen ikan secara dini, untuk mengantisipasi kerugian lebih banyak lagi,” tutupnya. (Kay)

Polisi Gagalkan Peredaran 10 Kg Ganja di Padang

0
304 Kg Ganja Ditemukan dalam Truk Kentang,Jakarta Barat
Ilustrasi
Tim Rajawali Satresnarkoba Polresta Padang berhasil menggagalkan upaya peredaran 10 kilogram (kg) narkoba jenis ganja kering yang rencananya akan diedarkan di Kota Padang.

Polisi menangkap pelaku bernama Amri Situmorang (41) tahun di sebuah rumah di Jalan Timbalun Pabrik, RT 002 RW 009, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatra Barat, Senin (27/12).

Kasat Narkoba Polresta Padang AKP Dedy Adriansyah Putra, mengatakan, pelaku Amri Situmorang ditangkap berdasarkan pengembangan dari pelaku lainnya yang bernama Reki Mardi yang sudah lebih dulu ditangkap.

“Keberadaan Amri Situmorang alias Ucok sebelumnya sudah kita intai. Saat penangkapan, kita berhasil menyita 10 paket besar ganja kering seberat 10 kilogram,” sebut Dedy, Selasa (28/12).

Ia menerangkan, ganja tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Padang. “Dari hasil interogasi yang kita lakukan kepada tersangka, rencananya barang haram itu akan dijualnya di Kota Padang,” ujar Dedy.

Lebih lanjut Dedy menambahkan, ganja dibawa menggunakan jalur darat. Ganja didapat dari Panyabungan, Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Lalu didrop di Kota Bukittinggi dan Kota Padang.

“Kita bersyukur, sebelum barang haram ini diedarkan, kita berhasil menggagalkannya dan menangkap pelaku,” tutur Dedy.

Saat ini kata Dedy, polisi masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.(Kay)

Warga Solok Meninggal Tertembak Senpi Rakitan

0
Warga,solok,meninggal
Ilustrasi
Seorang warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat bernama Mondra Neldi dinyatakan meninggal dunia usai tertembak senjata api rakitan miliknya sendiri. Diketahui, pria 34 tahun ini sedang berburu babi.

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Dwi Purwanto mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin (27/12). Korban sebelumnya berburu babi bersama seorang rekannya.

“Jadi kemarin itu diduga otak-atik senjata miliknya, jadi meledak mengenai di bagian badan,” ungkap Dwi, Selasa (28/12).

Dwi mengatakan, rekan korban saat kejadian berjarak sekitar 100 meter. Mendengar letusan senjata kemudian rekan korban menghampiri.

“Sedang berburu babi, rekannya melihat korban ini sudah tergeletak. Dikira rekannya, korban ini berhasil menembak babi ternyata tertembak diri sendiri,” tuturnya.

“Senjata api rakitan ini kan pelurunya mencar. Jadi pas nembak mungkin mengenai dirinya langsung meninggal dunia,” imbuhnya.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara terhadap kasus ini. Peristiwa penembakan tersebut murni akibat adanya kelalaian terhadap korban sendiri.

Dwi menambahkan, pihak keluarga juga enggan dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Hal ini sesuai surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh pihak keluarga.

“Dari keluarga pas kami mau otopsi, keluarga menolak. Rekannya sudah kami minta keterangan. Sudah dibuat surat pernyataan tidak dilakukan otopsi,” tutupnya.

Setelah dari kejadian ini, pihak kepolisian akan segera melakukan penertiban terhadap senjata api rakitan.(Kay)

Yustinus Pembunuh 2 Gadis Secara Berantai Terancam Hukuman Mati

0
Yustinus
Yustinus yang berprofesi sebagai sopir truk ini kini tengah mengahadapi ancaman hukuman mati di Pengadilan Negeri Oelamasi, Kabupaten Kupang. Dia didakwa telah memperkosa dan membunuh dua orang gadis secara berantai.

