Beranda PRODUK 2022, TuneCore Luncurkan Metoda Pembayaran di Negara Asia Tenggara

2022, TuneCore Luncurkan Metoda Pembayaran di Negara Asia Tenggara

TuneCore
TuneCore, sebuah divisi dari perusahaan musik digital global Believe yang berbasih di Paris, memperluas metode pembayaran di Asia Tenggara guna melayani musisi mereka yang sedang tumbuh di wilayah tersebut dengan lebih baik.

Komitmen TuneCore untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik bagi musisi-musisi independent di Asia Tenggara, dimana opsi pembayaran alternatif lebih populer dibanding kartu kredit.

TuneCore yang kehadirannya di internasional telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 18 bulan terakhir telah bermitra dengan platform teknologi finansial global, Ayden. TuneCore juga telah meluncurkan metode pambayaran lokal di negara Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia dengan menggunakan Dana dan GoPay (segera hadir).

TuneCore

“Seiring dengan terus berkembangnya TuneCore, kami tidak hanya menawarkan layanan terbaik di kelasnya di tingkat dunia, perusahaan ini juga membawa pola pikir yang sama ke pasar lokal. Untuk artis TuneCore, kami tidak hanya ingin mendukung kesenian mereka, tetapi kami ingin memudahkan mereka untuk mendistribusikan musik mereka” ujar Andreea Gleeson, CEO TC.

“Tahun lalu, kami meluncurkan paket New Artist, yang memungkinkan pembuat konten merilis musik mereka ke platform sosial tanpa biaya di muka. Sekarang, dengan peluncuran layanan pembayaran kami yang diperluas, pembuat konten dapat mengakses layanan distribusi secara penuh dengan lancar,” tambah Andreea

TuneCore

Andreea sempat berkunjung ke langsung ke Indonesia, ditemani oleh Cyrus Chen (head of TuneCore SEA), Melanie Seddon (Senior Director of Brand Marketing), dan Maria Ho-Burge (Global Head of Corporate Communication).

Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, Andreea juga menyempatkan untuk bertemu musisi-musisi Indonesia yang telah menggunakan layanan platform ini  untuk mendistribusikan karya-karya mereka. Musisi Indonesia tersebut diantaranya adalah: Gerald Situmorang, Ify Alyssa, Lafa Pratomo, Danilla, Iga Massardi, Gamaliel, dan Jelita.

TuneCore

“Kita tahu dari beberapa riset bahwa wilayah Asia Tenggara berpotensi untuk menjadi pasar musik yang besar, dan saya rasa itu tidak akan makan waktu lama. Secara spesifik, Indonesia adalah prioritas untuk pasar musik dari platform. Jadi, Indonesia adalah salah satu target market yang penting,” ungkap Andreea.

BACA JUGA  Band Rock “Deep Purple” Bakal Konser Maret 2023 di Solo.

“Kami ingin, artis lokal disini percaya kalau mereka sebenarnya bisa mengenalkan karya mereka ke banyak orang, baik secara lokal maupun internasional. Jadi, kami berharap banyak musisi di Indonesia lebih percaya diri terhadap karyanya,” pungkasnya

Facebook Comments

Artikulli paraprak10 Minuman Penambah Darah yang Alami dan Sehat
Artikulli tjetërErros Djarot: Ganjar Sengaja Diombang-Ambingkan PDIP agar Elektabilitasnya Makin Naik