Beranda blog Halaman 231

Tragedi Berdarah di Kontrakan Kalibaru, Pembunuhan Sadis Dipicu Cinta Segitiga

0
Kontrakan

Indeks News – Jakarta Utara digemparkan oleh tragedi berdarah pada Kamis siang, 28 Agustus 2025. Seorang pemuda bernama Mohammad Yusuf alias Aco (19) tewas ditikam di sebuah kontrakan di Jalan Kalibaru Timur, RT 03 RW 01, Kelurahan Kalibaru, Cilincing. Kontrakan sederhana itu kini menjadi saksi bisu cinta segitiga yang berakhir dengan maut.

Siang itu, sekitar pukul 14.30 WIB, Aco tengah berkunjung ke kamar kontrakan yang ditempati Indri, kekasih barunya. Saat Indri mandi, Aco menemukan fakta mengejutkan di ponsel sang pacar. Indri rupanya masih berhubungan dengan mantan kekasihnya, Andi Al Azhar Sofyan alias Caka (36).

Cemburu membara, Aco menantang Caka lewat pesan singkat. “Weh elu cowok bukan, kalo lu cowok sini samperin gua ke kontrakan cewek gua,” ungkap Caka saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat 19 September 2025.

Merasa diremehkan, Caka datang dengan penuh amarah. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Dengan badik sepanjang 30 sentimeter yang sudah ia bawa, Caka menusuk punggung Aco dari belakang. Tikaman itu langsung menembus paru-paru korban.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, luka tusukan tersebut membuat paru-paru Aco kempis dan kehilangan suplai oksigen. Ia meregang nyawa seketika di lantai kamar kontrakan itu.

Pelarian Panjang Sang Pembunuh

Usai menikam, Caka dan Indri kabur meninggalkan Aco yang bersimbah darah. Tanpa rasa iba, mereka meninggalkan tubuh korban terkapar tak bernyawa.

Caka melarikan diri naik motor ke Petamburan, lalu menyeberang dengan bus ke Brebes, hingga akhirnya bersembunyi di Bengkulu. “Saya kabur ke rumah teman, kenalan saya aja,” katanya.

Namun pelariannya hanya bertahan 20 hari. Pada 17 September 2025, tim gabungan Polsek Cilincing, Polres Metro Jakarta Utara, dan Polda Bengkulu berhasil menangkapnya. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menegaskan bahwa Caka kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, Indri masih berstatus sebagai saksi meski perannya dalam tragedi ini menjadi sorotan.

Kontrakan Saksi Bisu

Kontrakan tempat kejadian berada di belakang Pasar Jalan Baru, Cilincing. Kamar di lantai dua yang menjadi lokasi pembunuhan hingga kini masih dipasangi garis polisi.

Pemilik kontrakan, Rusbianto (66), bercerita bahwa sejak Juli 2025 kontrakan itu disewa Indri dan Caka. “Namanya Indri sama Caka. Caka itu suaminya, Indri itu istrinya. Baru mau jalan dua bulan ngontrak di sini,” katanya.

Bagi Rusbianto, sosok Aco tidak dikenalinya. Pemuda itu hanyalah tamu Indri pada hari naas tersebut. Setelah kejadian, baik Indri maupun Caka langsung menghilang dari kontrakan.

Warga sekitar juga ikut merasakan dampak tragedi ini. Fendy Law (44), tetangga kontrakan, mengaku istrinya trauma dan mendesak pindah rumah meski baru empat hari tinggal di sana.

“Istri saya ketakutan karena ada orang mati. Kata saya cuma bisa menenangkan, orang mati butuh doanya orang yang hidup,” ujarnya lirih.

Kini, kontrakan yang tadinya dipenuhi hiruk pikuk penyewa, mendadak sunyi dan menyimpan cerita pilu. Luka keluarga korban mungkin tak akan pernah sembuh, sementara lingkungan sekitar masih diliputi ketakutan.

Kasus ini menjadi pengingat betapa cinta yang diliputi kebohongan dan amarah dapat berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.

2025 Sam Wills Ceritakan Merindukan Seseorang yang Sudah Berpisah Lewat “Voicenotes”

0
Sam Wills
Foto: by @Sophiajcarey
Sam Wills Penyanyi-penulis lagu R&B dan soul-pop asal Inggris, Sam Wills, merilis single barunya yang sangat pribadi berjudul ‘Voicenotes’ pada 5 September, diambil dari album keduanya yang sangat ditunggu, ‘Speak’ (rilis 3 Oktober).

Perilisan single Sam Wills ini hadir di tengah kesuksesan streaming yang luar biasa di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan signifikan di Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina – wilayah yang ingin ia kunjungi pada tur 2026. ‘Voicenotes’, trek sebelum terakhir di ‘Speak’, adalah eksplorasi lembut tentang berpisah dengan seseorang dan kenangan hubungan yang masih tersisa.

Single Sam Wills Ditulis bersama kolaborator jangka panjang Phairo, melodinya dipenuhi rasa rindu dan nostalgia, sebanding dengan standar jazz klasik.

Sam Wills
Foto: by @sophiajcarey

“Voicenotes bercerita tentang merindukan seseorang yang sudah berpisah, terjaga di malam hari diterangi cahaya biru ponsel sambil mendengarkan pesan suara lama dari mereka,” jelas Sam Wills.

