Beranda blog Halaman 1518

Lewat Generasi 90-an: Melankolia, Marcella Zalianty Raih Piala IMAA 2021

0
Marcella Zalianty
Marcella Zalianty Sabet Piala / Foto: Istimewa
Marcella Zalianty sukses menyabet salah satu penghargaan di ajang Indonesian Movie Actor Awards (IMAA) 2021 yang diselenggarakan oleh Stasiun TV Nasional.

Marcella Zalianty melalui perannya dalam film “Generasi 90-an: Melankolia” garapan Visinema Pictures pada acara IMAA 2021 yang diselenggarakan oleh Stasiun Nasional pada Minggu 28 November 2021.

Marcella Zalianty membawa pulang piala untuk kategori Pemeran Wanita Pendukung Terbaik pilihan juri mengalahkan nominasi lainnya.

Marcella Zalianty
Marcella Zalianty / Foto :Istimewa

Dalam kategori ini, Marcella Zalianty bersaing dengan para aktris lain seperti Asri Welas (Sobat Ambyar), Cut Mini (Rentang Kisah), Ria Irawan (Mekah I’m Coming), dan Widuri Putri Sasono (Buku Harianku).

Untuk Ajang Indonesia Movie Actor Awards, ini bukan penghargaan pertama bagi wanita kelahiran 7 Maret 1980 silam.  Di tahun 2020 Marcella juga meraih penghargaan sebagai aktris pendukung wanita  terbaik dan aktris pendukung wanita terfavorit  lewat film  “Habibie Ainun 3”.

Marcella Zalianty
Foto : Istimewa

Di tahun 2005, Marcella pernah meraih piala Citra sebagai aktris terbaik lewat film “Brownies” arahan sutradara Hanung Bramantyo.

Bagi ibu dua orang anak hasil pernikahannya dengan pembalap Ananda Mikola ini, penghargaan yang ia terima menjadi tanggungjawab moral untuk terus berkarya lebih baik lagi. Bagi Marcella dunia film tetap merupakan dunia kreatif yang harus diisi secara bertanggungjawab.

Marcella Zalianty
Marcella Zalianty Sabet Piala kategori Pemeran Wanita Pendukung Terbaik IMAA 2021/ Foto: Istimewa

“Pilihan untuk terjun ke dunia film bukan semata mata mengejar popularitas atau materi  tapi dibutuhkan pengabdian, kerja keras, dan kecerdasan serta tanggungjawab, ” ujarnya. (EH)

 

Jebung Merepresentasikan Dirinya Berdarah Batak Lewat “Hepeng”

0
Jebung
Jebung Rilis Single "Hepeng" / Foto : Istimewa
Penyanyi Jebung kembali hadir dengan single terbarunya, setelah rilis single bertajuk “Cassava” dan single “20” beberapa waktu lalu.

Penyanyi yang bernama Asli Jessica Sabar Bungauli yang akrab disapa dengan nama Jebung kali ini merilis single barunya berjudul “Hepeng”.

Single milik Jebung yang ke-3 ini mengusung bahasa Batak sekaligus merepresentasikan dirinya yang berdarah Batak.

Jebung
Jebung / Foto : Istimewa

Menurut Jebung “Hepeng” yang berarti ‘uang’ dalam bahasa Indonesia hadir dalam genre pop dan disco rilis November tahun 202.

Single yang diciptakan oleh Jebung sendiri pada Mei 2021 ini menceritakan tentang sulitnya mencari uang, namun di satu sisi, kita harus tetap happy meski pemasukan tidak sesuai dengan ekspektasi.

“Lewat “Hepeng”, aku ingin menghibur orang-orang. Aku ingin mereka bisa happy dan tidak perlu khawatir karena kekurangan materi. Life must goes on, jadi nikmati saja apa yang ada, rezeki tidak ke mana asal kita berusaha,” kata Jebung dalam siaran pers yang di kutip Indeksnews, Senin (29/11/21).

Jebung
Jebung / Foto : Istimewa

Saat menulis lagu “Hepeng”, Jebung terinspirasi oleh kehidupannya saat SMA. Kala itu, Jebung selalu berusaha untuk berhemat dan menahan diri untuk tidak membeli barang-barang yang tak perlu. “Tujuanku tidak ingin jajan agar aku bisa menabung. Jadi, kalau diajak nongkrong sama teman di weekend, aku tidak perlu minta uang ke orang tua,” jelas Jebung.

Proses rekaman lagu “Hepeng” berjalan lancar dan hanya memakan waktu yang singkat. Karena menulis sendiri lagunya, Jebung tahu bagaimana cara menyanyikannya dengan baik dan fun.