Yustinus saat ini harus duduk di kursi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia tega menghabisi dua nyawa gadis muda.

Dalam sidang yang digelar Senin (27/12/2021) di Pengadilan Negeri Oelamasi, Kabupaten Kupang Jaksa Penuntuk Umum menuntut hukuman mati kepada terdakwa Yustinus.

“Sidang tadi siang berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita, dilakukan secara virtual,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT Abdul Hakim

Pelaku melakukan pembuatan sadis kepada dua gadis muda  berinisial YAW alias N (19) dan MB (18) yang masih berstatus siswi SMA. Keduanya tewas setelah diperkosa oleh pria berusia 42 tahun itu.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ternyata dalam kurun waktu lima bulan di tahun 2021 ini, pelaku juga mengaku memerkosa tiga gadis lainnya.

“Sesuai pengakuan tersangka (Tinus), ia juga pernah memerkosa tiga gadis lainnya. Namun, tidak dibunuh karena tidak melawan. Hanya dua korban yang dibunuh karena melawan saat Tinus memerkosa mereka,” ungkap Aldinan, Rabu (26/5/2021) lalu.

Menurutnya, Yustinus juga pernah masuk Lapas Kupang dan menjalani hukuman empat tahun penjara karena kasus pemerkosaan.

Namun, berkas kasus itu masih diperiksa oleh polisi, untuk mengetahui korban, tempat dan waktu kejadian yang berujung vonis empat tahun penjara.

Awalnya, pelaku berkenalan dengan korban MB dan YAW lewat media sosial Facebook. Kemudian pelaku merayu dan mengajak korban untuk bertemu. Saat bertemu itulah, pelaku langsung memaksa korban untuk berhubungan badan.

Karena korban menolak, pelaku kemudian mengambil pisau dan membunuh korban. Setelah itu pelaku lalu menyetubuhi korban.

Penangkapan Yustinus dilakukan setelah ketahuan membunuh YAW di hutan wilayah Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Jumat (14/5/2021).

Usai pemeriksaan, Yustinus juga mengaku membunuh remaja putri berinisial MB yang jenazahnya ditemukan di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kamis (25/2/2021). Pelaku menggunakan pisau yang sama untuk membunuh kedua korban.

Tuntutan terhadap terdakwa disampaikan JPU dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Oelamasi, Kabupaten Kupang, Senin (27/12/2021).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT Abdul Hakim, terdakwa Yustinus dituntut hukuman mati dalam perkara dugaan pembunuhan berencana dan persetubuhan dengan bujuk rayu terhadap anak di bawah umur yaitu Yuliana Welkis dan Marsela Bahas.

Dalam amar tuntutannya, lanjut Abdul, JPU menyatakan terdakwa Yustinus terbukti dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain dan penganiayaan terhadap anak, hingga mengakibatkan matinya anak.

Kemudian, dengan tipu muslihat dan rangkaian kebohongan membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya.

Yustinus melanggar Pasal 340 KUHP dan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selanjutnya, Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

“Dalam perkara tindak pidana pembunuhan berencana dan menghilangkan nyawa seorang anak dengan tipu muslihat, merupakan tindakan yang sangat keji sehingga Kepala Kejaksaan Tinggi NTT tidak menolelir tindakan terdakwa tersebut dan menuntut dengan hukuman yang maksimal yakni mati,” tegas Abdul.

Anies Baswedan Terancam Masuk Penjara

0
Anies Baswedan
Pengamat politik Yusuf Muhammad menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkesan tengah berkelit dan menghindar dari jerat penjara akibat sudah terlanjur melanjutkan ajang balap Formula E.

Yusuf mengatakan, uang untuk ajang itu sudah kepalang dikeluarkan oleh Anies Baswedan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), akan tetapi dana itu tidak bisa dikembalikan lagi.

Akan lebih besar resikonya bagi Anies, dan bukan tidak mungkin kata Yusuf, menteri yang pernah dipecat Presiden Jokowi itu bisa dipenjara.