Lagu ini menampilkan perpaduan khas Wills antara produksi yang rumit dan harmoni yang kaya, dengan vokal yang berpadu indah dengan sentuhan produksi ringan. ‘Voicenotes’ membangkitkan keanggunan abadi Nat King Cole dan Billie Holiday dengan sentuhan Prince dan Bobby Caldwell, namun tetap sangat abad ke-21 dalam sifat dan temanya. ‘Speak’ menandai babak baru yang berani bagi artis asal Hastings ini, bercerita secara berurutan tentang keputusasaan, cinta, patah hati, penerimaan, dan melanjutkan hidup.

Sam mengasingkan diri ke kabin di hutan yang ia bangun saat membuat debutnya untuk menciptakan album ini, menghadapi perasaan stagnasi dan keinginan untuk lari dari kenyataan. Dipengaruhi oleh Dijon, Mk.gee, dan Frank Ocean, ‘Speak’ mengaburkan batas genre dengan aransemen yang matang, memadukan jazz, hip hop, R&B, dan musik folk. Album ini mengikuti single sebelumnya ‘Amelia’, ‘Coulda Been Us’ dan ‘We Both Know’, membangun kesuksesan besar dari album debutnya tahun 2021, ‘Breathe’, yang telah mengumpulkan lebih dari 450 juta streaming di seluruh dunia.

Sam Wills
VOICENOTES ARTWORK

Single terobosannya, ‘Traingazing feat. Honey Mooncie’, menjadi sensasi viral di TikTok dan Instagram, memantapkan posisinya sebagai bintang yang sedang naik dengan daya tarik global. Musik Wills telah mendapat dukungan dari Victoria Jane (BBC Radio 1), Elton John’s Rocket Hour (Apple Music), DJ Target (BBC 1Xtra), dan Jamie Cullum (BBC Radio 2), serta tampil di Complex, Line Of Best Fit, dan Dummy.

Penampilan langsungnya telah memikat penonton di festival termasuk Cross The Tracks, El Dorado, Reeperbahn, dan The Great Escape Festival, selain konser utama yang ludes terjual di London seperti Lafayette, Colours Hoxton, dan Jazz Café.

Sebagai kolaborator yang banyak dicari, Wills telah bekerja dengan artis terkenal termasuk Jorja Smith, Disclosure, SG Lewis, Kofi Stone, dan Lucky Daye (di album pemenang Grammy-nya).

Sam Wills
Foto: by @Sophiajcarey

Dengan momentum streaming di Asia Tenggara yang terus berkembang, Wills secara aktif merencanakan tur regional pertamanya untuk tahun 2026, menargetkan pasar utama di mana musik soul-nya telah menemukan audiens yang antusias. ‘Voicenotes’ dirilis 5 September. ‘Speak’ hadir 3 Oktober.

Makan Bergizi Gratis Basi, Ribuan Siswa Jadi Korban: Program Triliunan Rupiah Terancam Gagal?

0
Makan Bergizi Gratis

Indeks News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Harapan besar pemerintah untuk meningkatkan gizi pelajar justru ternodai dengan temuan menu basi hingga kasus keracunan massal di berbagai daerah. Ironisnya, program bernilai triliunan rupiah ini kini dipertanyakan efektivitas dan pengawasannya.

Di SMAN 15 Surabaya, Kamis (18/9), sejumlah siswa mendapati makanan yang seharusnya menyehatkan justru mengeluarkan bau tak sedap. Saat tutup wadah dibuka, aroma basi dari sayuran langsung menyergap. Banyak siswa memilih tidak menyentuh menu yang dibagikan.

Kepala sekolah, Johanes Mardijono, mengaku kaget. Delapan hari sebelumnya, makanan yang dibagikan selalu sesuai harapan siswa. Namun, pada hari kesembilan, sekitar 30 persen dari 1.285 siswa enggan makan karena mencurigai makanan tidak layak konsumsi.

Meski demikian, Johanes memastikan tidak ada siswa keracunan karena pihak sekolah segera menarik menu yang dianggap bermasalah dan mengembalikannya kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program MBG pun tetap berjalan di hari berikutnya.

Ribuan Anak Keracunan di Daerah Lain

Kasus di Surabaya hanyalah bagian kecil dari persoalan besar. Di banyak wilayah, menu MBG justru memicu keracunan massal. Terbaru, 251 siswa di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan gratis pada Rabu (17/9).

Data yang dihimpun Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) jauh lebih mencengangkan. Hingga kini, tercatat 5.360 anak di berbagai daerah mengalami keracunan. Banyak di antaranya harus berbaring di rumah sakit dengan selang infus di tangan mungil mereka.

“Kami tidak tega melihat anak-anak harus berjuang di rumah sakit hanya karena program ini. Presiden dan Badan Gizi Nasional jangan bermain-main dengan nyawa anak-anak bangsa,” tegas Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, seraya mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara MBG untuk evaluasi menyeluruh.

DPR Kritik Lemahnya Pengawasan

Sorotan tajam juga datang dari Komisi IX DPR RI. Anggota DPR Edy Wuryanto menyebut pengawasan MBG masih jauh dari maksimal. Menurutnya, fakta keracunan massal menunjukkan lemahnya kontrol mutu.