Jebung
Jebung / Foto : Istimewa

Jebung punya pesan lain untuk para pendengar terkait lagu “Hepeng”. Yaitu, setiap orang harus menabung sesuai dengan kemampuan masing-masing dan jangan sampai menyulitkan diri sendiri.

“Seperti di Verse 2, aku menjelaskan kalau kalian mau spend money, silakan. Kalau ingin investasi, silakan. Intinya, jangan pelit sama diri sendiri dan tahu kebutuhanmu sendiri seperti apa. Jadi, hasilnya tidak boros dan tidak merasa tertekan karena memaksakan diri untuk menabung,” tutup Jebung. (EH).

 

4 Tokoh Dipolisikan Terkait Ujaran Kebencian

0
Tokoh
Empat tokoh dipolisikan terkait ujaran kebencian. Keempat tokoh tersebut selama ini dikenal berseberangan dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni Rocky Gerung, Refly Harun, Natalius Pigai, dan Hersubeno Arief.

Empat tokoh ini bakal dilaporkan ke Mabes Polri karena diduga mengeluarkan pernyataan berbau ujaran kebencian. Pihak yang bakal melaporkan Rocky Gerung cs adalah Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat).

Perekat akan membuat laporan polisi ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Rabu (1/12/2021) hari ini. “Iya besok (hari ini) kita akan ke Siber Bareskrim melaporkan Rocky Gerung, Natalius Pigai, Refly Harun dan Hersubeno Arief,” ujar Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara Petrus Selestinus, Selasa (30/11/2021).

Perekat melaporkan keempat tokoh tersebut karena dinilai telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berpotensi memecah belah masyarakat. “Mereka ini sudah sering membuat narasi yang menimbulkan kebencian dan masuk ke wilayah SARA,” kata Petrus.

Petrus mencontohkan salah satu dugaan tindak pidana yang dilaporkan adalah tuduhan Rocky Gerung cs kepada Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Romo Benny Susetyo.

Perekat menilai tudingan bahwa Romo Benny ikut campur masalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan menyebut Romo Benny tidak tahu batasan, adalah fitnah dan upaya memecah belah bangsa.

“Telah menyerang pribadi Romo Benny secara tidak proposional, seolah-olah Romo Benny telah me-release komentar negative tentang MUI,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, terhadap tuduhan yang tidak berdasar dan bersifat mengadu domba tersebut, harus ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan. Padahal, menurut Petrus, Romo Benny tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun yang menyinggung MUI.

“Bahkan dia ingin MUI lebih baik,” jelasnya.

Dia juga mengatakan sebelumya sudah pernah meminta Rocky Gerung cs untuk meminta maaf telah menuduh Romo Benny. Namun permintaan tersebut ditolak. Karena itu, kemudian Pergerakan Advokat Nusantara memutuskan untuk membuat laporan polisi.

Dia mengatakan tudingan dan fitnah kepada Romo Benny Susetyo dapat merugikan dan memprovokasi masyarakat serta membuat situasi tidak kondusif. Apalagi, dilakukan dalam momentum berdekatan dengan rencana Reuni Gerakan 212.

Karena itu, Petrus berharap laporan yang akan dilayangkan pihaknya besok, diterima dan ditindaklanjuti pihak kepolisian. “Selama ini mereka tidak pernah diproses, sekali ini kita minta ditindak,” pungkas Petrus.

Bertandang ke Rumah Janda, Seorang Pria di Tasikmalaya Tewas Dikeroyok Warga

0
janda
Seorang pria bernama Uci Sanusi Pane (50) harus meregang nyawa saat bertandang ke rumah seorang janda. Korban tewas setelah dikeroyok oleh warga di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Awalnya, korban tersulut emosinya saat bertandang ke rumah janda bernama Sun (45). Pria paruh baya itu emosi karena tak mendapati Sun di rumahnya. Ia mengamuk dan membuat gaduh di lingkungan tersebut.

Karena kesal dengan ulah korban, warga kemudian melakukan pengeroyokan terhadap Uci hingga tewas. Kasus inipun dibenarkan oleh Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono. “Kasusnya sedang dalam penanganan,” ujarnya, Selasa (30/11/2021).

Rimsyahtono mengungkapkan, insiden itu terjadi di Kampung Bantarsari, Desa Sindangjaya, Cikalong, Senin (29/11) malam. Ketika itu korban, warga Kampung Barengkok, Desa Panyiara, Cikalong, bertandang ke rumah Sun, seorang janda yang diakui korban sebagai pacarnya.

