Beranda blog Halaman 223

Tawuran Remaja di Cikarang Utara Tewaskan 2 Orang, Empat Kritis

0
Tawuran antarkelompok remaja kembali memakan korban jiwa. (Foto: Ilustrasi)
Tawuran antarkelompok remaja kembali memakan korban jiwa. (Foto: Ilustrasi)
Indeks News – Tawuran antarkelompok remaja kembali memakan korban jiwa. Peristiwa bentrok berdarah itu terjadi di Jalur Pantura, Jalan Raya Urip Sumoharjo, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (24/9/2025) malam.

Akibat kejadian tersebut, dua orang remaja tewas sementara empat lainnya kritis dengan luka bacok serius.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuana Putra, mengatakan aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Anggota kepolisian dari Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi sudah langsung melakukan olah TKP,” ujar Agta, Kamis (25/9/2025).

Dalam penyisiran di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam (sajam) yang diduga digunakan dalam aksi tawuran.

Diduga, sebagian sajam sempat dibuang oleh para pelaku saat berusaha melarikan diri ketika polisi dan warga datang membubarkan keributan.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga sekitar, bentrokan antar remaja itu berlangsung cukup brutal. Seorang warga bernama Irfan mengaku awalnya mendengar suara gaduh dari dalam rumah. Begitu keluar, ia melihat sekelompok remaja yang saling serang dengan senjata tajam.

“Kita itu spontanitas ya. Ada keramaian, terus saya keluar, tuh. Ternyata ada keributan antarpelajar, yang saya tahu itu,” ungkap Irfan.

Irfan menambahkan, jumlah remaja yang terlibat tawuran mencapai lebih dari 20 sepeda motor.

Bahkan, sebagian warga ikut turun tangan untuk membubarkan mereka meski sempat dihantui rasa takut, mengingat para pelajar itu membawa senjata tajam berukuran besar.

“Banyak yang terlibat, lebih dari 20 sepeda motor. Saya sempat ikut membubarkan dan sempat mengikuti juga. Ternyata ada korban juga, salah satunya yang menabrak tiang listrik,” tambahnya.

Korban Jiwa dan Luka Berat

Selain menimbulkan kepanikan warga sekitar, tawuran itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Dua remaja tewas di lokasi akibat luka bacok parah, sedangkan empat orang lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Hingga kini, identitas para korban masih didalami pihak kepolisian.

Polisi Dalami Motif

Polres Metro Bekasi saat ini tengah mendalami motif di balik aksi tawuran tersebut.

Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui keterlibatan pelajar dalam insiden tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa saja yang terlibat, termasuk mencari dalang yang menggerakkan tawuran ini,” kata Agta.

Resah Warga

Warga sekitar lokasi kejadian mengaku resah atas maraknya aksi tawuran remaja di kawasan Bekasi, terutama yang melibatkan pelajar dengan membawa senjata tajam.

Mereka berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan bentrok pelajar, terutama pada malam hari.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus tawuran remaja di wilayah Jabodetabek yang kerap berakhir tragis. Selain mengancam keselamatan jiwa, aksi brutal tersebut juga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Irma Suryani Minta Guru Tolak Menu MBG Berisiko Keracunan

0
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mengimbau para guru agar berani menolak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mengimbau para guru agar berani menolak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan siswa.
Indeks News – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mengimbau para guru agar berani menolak menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Imbauan itu disampaikan Irma Suryani menyusul kasus keracunan massal akibat program MBG di Jawa Barat awal pekan ini.

Peristiwa tersebut menimbulkan korban hingga 842 siswa yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program pemerintah tersebut.

“Tentu para guru harus berani menolak makanan yang berpotensi membuat anak-anak keracunan,” ujar Irma Suryani dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

Menurut Irma Suryani, guru memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Pengawasan sederhana dapat dilakukan dengan memeriksa kondisi fisik menu, seperti mengecek bau maupun tampilan makanan.

Jika ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi, guru sebaiknya segera melaporkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Tidak ada salahnya minimal dicek dari bau dan kualitas menu, dan jika dinilai tidak sesuai sebaiknya para guru melaporkan pada SPPG untuk ditarik. SPPG diwajibkan mengganti menu tersebut dengan makanan yang lebih layak dan sesuai kandungan gizinya,” tegasnya.