Edy mengkritik Badan Gizi Nasional (BGN) yang terlalu fokus mengejar kuantitas dapur demi serapan anggaran, tanpa memastikan kualitas. Dari anggaran Rp71 triliun, baru terserap 18,6 persen. “Yang dikejar itu jumlah dapur, bukan kualitas. Banyak dapur dibangun asal jadi, tidak memenuhi standar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya pengawasan dari BPOM dan Dinas Kesehatan daerah, padahal BPOM baru saja mendapat tambahan anggaran Rp700 miliar khusus untuk pengawasan.

Dugaan Ribuan Dapur Fiktif Makan Bergizi Gratis

Kritik lain muncul dari Nurhadi, anggota DPR dari Partai Nasdem. Ia mengungkap adanya dugaan 5.000 dapur MBG fiktif. Modusnya, oknum yang paham sistem pendaftaran dapur “mengunci” titik lokasi dengan yayasan mereka, lalu menjualnya ke investor tanpa membangun dapur sama sekali.

“Ribuan titik dapur mangkrak bukan sekadar soal teknis, tapi menyangkut hak anak-anak Indonesia untuk mendapat gizi layak,” tegas Nurhadi.

Namun, Kepala BGN Dadan membantah tudingan tersebut. Menurutnya, ribuan dapur itu hanya terkena kebijakan roll back karena tidak dibangun dalam waktu 20 hari. “Itu bukan fiktif. Kalau tidak ada tindak lanjut pembangunan, maka titik dapur dikembalikan lagi agar bisa diambil pihak lain,” ujarnya.

Program MBG lahir dengan tujuan mulia: memastikan setiap anak Indonesia mendapat makanan bergizi agar tumbuh sehat dan cerdas. Namun di lapangan, kenyataan berkata lain. Kasus makanan basi, ribuan anak keracunan, hingga dugaan dapur fiktif telah mengoyak kepercayaan publik.

Kini, program bernilai triliunan rupiah ini berada di persimpangan jalan. Apakah pemerintah akan menutup mata demi mengejar target politik, atau benar-benar berbenah untuk menyelamatkan nyawa dan masa depan anak-anak bangsa?

Skandal Irjen Krishna Murti: Citra Polri di Ujung Tanduk

0
Skandal
Indeks News – Isu skandal asmara kembali mengguncang tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Kali ini, sorotan publik tertuju pada nama besar seorang perwira tinggi, Irjen Krishna Murti, yang disebut-sebut terlibat hubungan terlarang dengan seorang polwan berpangkat Kompol berinisial AP.

Kabar ini pertama kali merebak di media sosial dan segera menyulut perhatian luas. Tagar dan komentar publik membanjiri linimasa, bahkan menimbulkan desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera turun tangan.

Rapat Tertutup di Mabes Polri

Isu ini semakin panas setelah muncul informasi adanya rapat tertutup di Mabes Polri pada Selasa, 29 Juli 2025. Rapat itu dipimpin Kombes Pol Hardiono dan dihadiri jajaran Divpropam, SSDM, serta Itwasum Polri.

Dalam forum serius tersebut, kabarnya ditunjukkan sejumlah bukti berupa foto dan video yang memperlihatkan kedekatan Irjen Krishna dengan Kompol AP. Dugaan hubungan itu disebut sudah terjalin sejak tahun 2018, meski Irjen Krishna diketahui masih berstatus suami dari Nany Ariany Utama.

Tuduhan Berat dan Ancaman Sanksi

Jika benar terbukti, dugaan perselingkuhan ini tidak lagi sekadar isu rumah tangga. Krishna Murti diduga melanggar sejumlah aturan internal, antara lain Pasal 13 ayat (1) PPRI No. 1 Tahun 2003, serta Pasal 8 huruf c angka (2) dan (3) dan Pasal 13 huruf f Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2022.

Aturan-aturan itu menegaskan pentingnya menjaga kehormatan pribadi, integritas, dan wibawa institusi Polri. Dengan kata lain, kasus ini bisa masuk kategori pelanggaran berat kode etik profesi.

Kompolnas Angkat Bicara

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Yusuf Warsyim, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Akan kita minta klarifikasi, ya,” kata Yusuf, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, meski bermula dari persoalan pribadi, isu ini sudah menyentuh ranah etik kelembagaan. “Ini tentu perlu Kompolnas mendapatkan klarifikasi,” ujarnya menegaskan.

Mutasi dan Hilangnya Jejak di Media Sosial

Menariknya, isu perselingkuhan ini muncul tak lama setelah mutasi jabatan Irjen Krishna Murti. Dari posisi strategis sebagai Kadiv Hubinter, ia dipindahkan menjadi Staf Ahli Kapolri bidang Manajemen. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: S/1764/VIII/KEP/2025 tertanggal 5 Agustus 2025.

Publik juga dikejutkan dengan hilangnya akun Instagram pribadi Irjen Krishna Murti. Padahal, jenderal ini dikenal aktif di media sosial. Saat dicek pada Selasa (16/9/2025), akun @krishnamurti_bd91 sudah tak lagi bisa ditemukan. Kini, hanya akun TikTok miliknya yang tersisa.

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai langkah mutasi saja tidak cukup.

“Harusnya di-non-job-kan. Karena bahkan dengan jabatan staf ahli pun, tentu akan mengganggu citra Polri,” tegas Bambang.