Korban diantar seorang warga bernama Topa karena ternyata belum mengetahui rumah Sun. Setiba di rumah, ternyata Sun sedang keluar.

“Entah kenapa, korban kemudian punya pemikiran Sun disembunyikan warga dan ia pun mulai berulah,” kata Kapolres.

Korban bahkan berteriak-teriak menantang warga, hingga warga yang sudah terlelap pun terbangun dan pada keluar. Karena kesal dengan ulah korban, massa pun kemudian mengeroyok korban hingga meninggal dunia.

“Kami sudah melakukan identifikasi lokasi dan mengumpulkan berbagai keterangan,” kujar Rimsyahtono.

Kini, jasad korban sudah ada di rumah sakit dan rencananya akan dilakukan autopsi.

Pelaku Penembakan di Tol Bintaro Akhirnya Terungkap

0
Penembakan
Pelaku penembakan di exit Tol Bintaro, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap. Ternyata pelakunya adalah Ipda OS, anggota kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Pelaku penembakan ini diketahui tergabung dalam Satuan Patroli Jalan Rajay (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya. “Saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021).

Dalam insiden penembakan yang terjadi pada Jumat (26/11/2021) lalu, dua orang terkena timah panas yang ditembakkan Ipda OS. Namun, satu diantaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan. Namun, hingga saat ini Ipda OS belum ditetapkan sebagai tersangka.

Karena, pihak kepolisian masih mendalami apakah penembakan yang terjadi sesuai atau justru melanggar standar operasional prosedur (SOP). Penyidik juga belum mendapatkan dua alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan Ipda OS sebagai tersangka.

“Saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan tersangka. Kenapa? Karena untuk menetapkan tersangka harus minimal dua alat bukti,” ungkap Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, Selasa.

Tubagus mengatakan pihaknya baru mendapatkan bukti soal kebenaran aksi penembakan yang dilakukan Ipda OS. Namun, tujuan pelaporan dari seorang warga hingga berujung penembakan, masih didalami.

Maka kata Tubagus, penyelidikan akan dilakukan oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya yang bekerja sama dengan Divisi Propam Mabes Polri. “Itu benar terjadi, tetapi maksud tujuan pelaporan masih didalami. Maka akan didalami oleh Div Propam Mabes Polri dan Bidang Propam Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Insiden penembakan di exit Tol Bintaro, itu berawal dari laporan seorang warga berinisial O yang mengaku diikuti seseorang dari sebuah hotel di Sentul, Bogor, Jawa Barat. O kemudian melapor secara lisan pada Ipda OS lewat sambungan telepon.

Setelahnya, O diminta menepi ke Gedung Patroli Raya (PJR) IV Jaya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ipda OS sempat menegur orang-orang yang diduga mengikuti O saat mereka dan saksi menepi.

Tetapi, terjadi keributan hingga Ipda OS mendengar suara tembakan. Kemudian, dua orang, PP dan MA, mencoba menabrak Ipda OS. Akhirnya, terjadi penembakan yang mengenai PP dan MA.

“Akibat peristiwa tersebut terjadi penembakan dan akibatkan dua orang korban luka tembak, pertama inisial PP kemudian kedua adalah MA,” jelas Zulpan.

Namun, tak dijelaskan secara rinci pemicu keributan antara korban dan Ipda OS di lokasi kejadian.

Ipda OS saat ini tengah ditahan. Ia juga sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama penyidik Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Pelaku Kasus Penipuan CPNS di Madiun Ditangkap di Rumah Istri Kedua, Uang Rp 1 Miliar Ludes

0
Penipuan
Pelaku kasus penipuan CPNS berinisial NK (45) di Kota Madiun, Jawa Timur ditangkap polisi. Kasus penipuan dengan modus iming-iming dipermudah jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengakibatkan para korban mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Namun saat beraksi NK melakukan penipuan itu tidak sendirian, ia dibantu seorang temannya. sedangkan jumlah korban ada 4 orang. Semua korban adalah warga Kota Madiun.

Kasus penipuan ini berawal ketika NK berkenalan dengan salah satu korban. Pelaku kemudian menawarkan bisa meloloskan korban dalam tes CPNS dengan bayaran sejumlah uang.

Tergiur rayuan pelaku, korban kemudian bersedia memberikan uang. Korban juga mengajak 3 temannya yang juga terpedaya dengan bujuk rayu pelaku. Namun, setelah tes dilakukan ternyata korban gagal dan tidak lolos seleksi CPNS tahun 2019.