Lebih jauh, Irma menegaskan bahwa pengawasan program MBG tidak bisa hanya diserahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi makanan, mulai dari guru, orang tua, hingga distributor MBG, juga harus aktif melakukan pengawasan.

“Semua yang terlibat dalam distribusi MBG, termasuk para guru, sebaiknya ikut melakukan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak didiknya sebelum didistribusikan,” pungkas Irma.

Dalam Drama Politik Korea: Mantan Presiden Yoon Suk Yeol dan Istri Sama-Sama Jalani Proses Hukum

0
Drama Politik Korea: Mantan Presiden Yoon Suk Yeol dan Istri Sama-Sama Jalani Proses Hukum
Indek News, SeoulMantan Presiden Korea Selatan (Korsel) mencatat sejarah baru dengan dimulainya persidangan terhadap mantan Ibu Negara Kim Keon Hee, Rabu (24/9/2025). Ini menjadi kali pertama dalam sejarah Korsel seorang mantan Ibu Negara diadili di pengadilan atas dugaan korupsi.

Kim, istri dari mantan Presiden Yoon Suk Yeol, ditangkap pada Agustus lalu dengan berbagai tuduhan, mulai dari manipulasi saham hingga kasus korupsi. Sidang perdana digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul dengan pengawalan ketat.

Mengenakan setelan jas berwarna gelap dengan rambut diikat rapi, Kim tampil sederhana namun mencolok dengan lencana narapidana bernomor 4398. Saat hakim mengonfirmasi identitas, ia hanya menjawab singkat: “Saya menganggur.”

Kasus ini menempatkan Korsel dalam situasi unik, di mana mantan Presiden dan mantan Ibu Negara menghadapi proses pidana secara bersamaan. Yoon, yang dimakzulkan pada Desember 2024 karena menetapkan darurat militer kontroversial, kini menghadapi dakwaan pemberontakan.

Sementara itu, Kim menghadapi sorotan publik sejak lama, terutama terkait dugaan manipulasi saham dan penerimaan tas tangan merek Dior dari seorang pendeta pada 2022. Ia juga dituduh mencampuri proses pencalonan anggota parlemen dari partai yang dipimpin Yoon, yang diduga melanggar undang-undang pemilu.

Para pengamat menilai persidangan Kim berpotensi membuka kembali kontroversi seputar pasangan mantan orang nomor satu Korsel tersebut. Banyak pihak menduga keduanya memiliki peran dalam memengaruhi pemilu parlemen melalui kekuatan politik dan jaringan kekuasaan.

Sebelumnya, Yoon sempat memveto tiga rancangan undang-undang (RUU) investigasi yang disahkan parlemen untuk menyelidiki kasus sang istri. Veto terakhir ia keluarkan pada November 2024, hanya sepekan sebelum mengumumkan darurat militer yang memicu kekacauan nasional.

Kini, publik Korsel menunggu apakah proses hukum terhadap Kim akan menjadi titik balik dalam pemberantasan korupsi politik di Negeri Ginseng.

Polres Metro Depok Berhasil Gulung Sindikat Narkoba, 78,65 Kg Ganja Disita

0
Polres Metro Depok berhasil membongkar sindikat pengedar narkoba dengan barang bukti berupa 78,65 kilogram ganja.
Polres Metro Depok berhasil membongkar sindikat pengedar narkoba dengan barang bukti berupa 78,65 kilogram ganja.
Indeks News – Polres Metro Depok berhasil membongkar sindikat pengedar narkoba dengan barang bukti berupa 78,65 kilogram ganja.

Kapolres Metro Depok menyapaikan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya dugaan transaksi narkoba di kawasan Cilodong, Depok, pada Selasa (5/9/2025).

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera bergerak dan menangkap dua orang pelaku berinisial RDN dan DNM. Dari tangan keduanya, petugas menyita 38 kilogram ganja, dua koper, serta satu timbangan digital.

“Setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka RDN dan DNM, kami amankan barang bukti berupa 38 kilogram ganja, dua koper, dan satu timbangan digital,” ujar Kombes Pol Ahmad Abdul dalam konferensi pers di Mapolres Metro Depok, Kamis (25/9/2025).

Pengembangan kasus terus dilakukan. Polisi kembali menangkap dua pelaku lain, AJ dan MAR, di Jakarta Timur pada Kamis (7/9/2025).