Menurutnya, kasus ini seharusnya sudah masuk tahap sidang kode etik profesi Polri, meski digelar secara tertutup. Ia menekankan, menjaga citra institusi jauh lebih penting daripada sekadar memindahkan posisi seorang perwira tinggi.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah pejabat Mabes Polri termasuk Kadiv Propam Irjen Abdul Karim dan Kadiv Humas Irjen Sandi Nugroho belum memberikan pernyataan resmi. Begitu pula Irjen Krishna Murti, yang belum merespons tudingan ini secara langsung.

Di tengah derasnya arus informasi, publik kini menunggu langkah tegas Kapolri. Apakah isu ini akan benar-benar diusut tuntas, atau sekadar jadi cerita singkat yang perlahan tenggelam?

Yang jelas, setiap skandal di tubuh Korps Bhayangkara bukan hanya soal nama perorangan, tetapi juga menyangkut wibawa dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Curhat Leony Soal Skandal Anggaran Tangsel dan Pajak Waris Bikin Publik Terhenyak

0
Leony

Indeks News – Artis Leony Vitria Hartanti mendadak jadi sorotan publik usai menyinggung laporan keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2024. Dokumen setebal 520 halaman itu menguak sejumlah angka anggaran yang nilainya dianggap fantastis dan tak masuk akal.

Di akun Instagram Story-nya, Leony menyoroti biaya konsumsi rapat sebesar Rp 60 miliar dan souvenir Rp 20 miliar. Angka itu jauh lebih besar dibanding alokasi pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi yang hanya Rp 731 juta.

“Souvenir Rp 20 M. Makanan dan minuman rapat Rp 60 M. Sampai penambah daya tahan tubuh dan pakaian pun kita belanjain mereka,” tulis Leony, Jumat (19/9/2025).

Dengan nada satir, ia menambahkan, “Mungkin di Tangsel enggak banyak jalan rusak, jadi segitu aja sudah cukup biayanya selama setahun.”

Pajak Waris Puluhan Juta

Kritik Leony bermula dari pengalaman pribadi. Ia tengah mengurus balik nama rumah warisan mendiang ayahnya. Tak disangka, ia dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga puluhan juta rupiah.

Leony terkejut karena ternyata ada kewajiban membayar pajak waris 2,5 persen dari nilai rumah. Padahal, rumah itu sebelumnya sudah dikenai pajak saat pembelian dan setiap tahun melalui Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Which is gue harus ngeluarin duit puluhan juta cuma buat balik nama doang. I just feel it’s not fair,” ungkapnya.

Menurutnya, wajar bila ada biaya administrasi balik nama. Namun, pungutan pajak waris sebesar itu justru memberatkan.

“Kalau hanya bayar paperwork ganti nama, gue ngerti. Tapi 2,5 persen dari value rumah? Itu enggak adil,” tulisnya lagi.

Meski kecewa, Leony tak bisa berbuat banyak. “Aturannya memang gitu. Jadi gue sebagai rakyat cuma bisa ikutin aturan sambil ngedumel,” ucapnya getir.

Kritik untuk Sistem Pajak

Kekecewaan Leony bergaung hingga ke ranah kebijakan nasional. Mari Elka Pangestu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), turut menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

Menurutnya, target Ditjen Pajak selama ini lebih menekankan pada penerimaan pajak ketimbang kepatuhan wajib pajak.

“Target petugas pajak seharusnya kepatuhan. Faktanya, targetnya penerimaan. Ini seperti berburu di kebun binatang,” kata Mari dalam acara Indonesia Update, Jumat (12/9).

Ia menilai praktik denda hingga sengketa pajak kerap menambah beban masyarakat. Solusinya, memperluas basis pajak jauh lebih efektif dibanding terus menekan kelompok wajib pajak yang sama.

Jawaban Ditjen Pajak

Ramai-ramai kritik itu akhirnya ditanggapi Ditjen Pajak. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas, Rosmauli, menjelaskan bahwa warisan bukan objek Pajak Penghasilan (PPh).

Namun, BPHTB adalah pajak daerah, dikelola langsung oleh pemerintah daerah sesuai Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pusat dan Daerah.

“Sejak 2019, Ditjen Pajak telah menggunakan Compliance Risk Management (CRM) untuk memetakan wajib pajak berdasarkan risiko ketidakpatuhan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan itu memastikan wajib pajak patuh tetap dilayani dan diberi edukasi, sementara mereka yang berisiko tinggi dikenakan penegakan hukum.

Meski sudah mendapat penjelasan, Leony tetap menyuarakan perasaan kecewa. Baginya, warga yang taat pajak seharusnya tidak diperlakukan seperti sapi perah.

“Tiap tahun kita bayar PBB. Terus sekarang cuma ganti nama dari bokap ke gue, gue harus bayar lagi, kena lagi,” ungkapnya dengan nada getir.

Keluh kesah ini membuka mata publik. Bahwa di balik laporan keuangan pemerintah yang penuh angka, ada suara rakyat kecil yang harus merogoh kantong dalam hanya untuk urusan administratif.

Suara Leony menjadi pengingat, bahwa pajak seharusnya hadir untuk membangun keadilan, bukan menambah luka.

Cazasuki 2025 Re-opening, Resto All You Can Eat tanpa Batas Waktu.