“Jika Formula E ini enggak jadi digelar maka risikonya malah jauh lebih besar. Risikonya Anies bisa dipidana dan masuk penjara,” ujar Yusuf pada sebuah kanal Youtube.

Meskipun Formula E digelar nampak asal-asalan, akan tetapi manuver Anies melanjutkan hal itu sangat dibutuhkan untuk keselamatan dirinya.

“Mungkin ada yang bertanya, kok bisa? Ya bisalah karena uangnya ini sudah terlanjur disetor, tapi acaranya tidak terlaksana makanya Anies bisa dipidana dan masuk penjara,” ujarnya.

“Jadi Formula E diadakan itu sebenarnya bukan untuk hiburan masyarakat, tapi untuk menyelamatkan Anies. Jadi jangan heran juga kalau Formula E nanti diadakan terkesan asal-asalan,” pungkasnya.

Kolaborasi Feby Putri dan Fiersa Bersari Lahirkan ‘Runtuh’

0
Feby Putri
Feby Putri dan Fiersa Bersari Lahirkan ‘Runtuh’ / Foto : Dok.Feby Putri
Musisi muda berbakat, Feby Putri yang sempat menggemparkan dunia musik lewat lagu viralnya yang berjudul ‘Halu’ beberapa waktu lalu.

Bulan Oktober lalu Feby Putri merilis kolaborasi perdananya bersama Fiersa Besari lewat sebuah single ballad berjudul ‘Runtuh’.

Awalnya, Feby Putri  tidak menyangka bahwa Fiersa akan menyetujui ajakannya berkolaborasi bersama. Namun ternyata, Fiersa justru menyetujui kolaborasi tersebut dan nyatanya malah ikut terlibat langsung dalam proses pembuatan lagu ini.

Feby Putri
Artwork “Runtuh” Feby Putri / Foto : Dok. Feby Putri

‘Runtuh’ bercerita tentang apa yang sering dialami manusia yaitu kesedihan. Dalam lirik yang ditulis oleh Feby Putri dan Fiersa, tertuang bahwa manusia berhak untuk mendalami kesedihan yang tengah dialaminya tanpa harus ada perasaan bersalah atau bahkan membohongi diri dan orang lain aka napa yang dirasakan.

Selain menulis lirik bersama, Feby Putri dan Fiersa juga menjadi composer untuk lagu ini. Selain itu, lagu ini juga turut digarap oleh Sute Nubesari sebagai Produser, Owie Norki sebagai Musik Produser yang ikut juga terlibat sebagai Arranger bersama Adam Febrian dan Dhitsaha Samasta. Art Design dari lagu ini turut digarap oleh Rachmat Bisma.

Feby Putri
Feby Putri dan / Fto : Dok. Feby Putri

Karena cerita yang sangat relate dengan banyak orang inilah, akhirnya ‘Runtuh’ mendapatkan tempat yang special di hati penikmat musik Indonesia. Terbukti dari prestasi membanggakan yang terus terukir oleh lagu ini.

Selain masuk ke dalam Top 50 lagu teratas di Spotify, baru-baru ini lagu ‘Runtuh’ juga telah mencapai angka 27 Juta  Streaming di Spotify. Menyusul kemudian Official Audio dari lagu ini yang diunggah di Youtube juga telah mengumpulkan 24 juta views, sementara Live Session Runtuh di Youtube nya telah hampir mencapai angka 10 juta views.

Feby Putri
Feby Putri / Foto : Dok. Feby Putri

Tentu, ini menjadi hal yang luar biasa bagi Feby dan Fiersa. Mereka berduapun akhirnya berharap agar lagu ini tetap menjadi soundtrack di kehidupan para penikmatnya sekaligus menjadi sebuah pengingat bahwa tidak apa-apa untuk merenungi dan merasakan kesedihan tanpa harus membohongi orang-orang disekitar kalau kita sedang baik-baik saja. (EH).