Dari keduanya, petugas menyita dua koper berisi 39 kilogram ganja. Penyelidikan berlanjut hingga ke Bandung, tempat polisi berhasil membekuk RDG dan MS yang berperan sebagai kurir dalam sindikat tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap peran masing-masing tersangka. RDN, DNM, AJ, dan MAR berperan sebagai bandar, sementara RDG dan MS bertugas sebagai kurir. Keenam pelaku diketahui menjemput ganja menggunakan koper yang dibawa dari Medan menuju Depok dengan menumpang bus antarkota.

Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Yefta Ruben, menjelaskan modus operandi sindikat tersebut.

“Mereka menggunakan koper untuk mengelabui petugas. Transportasi umum dipilih karena pemeriksaan terhadap barang bawaan seperti koper relatif longgar, sehingga menjadi celah bagi para pelaku untuk menyelundupkan narkotika dari Medan ke Jakarta,” ungkapnya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 78 paket ganja dengan berat total 78,65 kilogram, dua timbangan digital, empat koper, dan enam ponsel.

Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Kematian Lima Warga Sipil Diserang KKB di Yahukimo

0
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Ops Damai Cartenz) tengah menyelidiki aksi kekerasan yang menewaskan lima warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Ops Damai Cartenz) tengah menyelidiki aksi kekerasan yang menewaskan lima warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Indeks News – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Ops Damai Cartenz) tengah menyelidiki aksi kekerasan yang menewaskan lima warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Aksi kekerasan yang menewaskan lima warga sipil di Distrik Seradala tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak pada Minggu (20/9) hingga Senin (21/9).

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi berinisial DA, pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT, dua pekerja ditemukan meninggal dunia dengan luka kekerasan di Jalan Poros Kampung Bingki, Distrik Seradala.

“Mengetahui insiden kekerasan yang menewaskan lima warga sipil di Distrik Seradala tersebut, sejumlah penambang berencana menuju Dekai untuk menyelamatkan diri. Namun, rencana itu urung dilakukan karena cuaca buruk,” kata Faizal dalam keterangan tertulis, Kamis (25/9/2025).

Keesokan harinya, Senin (21/9) sekitar pukul 08.00 WIT, KKB kembali melancarkan serangan di Camp Kali Kulum. Selain terjadi kontak tembak, proses evakuasi korban juga terkendala faktor cuaca. Hingga kini, data para korban masih dalam proses penyelidikan.

“Informasi yang kami dapat, ada lima korban jiwa,” ujar Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menambahkan bahwa patroli dan pengamanan di sekitar lokasi telah ditingkatkan guna memulihkan rasa aman serta mencegah jatuhnya korban jiwa lanjutan.

“Satgas Ops Damai Cartenz mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan terdekat,” ucapnya.

Rekening BNI Rp204 Miliar Ludes Dibobol dalam 17 Menit

0
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus pembobolan rekening dormant milik Bank Negara Indonesia (BNI) dengan nilai fantastis mencapai Rp.204 miliar.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus pembobolan rekening dormant milik Bank Negara Indonesia (BNI) dengan nilai fantastis mencapai Rp.204 miliar.
Indeks News – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus pembobolan rekening dormant milik Bank Negara Indonesia (BNI) dengan nilai fantastis mencapai Rp.204 miliar.

Kasus pembobolan ini melibatkan sindikat terorganisir yang beroperasi dengan modus penyalahgunaan akses sistem perbankan.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (25/9/2025), menjelaskan bahwa aksi pembobolan tersebut terjadi pada Jumat, 20 Juni 2025.

Para pelaku pembobolan rekening dormant milik Bank BNI memanfaatkan celah keamanan dengan memindahkan dana nasabah tanpa kehadiran fisik pemilik rekening atau in absentia.

“Sindikat pembobol bank dengan modus melakukan akses ilegal untuk pemindahan dana di rekening dormant secara in absentia atau tanpa kehadiran fisik nasabah senilai Rp204 miliar,” ungkap Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi.

Modus Mengaku Satgas Perampasan Aset

Kasus ini bermula pada awal Juni 2025. Sindikat yang dikendalikan seorang pelaku berinisial C, menemui Kepala Cabang Pembantu Bank BNI di Jawa Barat berinisial AP.

Dalam pertemuan tersebut, C mengaku sebagai perwakilan dari Satgas Perampasan Aset yang sedang menjalankan tugas negara secara rahasia.