0
Cazasuki
Bapak Soesijanto (General Manager ORIO Hotel) - Mandy Sabtoso (Head of Marcomm) / Foto: Yayok
Cazasuki Resto All You Can Eat Shabu-Shabu & Grill yang berada di Oria Hotel Jakarta dengan bangga mengumumkan kembalinya salah satu pengalaman kuliner khasnya melalui acara relaunch bertajuk “A Timeless Taste, A New Chapter of Cazasuki”, yang diselenggarakan pada Kamis, 18 September 2025 mulai pukul 19.00 malam di Oria Hotel Jakarta.

Acara ini menjadi momen spesial untuk memperkenalkan kembali Cazasuki dengan suasana baru yang lebih segar, hangat, dan dirancang khusus untuk memberikan pengalaman bersantap tak terlupakan. Para tamu undangan akan menjadi yang pertama menikmati kembali hidangan favorit khas Cazasuki dengan konsep All You Can Eat Shabu-Shabu & Grill.

Sebagai restoran All You Can Eat tanpa batas waktu, Cazasuki menghadirkan kebebasan bagi para tamu untuk menikmati hidangan sepuasnya dengan kualitas terbaik. Tema acara kali ini mengajak kita bernostalgia dengan Cazasuki, yang berdiri sejak 1993 dan membuka outlet pertama di Jalan Mahakam No. 15.

Cazasuki
Foto: Yayok

“Awal berdirinya restaurant Cazasuki kan di Jalan Mahakam ya itu tahun 1993 memang ini adalah salah satu bisnis dari stacholder karena berhasil di Jalan Mahakam terus 10 tahun kemudian 2013 karena hotel ini buka untuk memenuhi kebutuhan para konsumen jadi di hotel rasanya belum ada, Cazasuki hadir di Oria Hotel nah awalnya memang kita konsep untuk All You Can Eat para tamu regular.”kata General Manager Oria Hotel Bapak Soesijanto saat jumpa pers di Oria Hotel, Kamis (18/9/2025).

“Akan tetapi dari pengembangan ide atau permintaan tamu mungkin kalau meeting kita rata-rata kan pakainya Buffett ya nah kenapa nggak kita kemas dengan Cazasuki Grill and Shabu nah di situlah akhirnya permintaan ada dan mulai tumbuh, jadi kalau saya bilang rata-rata permintaan makanan untuk buffet itu lebih banyak ke ka Sasuke boleh dibilang 90% kalau meeting itu mintanya selalu-sabu and grill ya jadi itu salah satu strong poin di mana di daerah sini memang  banyak Hotel tapi belum ada yang punya konsep seperti Oria Hotel nah itulah salah satu strong point kita,”tambahnya

Cazasuki
Bapak Soesijanto (General Manager ORIO Hotel) – Mandy Sabtoso (Head of Marcomm) / Foto: Yayok

Berbagai hiburan menarik, hadiah spesial, dan program istimewa siap diberikan untuk menambah semarak dan keseruan malam relaunch ini. Dengan perpaduan cita rasa autentik dan atmosfer yang diperbarui, Cazasuki menghadirkan pengalaman kuliner yang bukan hanya memanjakan selera, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan yang penuh kehangatan.

Berlokasi di Oria Hotel Jakarta, Cazasuki juga menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu yang menginap maupun mengadakan meeting dan menghadirkan kenyamanan strategis bagi tamu hotel maupun pengunjung luar.

Cazasuki
Foto: Yayok

Kehadiran konsep All You Can Eat tanpa batas waktu menjadikan Cazasuki pilihan tepat untuk menikmati makan siang bersama kolega, rekan bisnis, maupun keluarga dalam suasana yang nyaman dan strategis.

“Cazasuki selalu hadir bukan hanya untuk menyajikan makanan, tetapi juga untuk menghadirkan momen yang berarti bagi para tamu kami. Re-opening ini adalah langkah baru kami untuk terus berinovasi, tanpa meninggalkan rasa yang sudah dicintai,” ujar Soesijanto yang didampingi Ibu Mandy Sabtoso – Head of Marcomm Oria Hotel.

Cazasuki
Foto: Yayok

Sejak berdiri pada tahun 1993, resto ini telah menjadi destinasi kuliner bagi pecinta shabu-shabu dan grill di Jakarta. Dengan kualitas bahan terbaik, layanan penuh keramahan, serta lokasi yang terintegrasi dengan Oria Hotel, resto semakin siap menjadi pilihan utama bagi para tamu untuk menikmati pengalaman bersantap yang berkesan.

Restu Fortuna 2025 Gelar Rumah Cinta Intimate Concert Hangatkan DeHeg House.

0
Restu Fortuna
Foto: Eny
Restu Fortuna, seorang penyanyi dan penulis lagu Indonesia yang aktif di platform musik seperti SoundCloud, ReverbNation, dan Instagram. Penyanyi yang dikenal dengan gaya musiknya yang hangat akhirnya  menggelar konser solonya pada tahun 2025 ini.

Konser Rumah Cinta Intimate Concert Restu Fortuna digelar pada rabu malam 17 September 2025 di DeHeg House Kemang.

Konser yang dimulai pukul 19.30 wib ini merupakan konser perdana Restu Fortuna setelah sekian lama berkecimpung di dunia musik tanah air dengan “Tema Rumah Cinta Intimate Concert”.