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Madiun Kota. Pelaku diamankan di rumah istri kedua

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, membenarkan kasus penipuan yang dilakukan NK. Pihaknya langsung melakukan pendalaman setelah menerima laporan dari korban.

Pihak penyidikan melakukan pemanggilan sebanyak dua kali kepada pelaku yang merupakan warga Provinsi Riau tersebut.

“Namun, yang bersangkutan ini tidak merespons pemanggilan tersebut hingga petugas sendiri yang kesana (Riau) agar bisa membawa pelaku untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujar Dewa, Senin (29/11/2021).

Sesuai KTP, alamat pelaku berada di Kelurahan Sekip Hulu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Namun saat diamankan, ternyata pelaku berada di Kelurahan Tengkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

“Setelah kita cari ternyata dia tinggal bersama di rumah istri keduanya.,” ujar Dewa.

Kakek Bejat di Bandung Barat Tega Tiduri Keponakan Sendiri Hingga Hamil

0
Kakek bejat
Kakek bejat berinisial AB (64) yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga villa di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tega meniduri keponakannya yang masih di bawah umur hingga hamil.

Akibat perbuatan tak bermoral kakek bejat ini, kini ia ditahan oleh pihak kepolisian dan telah divonis hukuman 11 tahun penjara.

Sedangkan bocah malang yang menjadi korban tindakan asusila si kakek bejat itu kini sudah melahirkan bayi yang dikandungnya. Sebab saat diketahui oleh keluarga, usia kehamilannya sudah mencapai tujuh bulan.

Kasus ini diketahui setelah pihak keluarga curiga melihat kondisi perut korban yang membesar. Awalnya korban tidak mengaku, namun setelah didesak akhirnya mau buka suara. Keluarga bertambah kaget karena saat dibawa ke bidan, korban diketahui sedang mengandung tujuh bulan.

“Ketahuannya sekitar bulan Maret, diantar bibinya ke bidan dan ternyata anak saya hamil tujuh bulan,” ujar H, ibu dari korban, Selasa (30/11/2021).

Korban mengakui jika yang menyebabkan kehamilan adalah AB yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga villa.

Aksi kakek bejat ini dilakukan kepada korban, karena korban sering mengantarkan bekal makanan ke tempatnya bekerja setiap sore. Kondisi villa yang sepi membuat pelaku leluasa menjalankan aksinya hingga korban hamil.

“Awalnya gak mau ngomong, nangis, dan takut. Setelah dibujuk bibinya, akhirnya mau menjawab kalau perbuatan itu dilakukan oleh paman sendiri,” ujarnya.

Pihak keluarga kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi yang akhirnya menangkap pelaku di tempatnya bekerja. Sementara itu setelah bayinya lahir, pihak keluarga menitipkannya kepada sanak saudaranya.

Kondisi psikologis korban pun kini sudah mulai bisa melupakan tragedi yang pernah menimpanya. “Harapan ibu, semoga anak ibu bisa melanjutkan sekolahnya lagi,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), KBB, Prihatin Mulyati mengaku, sudah mengetahui kabar tindak asusila kepada anak dibawah umur di Lembang.

Pihaknya juga sudah bertemu dengan orangtuanya sekaligus korban dan mendengarkan kejadian yang dialaminya.

“Kami mengapresiasi kerja cepat polisi yang segera mengamankan pelaku setelah menerima laporan. Saat ini korban terus mendapatkan pendampingan agar psikisnya bisa pulih dan kembali menjalani kehidupannya, apalagi ada keinginan dari keluarga agar korban bisa melanjutkan sekolahnya lagi,” pungkasnya.

Tukang Ojek Jadi Korban Begal di Agam

0
Tukang Ojek,Begal
Ilustrasi
Seorang tukang ojek di kawasan Pasar Banto Kota Bukittinggi menjadi korban pembegalan oleh 2 pria yang tak dikenal.

Kapolsek Tilatang Kamang Iptu Rommy Hendra mengatakan, peristiwa pembegalan ini terjadi di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, sekitar pukul 03.45 WIB, Selasa (30/11).

“Betul, ada laporan pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang tukang ojek di kawasan Pasar Banto,” tuturnya.

Menurut Rommy, korban adalah HW (48) tahun. Kronologisnya, ia mendapat orderan mengantarkan seorang pria dari Pasar Banto menuju arah Kapau dengan biaya Rp 20.000,-.

“Sesampai di TKP, di Kapau, telah menunggu seorang pria yang kemudian merampas sepeda motor tersebut,” ungkapnya.