Dengan kedok tersebut, sindikat menjelaskan skema kerja mereka, termasuk peran masing-masing anggota, tahapan persiapan, hingga pembagian hasil.

Untuk menekan Kepala Cabang agar mau bekerja sama, sindikat bahkan melontarkan ancaman serius terhadap keselamatan dirinya beserta keluarganya.

“Setelah melakukan tekanan, sindikat memaksa Kepala Cabang menyerahkan User ID aplikasi Core Banking System. Ancaman keselamatan keluarga membuat Kepala Cabang akhirnya tunduk,” jelas Helfi.

Eksekusi 42 Transaksi dalam 17 Menit

Aksi besar ini dilakukan pada Jumat, 20 Juni 2025, sekitar pukul 18.00 WIB. Waktu tersebut dipilih dengan sengaja, karena menjelang akhir pekan dianggap sebagai celah untuk menghindari sistem deteksi otomatis bank.

User ID yang telah diserahkan kemudian dipakai oleh salah satu eksekutor, yang ternyata merupakan mantan teller bank. Dengan akses tersebut, sindikat melakukan pemindahan dana secara masif.

“Pelaku berhasil memindahkan uang Rp204 miliar ke lima rekening penampungan melalui 42 kali transaksi, hanya dalam waktu 17 menit,” beber Helfi.

Namun, sistem deteksi BNI tetap mampu membaca aktivitas mencurigakan tersebut. Pihak bank kemudian segera melaporkan kejanggalan itu kepada Bareskrim Polri.

Dana Rp204 Miliar Berhasil Diselamatkan

Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Bareskrim berkoordinasi cepat dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hasilnya, seluruh dana yang ditransfer secara ilegal berhasil ditelusuri dan diblokir.

“Dari hasil penyidikan, seluruh dana Rp204 miliar berhasil dipulihkan dan diselamatkan,” ujar Helfi.

9 Tersangka Ditangkap

Dalam pengembangan perkara ini, penyidik Bareskrim telah menetapkan sembilan orang tersangka. Mereka dikelompokkan berdasarkan peran masing-masing, termasuk dari kalangan internal bank.

“Kesembilan tersangka terdiri dari kelompok pelaku yang berasal dari karyawan bank, serta pihak eksternal yang berperan sebagai eksekutor dan koordinator,” jelas Helfi tanpa merinci identitas seluruh tersangka.

Kasus ini menegaskan adanya keterlibatan oknum internal yang dimanfaatkan sindikat kejahatan siber untuk melancarkan aksi mereka.

Bareskrim menegaskan akan terus mengusut kemungkinan adanya jaringan lain serta memastikan penguatan sistem keamanan perbankan.

Bareskrim Resmi Tetapkan 9 Tersangka Pembobolan Rekening Dormant Rp204 Miliar

0
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan pembobolan rekening dormant senilai Rp204 miliar. Para pelaku juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan pembobolan rekening dormant senilai Rp204 miliar. Para pelaku juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Indeks News – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan pembobolan rekening dormant senilai Rp204 miliar. Para pelaku juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Penyidik telah menetapkan sembilan orang tersangka,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2025).

Kesembilan tersangka terbagi dalam tiga klaster. Dari internal bank, yakni AP selaku Kepala Cabang Pembantu Bank BUMN dan GRH sebagai Consumer Relations Manager.

Dari kelompok pembobol dan eksekutor, yakni C, DR, NAT, R, dan TT. Sementara dua tersangka lain, DH dan IS, berperan sebagai pelaku TPPU.

5 3

Menurut Helfi, sindikat ini merupakan jaringan pembobol bank yang menargetkan rekening dormant di luar jam operasional.

Aksi dilakukan dengan illegal access sehingga dana bisa dipindahkan tanpa kehadiran fisik nasabah (in absentia).

Aksi pembobolan terjadi pada 20 Juni 2025. Sejak awal Juni, jaringan tersebut yang mengaku sebagai Satgas Perampasan Aset sudah melakukan pertemuan dengan kepala cabang pembantu sebuah bank di Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, mereka menyusun rencana, membagi peran, hingga skema pembagian hasil.