Restu Fortuna
Foto: Eny

“Sebenarnya untuk ide konser ini awal mulanya  saya agak -agak memikirkan itu sudah cukup lama ya. Tapi selalu dengan kesibukan yang lain menjadi selalu tertunda – tertunda dan akhirnya sepertinya pada saat ini tepat untuk dilakukan dengan bertepatan juga dengan pembukaan sebuah ruang konser baru kemudian pendukung-pendukung juga semua sedang dalam keadaan siap semua akhirnya terjadilah konser ini,”ujar Restu Fortuna saat ditemui setelah konser Rumah Cinta Intimate Concert di DeHeg House, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2025).

“Kenapa Rumah Cinta? Karena waktu saya masih sangat muda, saya ingin sekali membuat sebuah keluarga penuh cinta kasih. Sebuah rumah itu impian saya. Saya tuh pengen sebagai orang berumur berbagi kepada anak-anak muda. Saya ingin mengajak untuk selalu mencoba untuk hidup bahagia bersama keluarga.”tambahnya.

Mengenai komposisi lagu-lagu yang dibawakan Restu Fortuna mengatakan bahwa ia membawakan lagu-lagu yang ia tulis dan lagu yang diciptakan orang lain dan berkolaborasi dengan beberapa penulis syair serta dengan para Musisi yang tampil memeriahkan panggung Rumah Cinta Intimate Concert Restu.

Restu Fortuna
Foto: Eny

Suasana Hangat dan akrab menyelimuti suasana konser dengan lagu-lagu yang dinyanyikan Restu Fortuna, ditambah konser ini dihadari oleh sejumlah musisi ternama tanah air seperti  Dewa Budjana, Aura Kasih, Candra Darusman, Kadri Mohamad ‘The Singing Lawyer’, Eric Martoyo “Montecristo”, Budi Haryono, dan Gideon Momongan. Hadir pula Ongky Alexander, Andre Hehanussa, Titi Hamzah, Adi Adrian ‘KLA Project, Dwiki Darmawan, Ermy Kullit dan Irma Hutabarat yang hadir memberikan dukungan,  Restu Fortuna yang juga seorang guru vokal, tak lupa mengajak penyanyi bersuara sopran, Sastrani dan anak didiknya, Ale, ke atas panggung untuk tampil bersama.

DeHeng House: Siap Jadi Pusat Kuliner, Kreativitas, dan Pertunjukan Musik

Kehadiran DeHeng House menjadi angin segar bagi dunia hiburan, kuliner, dan pertemuan bisnis di kawasan Kemang, Jakarta. Gedung multifungsi ini dirancang sebagai destinasi yang mampu menggabungkan konsep F&B, coworking space, hingga venue konser berskala besar.

Restu Fortuna
Foto: Eny

DeHeng House menempati empat lantai dengan fungsi berbeda:

  • Lantai 1 dan Mezzanine: menghadirkan restoran Chinese autentik yang cocok untuk makan bersama keluarga maupun kolega.
  • Lantai 2: area café eatery dengan suasana nyaman yang mendukung aktivitas WFC (work from café), meeting, atau sekadar bersantai.
  • Lantai 3: difungsikan sebagai ruang kantor.
  • Lantai 4: ballroom luas yang fleksibel untuk berbagai acara, mulai dari konser musik, wedding, pengajian, hingga private event lainnya.

 

Restu Fortuna
Direktur Utama Amelia Mailowa DeHeng House / Foto: Istimewa

Ballroom di lantai 4 ini memiliki kapasitas hingga 400 orang untuk format duduk maupun berdiri. Konsepnya pun inklusif, dapat digunakan untuk berbagai genre musik—mulai dari jazz, pop, rock hingga musik klasik—dan mendukung musisi lokal maupun nasional.

“Selain ruang acara, Deheng House juga menyediakan meeting room berkapasitas 30–35 orang yang bisa diatur sesuai kebutuhan klien. Bahkan, venue ini memiliki tim in-house lengkap, termasuk layanan multimedia (foto, video, dan operator) serta perlengkapan backline untuk mendukung acara musik atau event profesional.” Kata Direktur Utama Amelia Mailowa.

Untuk pemesanan venue hingga Desember, DeHeng House menawarkan harga promo Rp.20 juta untuk 4–5 jam pemakaian venue saja, belum termasuk perlengkapan musik. Tambahan fasilitas seperti listrik, mixer, atau sound system dikenakan biaya sekitar Rp.5 juta.

“Nama “DeHeng” diambil dari nama nenek saya yang berasal dari Makassar, sebagai bentuk penghormatan keluarga. Ayah saya yang pecinta musik turut mendorong terciptanya ruang kreatif ini agar musisi tanah air mendapat dukungan penuh.”kata Amelia Mailowa.

Dengan fasilitas yang lengkap dan konsep fleksibel, DeHeng House siap menjadi destinasi utama untuk kuliner, coworking, maupun menggelar acara kreatif di Jakarta. (EH).

DPRD Kota Solok Diguncang Isu Panas, Perselingkuhan Oknum Anggota Dewan Dibongkar Suami Sendiri

0
Kota Solok
Illustrasi

Indeks News – Kota Solok kembali diguncang isu panas. Dugaan perselingkuhan seorang anggota DPRD Kota Solok berinisial RH menyeruak ke publik setelah dibongkar oleh suaminya sendiri seorang pengusaha berinisial A.

