Beranda EKONOMI Jelang Ramadhan Stok Minyak Goreng di Sumbar Stabil

Jelang Ramadhan Stok Minyak Goreng di Sumbar Stabil

Stok Minyak Goreng
Ilustrasi
Berdasakan data Satuan Tugas Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) bahwa ketersediaan atau stok kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan, terutama minyak goreng di Sumbar masih stabil, dan juga belum ada temuan adanya penimbunan.

“Kita tahu mendekati bulan Ramadhan. Untuk kondisi di Sumbar masih stabil, belum ditemukan penimbunan minyak goreng,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (28/3).

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan harga minyak goreng tidak menyalahi aturan,” terang.

“Satgas Pangan Polda Sumbar melakukan pengawasan seperti di pasar dan super market dan distributor pabrik minyak goreng,” ujarnya.

Satake menegaskan, jika terjadi penimbunan, maka akan dilakukan penindakan hukum. Begitupun terhadap BBM bersubsidi seperti Solar.

“Solar masih tersedia menjelang Ramadan maupun saat Ramadhan, masih tersedia dengan cukup,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar masih menunggu kebijakan pemerintah terkait pengaturan harga minyak goreng kemasan. Hal ini untuk merespon terjadinya perbedaan harga di tengah masyarakat.

Pemerintah pusat lewat Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI juga telah mencabut Permendag No.6/2022 yang mengatur harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan dan curah.

Akibatnya, setelah Permendag itu dicabut, minyak goreng kemasan dengan berbagai merek mulai banyak dijumpai di tengah masyarakat. Meski tidak ada lagi kelangkaan, namun terjadi sejumlah kenaikan harga yang berbeda-beda.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Ridonal menjelaskan kebijakan pengaturan harga minyak goreng berada pada kebijakan pemerintah pusat. Sekarang sudah keluar Permendag No.11/2022 yang  mengatur HET minyak goreng curah.

“Itu disesuaikan harganya Rp 14 ribu per liter minyak goreng curah atau Rp 15.500/kg, itu untuk minyak goreng curah,” katanya. (Kay)

BACA JUGA  Larang Impor Minyak Sawit dari Indonesia, Sri Lanka Cabut Izin Kebun Sawit

 

Iklan
Artikulli paraprakHarga Daging di Padang Melonjak Naik
Artikulli tjetërSempat Buron 2 Bulan, Pelaku Pencurian di Lampung Utara Ditangkap