Istana Tegas! Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski Ada Usulan Dihentikan

0
Istana Tegas! Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski Ada Usulan Dihentikan
Indek News, Jakarta – Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski muncul desakan agar dihentikan akibat maraknya dugaan kasus keracunan di sejumlah daerah.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensetneg) Juri Ardiantoro menegaskan, pemerintah mendengar semua masukan, termasuk dari Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) yang meminta MBG dihentikan. Namun, kata Juri, pemerintah memilih tetap melanjutkan program dengan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Tentu didengar ya. Ada aspirasi yang minta evaluasi total, ada yang ingin dihentikan sementara, ada juga yang menyarankan tetap jalan sambil diperbaiki. Tapi sampai hari ini MBG tetap jalan. Masalah yang terjadi akan dievaluasi dan dicari jalan keluarnya,” ujar Juri dalam keterangannya, Rabu (25/9/2025).

Juri memastikan Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk segera mengatasi masalah yang terjadi serta menyiapkan langkah pencegahan ke depan.

“BGN sudah diberi arahan untuk memitigasi masalah dan menutup ruang terjadinya kasus baru. Pemerintah sudah ambil langkah cepat agar persoalan ini tidak berlarut,” katanya.

Ia menegaskan, MBG dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia. Karena itu, pemerintah berkomitmen menyelamatkan program tersebut tanpa mengabaikan evaluasi dan perbaikan.

“Yang penting, jangan sampai kasus ini membuat demoralisasi. MBG adalah program yang baik dan dibutuhkan. Pasti akan dicari jalan keluar agar kejadian tidak terulang,” jelasnya.

Sebelumnya, JPPI mendesak program MBG dihentikan setelah muncul dugaan kasus keracunan di sejumlah daerah. Koordinator Program dan Advokasi JPPI, Ari Hadianto, menyebut kasus keracunan bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kesalahan sistem di BGN.

“Tolong sampaikan kepada Presiden, hentikan MBG sekarang juga. Jangan jadikan anak sebagai target program politik. Yang utama adalah keselamatan dan tumbuh kembang mereka,” ujar Ari dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (22/9/2025).

JPPI menilai evaluasi total wajib dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa siswa di berbagai daerah.

Donald Trump Puji Hasil Pidato Prabowo di PBB, Pakar: Indonesia Kian Dipandang Dunia

0
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto setelah menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Fuad Hashim/Infografis detikcom)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto setelah menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Fuad Hashim/Infografis detikcom)
Indeks News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto setelah menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pidato yang penuh penekanan dan kritik konstruktif itu dinilai mampu mengangkat citra Indonesia sekaligus mempertegas peran Prabowo sebagai figur internasional yang diperhitungkan.

Pujian datang langsung dari Presiden AS Donald Trump. Sementara analisis mengenai makna pujian tersebut disampaikan oleh pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung berbagai isu global:

– Sejarah penjajahan Indonesia yang menimbulkan luka mendalam.

– Kesetaraan manusia dan inspirasi demokrasi dari Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

– Penindasan terhadap rakyat Palestina yang masih berlangsung hingga kini.

– Lahirnya PBB sebagai lembaga yang diharapkan menjaga perdamaian dunia.

– Komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian dengan menegaskan kesiapan mengirimkan puluhan ribu pasukan perdamaian tambahan.

Prabowo menyampaikan pidatonya dengan gaya tegas, bahkan beberapa kali menghentakkan tangannya ke podium. Salah satunya ketika menegaskan penderitaan rakyat Indonesia di masa kolonialisme.

“Selama berabad-abad, rakyat Indonesia hidup di bawah penjajahan, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah daripada anjing di tanah air kami sendiri,” ujar Prabowo lantang.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto setelah menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto setelah menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pidato Prabowo berlangsung di markas besar PBB, New York, pada Kamis (25/9/2025). Ia mendapat giliran ketiga, setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump.

Mengapa Trump Memuji?

Menurut Teuku Rezasyah, pujian Trump muncul karena kualitas pidato Prabowo yang dinilai sistematis, filosofis, dan menggunakan bahasa Inggris sederhana yang mudah dipahami publik.

“Donald Trump mengagumi figur Presiden Prabowo yang menguasai substansi pidato serta menghanyutkan publik karena aspirasi mereka terwakili,” kata Reza.

Trump juga menilai Prabowo mampu menyampaikan kritik terhadap PBB dengan cara konstruktif. Jika Trump biasanya mengkritik secara frontal, Prabowo justru menghadirkan kritik yang membangun dengan bukti nyata.