Isu perselingkuhan anggota DPRD Kota Solok yang juga politisi Partai Gerindra ini awalnya berhembus pelan kini bergulir seperti bola salju, mengisi ruang-ruang perbincangan warga, hingga akhirnya menyeret marwah lembaga legislatif ke sorotan tajam.

Suami Merasa Dikhianati

Kisah rumah tangga RH dan A kini menjadi sorotan publik. A, dengan wajah kecewa dan penuh amarah, mengungkapkan betapa dalam luka yang ia rasakan.

“Sebagai suami saya merasa kecewa luar biasa. Bukan hanya dikhianati istri sendiri, tetapi juga dikhianati oleh orang yang saya kenal sesama politisi,” ujar A dengan raut kesal.

Menurut A, dugaan perselingkuhan RH dilakukan bersama seorang mantan anggota dewan berinisial Y. Parahnya, perbuatan ini bukan pertama kali terjadi. A mengaku masih menyimpan surat pernyataan tertulis dari RH, yang pernah meminta maaf sebelumnya.

“Sudah terlalu sakit. Tidak akan ada kata maaf kedua kalinya. Surat pernyataan itu akan saya jadikan bukti di Badan Kehormatan,” tegasnya.

Di tengah badai isu perselingkuhan, RH justru mengambil langkah mengejutkan. Melalui kuasa hukumnya, Syaiwat Hamli, RH resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Solok.

“Dasar gugatan klien kami adalah hubungan rumah tangga yang tidak lagi harmonis, sering terjadi pertengkaran, sehingga dirasa tidak layak dipertahankan,” kata Syaiwat, yang juga Ketua Partai Gerindra Kota Solok.

Langkah RH ini seolah menjadi penegasan bahwa keretakan rumah tangga mereka sudah tidak bisa lagi diperbaiki.

Sorotan Publik dan Marwah DPRD

Kasus ini tak hanya menyisakan luka di ranah rumah tangga, tetapi juga menyeret nama baik DPRD Kota Solok. Ketua DPRD, Fauzi Rusli, angkat bicara menanggapi isu yang berkembang.

“Setiap tindak-tanduk anggota dewan menjadi sorotan masyarakat. Jangan sampai ada kesalahan yang mencoreng nama baik lembaga. Sebagai wakil rakyat, kita harus menjaga norma kehidupan, termasuk keluarga,” tegas Fauzi.

Menurut Fauzi, DPRD adalah institusi yang berisi orang-orang pilihan rakyat. Karena itu, menjaga marwah lembaga adalah tanggung jawab besar, baik di ruang sidang maupun dalam kehidupan pribadi.

Setelah isu ini resmi dilaporkan oleh A, Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Solok mengambil alih kasus tersebut. Ketua DPRD memastikan, BK diberi waktu tujuh hari untuk menyelesaikan pemeriksaan terhadap RH sejak Selasa, 16 September.

“BK akan memproses sesuai mekanisme kedewanan. Kami harap semua pihak menghormati jalannya pemeriksaan, baik pelapor maupun terlapor,” jelas Fauzi.

Sebagai langkah awal, RH telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua BK. Keputusan ini diambil setelah rapat pimpinan fraksi yang menilai kasus ini sudah mencoreng citra DPRD.

Hingga kini, dugaan perselingkuhan antara RH dan Y masih menjadi tanda tanya besar. Media telah mencoba mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, namun belum ada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Meski demikian, kasus ini sudah telanjur menjadi konsumsi publik. Di warung kopi, kantor, hingga media sosial, isu ini terus diperbincangkan. Masyarakat menunggu kepastian—apakah benar terjadi perselingkuhan atau hanya fitnah yang meruntuhkan karier politik seorang wakil rakyat.

Kasus dugaan perselingkuhan oknum anggota DPRD Kota Solok ini bukan sekadar kisah rumah tangga yang retak. Ini adalah ujian bagi lembaga wakil rakyat untuk menjaga kehormatan di tengah gempuran isu pribadi anggotanya.

Bagi A, luka hati akibat pengkhianatan terasa nyata. Bagi RH, langkah cerai adalah jalan keluar. Namun bagi masyarakat, yang terpenting adalah bagaimana wakil rakyat bisa kembali menjadi teladan, bukan bahan gunjingan.

Korupsi Laptop Chromebook: Jejak Aliran Dana ke Nadiem, Kerugian Capai Rp1,98 Triliun

0
Laptop Chromebook

Indeks News – Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyeruak ke permukaan. Kejaksaan Agung (Kejagung) kini tengah mendalami aliran dana yang disebut-sebut turut menyeret nama mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

Suasana di Gedung Bundar Kejagung terasa tegang pada Kamis (18/9). Puluhan wartawan memenuhi halaman, menunggu keterangan resmi. Dari balik mikrofon, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anam Supriatna, menyampaikan perkembangan terbaru.

“Penyidik masih sedang mendalami. Yang jelas, saat ini tersangka sudah lima orang dan saksi-saksi juga banyak diperiksa,” ujar Anam dengan suara tenang namun tegas.

Menurut Anam, penyidik tidak ingin terburu-buru. Bukti harus kuat sebelum dibawa ke persidangan. “Biarkan dulu penyidik menelusuri, mencari-cari bukti lain untuk memperkuat nantinya dalam pembuktian,” katanya.