Rommy mengatakan, pelaku menggunakan senjata tajam dan melukai 3 jari HW.

“3 jarinya terluka dalam, setelah beraksi, kedua pelaku selanjutnya kabur menggunakan sepeda motor korban Revo warna hitam,” terang Romi.

Setelah kejadian, korban kemudian ditolong oleh pengendara lain yang lewat dan membawanya ke Polsek.

Kemudian, anggota polsek membawa korban untuk berobat ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit.

“Kasus ini masih kita selidiki, terutama CCTV sekitar kejadian,” pungkasnya.(Kay)

Dilaporkan Hilang, Warga Bengkalis Jatuh di Kelok Jariang Ditemukan Selamat

0
Hilang,warga hilang
Tim Gabungan berhasil menemukan warga Bengkalis yang dilaporkan hilang sejak kemarin, Senin (29/11).

Seorang warga yang bernama Tengku Iskandar (44) tahun tersebut dilaporkan oleh istrinya terjatuh dari tebing di Kelok Jariang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Kepala Badan Pertolongan dan Pencarian Padang Asnedi mengatakan, tim gabungan yang melakukan pencarian sejak semalam.

Kemudian, lanjutnya, pencarian membuahkan hasil dengan ditemukan sejauh 2,5 kilometer dari kejadian semula.

“Ditemukan dalam keadaan luka berat dan sekarang sedang dalam penanganan medis di RSUP M Djamil Padang,” terangnya, Selasa (30/11).

Sebelumnya, seorang warga asal Bengkalis, Riau dilaporkan terjatuh ke laut dari tebing Kelok Jariang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang Asnedi membenarkan laporan tersebut.

“Benar, kita dapat laporan dari Kapolsek Bungus AKP Zamzami pada pukul 19.15 WIB,” ujarnya, Senin (29/11).(Kay)

Andreah Penuh Emosi di Single Balada Pop Ballad “Tell Me”

0
Andreah
Andreah Rilis Single Bar Bertajuk "Tell Me"/ Foto: Dok. Pribadi
Andreah Penyanyi Pop Irlandia – Filipina kembali dengan single terbarunya setelah sukses dengan single sebelumnya, Dream dan Best Friend pada tahun 2018.

Balada pop bertemakan patah hati dan kerinduan “Tell Me” milik Andreah sekarang tersedia di seluruh platform streaming.

Setelah memperoleh lebih dari 2 juta streaming hingga saat ini dan lebih dari 80.000 pendengar bulanan di Spotify, Andreah menceritakan bahwa lagu ini dibuat dari perasaan menyakitkan setelah patah hati yang ia alami di tengah-tengah karantina selama pandemi.

Andreah
Andreah / Fot : Dok.Pribadi

“I first came up with the melody a while back, and I was banging out some chords on the piano and these lyrics just came to mind. I just started singing the ‘Tell me/Tell me that you’re sorry…’ parts of the song cause all I wanted the person to do was to tell me these things that I needed to hear,”ungkap Andreah penyanyi sekaligus penulis lagu muda dalam siaran pers yang dikutip Indeksnews, Senin (29/11/21).

Setelah memperluas pandangan lagu ini dengan perspektif harapan dan keberanian untuk move on dari rasa sakit hati, Andreah bekerja sama dengan seorang seniman yang mewujudkan semangatnya dalam bertahan di tengah kegelapan melalui visual yang berbeda.

Andreah
Artwork “Tell Me” – Andreah / Foto : Dok. Pribadi

TJILI, merancang karya untuk artwork dari single ini.Lahir di Kamboja pada tahun 2001, dengan berat hanya 1kg, TJILI merupakan satu-satunya yang selamat dari kembar tiga yang ditinggalkan di depan pintu rumah sakit Phnom Penh.

Tahun-tahun penuh cinta, physio dan latihan fisik yang berat telah membuat TJILI mampu berlari, berenang, bersepeda hingga menunggang kuda. Dengan Cochlear Implant dan terapi bahasa wicara, TJILI berkomunikasi melalui bahasa isyarat. Ia juga sudah mampu membaca dan menulis.

Andreah
Andreah / Foto : Dok. Pribadi

“I think she is the most inspirational person I’ve ever met. For someone with her disabilities, she continues to live her life to the fullest and it puts everything into perspective. I think she captured the emotions perfectly in the single artwork, especially in the rainbows. It’s a beautiful reminder of who TJILI is as a person and how she overcomes her challenges too,”. “There is always hope despite the darkness,”tambah ANDREAH.

“Tell Me’ sudah bisa dinikmati disemua layanan streaming digital platform. (EH).