Pep Guardiola Teriakkan Genosida Israel di Gaza: “Anak-Anak Dibantai, Dunia Harus Bertindak!”

Indeks News – Pep Guardiola, pelatih Manchester City, kembali membuat pernyataan tegas soal krisis kemanusiaan di Gaza. Ia dengan lantang menyebut tindakan militer Israel sebagai genosida yang terjadi secara nyata dan brutal di depan mata dunia.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Pep Guardiola mendukung demonstrasi pro-Palestina di kota kelahirannya, Barcelona, pada Sabtu (4/10/2025). Video tersebut telah ditonton lebih dari 6 juta kali hingga Minggu dini hari.

“Kita sedang menyaksikan genosida secara langsung. Ribuan anak sudah tewas dan mungkin lebih banyak lagi yang akan menyusul,” tegas Guardiola.

Ia menggambarkan kondisi Gaza yang luluh lantak, dengan rakyatnya hidup tanpa tempat berlindung, makanan, air bersih, atau akses obat-obatan. Guardiola menekankan bahwa aksi kolektif masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menekan para pemimpin dunia agar segera bertindak.

Bukan Sekadar Komentar Emosional

Ini bukan pertama kalinya Pep Guardiola angkat suara soal konflik Israel-Palestina. Saat menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Manchester pada Juni 2025, Guardiola juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

“Sangat menyakitkan melihat apa yang terjadi di Gaza. Ini bukan soal ideologi, tapi soal kemanusiaan,” ucapnya dalam pidatonya.

Sebagai seorang ayah dari tiga anak—Maria, Marius, dan Valentina— Pep Guardiola mengaku trauma melihat gambar anak-anak Palestina yang terbunuh. Ia mengingatkan bahwa tragedi ini bisa menyentuh siapa saja, kapan saja.

Dukungan Dunia Sepak Bola Terus Mengalir

Guardiola bukan satu-satunya sosok dalam dunia olahraga yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Sebanyak 50 atlet profesional, termasuk gelandang Crystal Palace Cheick Doucouré dan mantan pemain Chelsea Hakim Ziyech, menandatangani surat terbuka yang mendesak UEFA untuk mencoret tim nasional dan klub-klub Israel dari seluruh kompetisi Eropa.

“Olahraga tidak bisa tinggal diam sementara warga sipil, termasuk anak-anak, dibunuh secara massal di Gaza,” bunyi surat tersebut.

Solidaritas juga ditunjukkan oleh klub Spanyol, Athletic Club Bilbao, yang mengundang pengungsi Palestina ke Stadion San Mamés sebelum laga melawan Mallorca. Bahkan dalam pertandingan Osasuna vs Getafe, aksi protes muncul dari penonton yang melempar bola tenis ke lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

Fakta Lapangan: Ribuan Tewas, Dunia Mulai Bersikap

Sejak dimulainya invasi darat Israel ke Gaza, lebih dari 60.000 warga Palestina dilaporkan tewas, berdasarkan data otoritas kesehatan lokal. Sementara itu, UEFA belum lagi menggelar pertandingan di wilayah Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.100 orang di pihak Israel.

Dalam laporan terbaru, Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza memenuhi definisi genosida. PBB menyoroti skala pembunuhan, penghancuran infrastruktur sipil, dan pemutusan akses terhadap kebutuhan dasar bagi penduduk Palestina.

Pep Guardiola kini menjadi suara penting dari dunia olahraga yang tidak tinggal diam. Seruannya bukan hanya panggilan hati seorang pelatih, tapi juga panggilan nurani bagi dunia yang terus menyaksikan penderitaan rakyat Palestina tanpa kepastian kapan akan berakhir.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses