Beranda EKONOMI Minyak Goreng di Bandar Lampung Dibandrol Rp 35 Ribu/Liter

Minyak Goreng di Bandar Lampung Dibandrol Rp 35 Ribu/Liter

Minyak Goreng Lampung
Kelangkaan minyak goreng karena stok kosong.Masyarakat semakin sulit mendapatkan minyak goreng di pasaran. hingga harga minyak goreng yang melambung tinggi menembus Rp 35.000/liter yang dijual kepada masyarakat.

Padahal, sejak 1 Februari 2022 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah Rp11.500/liter. Minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500/liter dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan HET minyak goreng sawit.

Pedagang di Pasar Gudanglelang, Bandar Lampung, Pajaroni, mengatakan minyak goreng saat ini susah didapatkan baik minyak goreng kemasan maupun kemasan curah. Sementara masyarakat banyak yang membutuhkan minyak goreng. Kalaupun ada, harga minyak goreng dijual sampai Rp 35.000/liter.

“Minyak goreng adanya merk Barco dengan harga Rp35 ribu/kemasan 1 liter dan Rp65 ribu/kemasan 2 liter. Minyak goreng sesuai HET kosong. Gak tahu kenapa, padahal kemarin Menteri dateng, tapi tetap aja minyak susah,” jelasnya. Senin (14/2).

Pajaroni menceritakan minyak goreng kemasan sesuai HET belum pernah masuk ditokonya. Ia mendapatkan minyak goreng kemasan beli digrosiran dengan harga modal Rp16 ribu/liter dan dijual kepada komsumen diharga Rp18 ribu-Rp20 ribu/liter, namun sejak tiga hari lalu barangnya kosong tidak tersedia.

Sementara untuk minyak goreng curah dijual dengan harga Rp18 ribu-Rp19 ribu/kg, namun saat ini minyak goreng curah sudah langka, ditempatnya sudah sebulan minyak goreng curah tidak dijual karena stock kosong dan barang susah didapatkan.

“Hari biasanya minyak goreng kemasan bisa laku 3 dus atau 36 liter dalam sehari. Tapi kini kosong, konsumen yang berdagang gorengan, kue dan angkringan banyak yang mengeluh susah dapet minyak. Bahkan, ada juga yang menutup dagangannya karena gak ada minyak,” tuturnya.

Begitupun disampaikan oleh Pedagang di Pasar Tamin Bandar Lampung, Setiarin. Ia mengatakan minyak goreng di kiosnya kosong. Sementara banyak pembeli yang mencari minyak goreng namun terpaksa balik badan karena tidak ada minyak goreng.

“Minyak goreng kosong,” singkatnya. (Kay)

Iklan
Artikulli paraprakOknum Jaksa di Lampung Utara Diduga Terlibat Mafia Tanah
Artikulli tjetërDua Pemuda di Bengkulu Diamankan Bersama 6 Paket Narkoba