Jakarta — University of Melbourne membawa kabar menarik bagi mahasiswa Indonesia. Universitas ternama Australia tersebut menggandeng IPB University dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kemitraan pendidikan yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di Indonesia dan Australia.
University of Melbourne menawarkan model pendidikan lintas negara yang memungkinkan mahasiswa menjalani tahun pertama studi di Indonesia, sebelum melanjutkan pendidikan pada tahun kedua di Melbourne, Australia. Skema ini menjadi salah satu daya tarik utama kerja sama yang diumumkan di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
University of Melbourne menilai kesempatan belajar di dua negara dapat memberikan pengalaman akademik yang berbeda sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai pertanian, agribisnis, teknologi pangan, sistem pangan, dan keberlanjutan.

University of Melbourne menggandeng dua perguruan tinggi besar Indonesia, yakni IPB University di Bogor dan UGM di Yogyakarta, untuk mempersiapkan generasi baru yang memiliki kompetensi global di sektor pertanian dan pangan.
Kerja sama ini diumumkan oleh Professor Frank Vetere, Pro Vice-Chancellor (Global), University of Melbourne. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan kekuatan pendidikan dan riset Indonesia dengan pengalaman akademik University of Melbourne di Australia.
Bukan sekadar kuliah di luar negeri, mahasiswa nantinya berkesempatan mendapatkan pengalaman belajar dari akademisi dan pakar di dua negara. Mereka juga dapat memperoleh perspektif internasional yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sektor pertanian dan sistem pangan di masa depan.

Professor Moira O’Bryan, Dean of Science, University of Melbourne, mengatakan Indonesia dan Australia menghadapi sejumlah tantangan yang sama dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh.
“Sebagai dua negara yang bertetangga dekat, Australia dan Indonesia memiliki peluang sekaligus tantangan yang serupa dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh,” ujar Professor O’Bryan.
Menurutnya, kekuatan pendidikan dan riset dari kedua negara dapat disatukan untuk menciptakan dampak yang lebih besar.

“Kemitraan ini menyatukan kekuatan kami dalam pendidikan dan riset pertanian untuk menciptakan dampak nyata, sekaligus membekali para lulusan agar dapat berperan dalam membentuk masa depan sektor pertanian di kawasan kita.”
Bisa Kuliah di Indonesia, Lalu Lanjut Australia
Yang menarik perhatian dari program ini adalah model studi dua negara. Mahasiswa akan memulai perjalanan akademiknya di Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan di University of Melbourne, Australia.
Model tersebut memberikan pengalaman pendidikan transnasional atau transnational education (TNE), sekaligus memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan akademik dan budaya yang berbeda.
Program ini juga menjadi kemitraan formal pendidikan transnasional pertama bagi Faculty of Science University of Melbourne di Indonesia.
Professor Giovani Turchini, Head of the School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences, University of Melbourne, menyebut kemitraan ini sebagai peluang untuk memperluas jejaring pendidikan dan memperkuat hubungan akademik Indonesia-Australia.
“Kami bangga melihat banyak alumni kami di Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata di sektor pertanian dan sistem pangan,” ujar Professor Turchini.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan lebih banyak lulusan yang mampu membawa perubahan di bidang pertanian dan sistem pangan.
IPB University Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Dari Indonesia, IPB University melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat internasional.
Professor Irfan Syauqi Beik, Dean of Economics and Management, IPB University, mengatakan pengalaman pendidikan internasional dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami isu agribisnis, pertanian, ketahanan pangan, dan keberlanjutan.
“Dengan menggabungkan kekuatan IPB dalam agribisnis dan ilmu pertanian dengan keunggulan riset University of Melbourne, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia,” jelas Professor Irfan.
UGM Soroti Pengalaman Pendidikan Global
Sementara itu, UGM menilai kolaborasi ini dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan industri pertanian dan pangan yang terus berkembang.
Professor Eni Harmayani, Dean of Agricultural Technology UGM, mengatakan mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan berstandar global dan pengalaman lintas budaya.
“Kemitraan dengan University of Melbourne ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk memperoleh pendidikan berstandar global, pengalaman lintas budaya, serta kolaborasi riset yang akan memperkuat kapasitas mereka untuk menjadi pemimpin masa depan di sektor pertanian,” ujar Professor Eni.
Kolaborasi University of Melbourne, IPB University, dan UGM ini pada akhirnya tidak hanya berbicara soal kesempatan belajar di Australia. Lebih jauh, program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Indonesia dengan wawasan global untuk menghadapi tantangan pertanian, pangan, teknologi, dan keberlanjutan di masa depan.
Dengan model kuliah yang mempertemukan pengalaman akademik Indonesia dan Australia, kesempatan ini berpotensi menjadi salah satu jalur menarik bagi mahasiswa yang ingin membangun karier internasional di sektor pertanian dan sistem pangan.