Kasus ini bermula pada Februari 2020. Saat itu, Nadiem Makarim yang baru saja duduk di kursi Mendikbudristek, bertemu dengan pihak Google Indonesia. Pertemuan tersebut membahas produk teknologi Google: Chrome OS dan laptop Chromebook.

Dalam pertemuan itu, disepakati produk Google akan digunakan dalam proyek pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kemendikbudristek. Padahal, pengadaan TIK saat itu belum dimulai.

Proyek Pengadaan Laptop Chromebook Bermasalah Sejak Awal

Sejarah mencatat, rencana pengadaan Laptop Chromebook bukan hal baru. Pada 2019, sebelum Nadiem menjabat, Mendikbud Muhadjir Effendy sudah menerima usulan serupa. Namun, ia menolak menindaklanjuti karena uji coba Laptop Chromebook dinilai gagal. Laptop itu tak mampu digunakan sekolah di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Namun, pada 2020, surat dari Google Indonesia justru dijawab oleh Nadiem. Tindak lanjut itu menjadi pintu masuk lahirnya proyek besar pengadaan laptop Chromebook.

Kejagung mengungkap, kerugian negara akibat pengadaan Chromebook ini mencapai Rp1,98 triliun. Angka fantastis itu muncul dari perbedaan harga yang dihitung penyedia dengan nilai sebenarnya.

Rinciannya:

  • Item Software (CDM): Rp480 miliar
  • Mark-up harga laptop di luar CDM: Rp1,5 triliun

Sayangnya, Kejagung belum merinci perbandingan harga wajar dengan harga pembelian yang dilakukan Kemendikbudristek.

Bantahan Nadiem Makarim

Di tengah sorotan tajam publik, Nadiem Makarim akhirnya angkat suara. Ia membantah keras tuduhan yang diarahkan padanya. “Tuhan akan melindungi saya,” ucapnya singkat namun penuh penekanan.

Nadiem menegaskan bahwa dirinya selalu menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, baik sebagai pribadi maupun sebagai pejabat negara. “Saya tidak pernah melakukan hal seperti yang dituduhkan,” katanya.

Kini, publik menunggu langkah Kejagung berikutnya. Penyidik diyakini bekerja untuk mengurai benang kusut proyek Laptop Chromebook yang sejak awal menuai kontroversi.

Di balik angka kerugian yang fantastis, ada harapan besar agar kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga. Transparansi dan kehati-hatian mutlak diperlukan dalam setiap kebijakan, apalagi yang menyangkut masa depan pendidikan anak negeri.

Tragedi Yalimo: Ayah dan Anak Tewas Terbakar dalam Mobil Saat Kerusuhan

0
Yalimo
Indeks News – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Dalam kerusuhan yang pecah sejak Selasa (16/9), seorang ayah bernama Nasir Daeng Mappa (44) bersama anaknya, Arsya Dafa (9), meregang nyawa secara tragis. Keduanya ditemukan tewas di dalam mobil yang dibakar massa.

“Korban sipil turut berjatuhan. Nasir Daeng Mappa dan anaknya, Arsya Dafa, meninggal dunia karena terbakar di dalam mobil,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Kamis (18/9).

Tidak hanya Nasir dan Arsya, seorang anak lain bernama Atifa (10) juga menjadi korban. Lehernya terluka akibat sayatan benda tajam. Hingga kini, pihak berwenang belum dapat menjelaskan siapa pelaku penyayatan tersebut.

Tragedi juga menimpa seorang pelajar Papua, Sadrak Yohame. Ia meninggal dunia karena luka tembak. Namun, sama seperti kasus Atifa, belum ada kejelasan mengenai siapa yang melepaskan tembakan yang merenggut nyawa Sadrak.

Kerusuhan ini bermula dari sebuah peristiwa kecil di ruang kelas SMAN 1 Yalimo. Seorang siswa melontarkan ejekan bernuansa kebencian. Tak terima, sejumlah siswa lain memukulinya. Guru yang mencoba melerai pun ikut menjadi sasaran amarah.

Api amarah itu menyebar cepat. Dari dalam kelas, keributan melebar ke masyarakat sekitar. Massa terpancing dan menyerang hingga ke berbagai sudut Distrik Elelim. Situasi semakin tak terkendali.

Dalam sekejap, Yalimo berubah menjadi lautan api. Data sementara mencatat kerusuhan telah menyebabkan:

  • 30 rumah-kios terbakar
  • 6 rumah dinas musnah dilalap api
  • 1 mes perwira Polres Yalimo terbakar
  • 1 bangunan SMA dirusak
  • 13 sepeda motor hangus terbakar
  • 1 mobil Sat Reskrim Polres Yalimo rusak
  • 18 warga mengalami luka-luka
  • 5 personel TNI/Polri ikut terluka

Akibat ketakutan, sekitar 500 warga mengungsi ke Polres Yalimo demi mencari perlindungan.

Kematian Nasir Daeng Mappa dan putranya, Arsya, menorehkan luka mendalam bagi warga Yalimo. Bagaimana seorang ayah harus menemani anaknya di detik terakhir, terkunci dalam mobil yang terbakar, menjadi gambaran getir yang sulit terbayangkan.

Kerusuhan yang bermula dari sebuah ejekan kecil kini berakhir dengan kehilangan besar: nyawa, harta, dan rasa aman yang hancur seketika. Yalimo pun kini masih berjuang memulihkan diri dari luka yang belum kering.