“Trump mengagumi kemampuan Prabowo membuka mata dan hati para hadirin, dengan kosa kata akurat dan tegas, namun tetap berpegang pada idealisme Piagam PBB. Dengan cara ini, pihak yang dikritik tidak merasa perlu membalas,” tambah Reza.

Bagaimana Hubungan Prabowo dan Trump Sebelumnya?

Reza mengungkapkan bahwa kesan positif Trump terhadap Prabowo sudah terbangun sejak lama, bahkan sebelum pertemuan di PBB. Pada 2023, keduanya pernah melakukan percakapan via telepon yang cukup akrab.

Namun, menurut Reza, ada sisi lain yang membuat Trump sekaligus “cemburu” pada Prabowo, yakni kedekatan Presiden RI itu dengan tokoh-tokoh dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Kehadiran Prabowo pada parade militer China beberapa waktu lalu disebut menjadi bukti komitmen besar Indonesia untuk menjalin hubungan dengan berbagai negara di tengah tantangan domestik.

Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Reza menilai pidato Prabowo memberikan dampak besar bagi posisi Indonesia di panggung dunia.

“Presiden Prabowo semakin dikenal sebagai figur pemersatu lintas kawasan dan lintas peradaban. Ia diperkirakan mampu menangani masalah-masalah genting dunia secara beradab dan berbasis hukum internasional,” ujar Reza.

Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB bukan hanya mendapat apresiasi dari publik internasional, tetapi juga pujian langsung dari Presiden AS Donald Trump.

Dengan gaya tegas, narasi filosofis, dan kritik yang membangun, Prabowo berhasil menampilkan Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada keadilan, perdamaian, dan solidaritas global.

Polairud Berhasil Gagalkan Penyelundupan 29 PMI Ilegal di Tanjung Balai

0
Tim Subdit Patroli Air Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Tim Subdit Patroli Air Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Indeks News – Tim Subdit Patroli Air Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 29 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Operasi penegakan hukum yang dilakukan di laut ini berhasil mengamankan puluhan orang yang hendak diberangkatkan secara ilegal menuju Malaysia.

Dari total 29 orang, sebanyak 19 di antaranya merupakan WNI, 9 warga negara Bangladesh, serta 1 bayi. Selain itu, seorang tekong kapal berinisial MFL (21) juga turut diamankan, Rabu 24 September 2025.

Tersangka MFL merupakan warga Teluk Nibung, Tanjung Balai, yang berperan sebagai nakhoda kapal. Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 1 unit kapal motor tanpa nama bermesin Hyundai 4 silinder dan 1 unit telepon genggam Redmi yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam operasi penyelundupan tersebut.

Pengungkapan kasus ini berlangsung di perairan Tanjung Balai, sebuah wilayah pesisir di Sumatera Utara yang kerap menjadi jalur keluar masuk pekerja migran ilegal menuju Malaysia.

Operasi dilakukan oleh tim patroli laut Polairud dalam rangkaian pengawasan rutin di wilayah perairan Indonesia, khususnya di jalur rawan perdagangan orang.

Polairud Berhasil Gagalkan Penyelundupan 29 PMI Ilegal di Tanjung Balai
Polairud Berhasil Gagalkan Penyelundupan 29 PMI Ilegal di Tanjung Balai

Direktur Polisi Perairan Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol Idil Tabransyah, menegaskan bahwa praktik penyelundupan PMI ilegal merupakan bentuk perdagangan manusia yang merugikan negara sekaligus membahayakan keselamatan warga.

“Kami akan terus berupaya memberantas sindikat pengiriman pekerja migran ilegal. Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang perlindungan terhadap warga negara Indonesia dan kedaulatan negara,” ujarnya Brigjen Pol Idil Tabransyah, Kamis 25 September 2025.

Kasus ini diungkap setelah patroli laut mendapati kapal mencurigakan yang tengah berlayar di perairan Tanjung Balai.

Saat diperiksa, kapal tersebut ternyata membawa puluhan calon pekerja migran tanpa dokumen resmi.

Seluruh penumpang kemudian diselamatkan dan diserahkan ke instansi terkait untuk pendataan serta penanganan lebih lanjut.

Konsekuensi hukum: Tersangka MFL dijerat dengan Pasal 83 jo Pasal 68 dan Pasal 81 jo Pasal 69 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Pasal 120 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (yang telah diubah dengan UU No. 63 Tahun 2024), jo Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP.

Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara hingga 10 tahun serta denda maksimal Rp15 miliar.