Beranda BUDAYA & PARIWISATA Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure di Dukung Menparekraf dan Seniman.

Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure di Dukung Menparekraf dan Seniman.

Samawe Adventure
Pendakian 30 Summit yang di gelar oleh Samawe Adventure akan di mulai per bulan Mei 2021 bukan tanpa alasan mengelarnya apalagi saat masih dalam masa pandemi.

Menurut Raden Bambang Adi Wijaya atau Awe, salah satu founder Samawe Adventure sekaligus pendaki utama dalam ekspedisi 30 Summits ia ingin mengedukasi masyarakat yang ingin mendaki gunung.

Karena Samawe Adventure melihat selama ini masyarakat nampak kurang mempersiapkan pendakian, diakibatkan maraknya media sosial.

Samawe Adventure
R. Bambang Adi Wijaya ( Awe ) – Founder Samawe Adventure / Foto : Istimewa

“Banyak pendaki pemula yang kurang persiapan, sehingga hal ini mengakibatkan dampak berbahaya. Kita harus belajar mengatur waktu, logistik, perlengkapan menginap dan masih banyak lagi. Jadi bukan sekedar naik gunung.”ujarnya saat prescon Ekspedisi 30 Summit, di Deteksi Production, Jakarta Selatan, (18/4/21).

“Selain edukasi pendakian, saya ingin mengangkat human interest dari gunung ini sebenernya. Kita akan buat dokumentasikan setiap budaya yang ada dimasing-masing gunung. Nantinya, ini akan menjadi destinasi baru juga buat masyarakat. Ini menjadi bentuk bagaimana kita mencintai budaya tersebut. Miris lho, Belanda punya daftar lengkap desa adat di Indonesia, sementara kita cuma punya dua belas. Ini juga menjadi contoh bagaimana kita kurang memahami apa yang kita miliki.”Lanjut Awe.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, bersama sejumlah seniman memberikan dukungannya buat kegiatan Ekspedisi 20 Summits.

Kegiatan yang akan dimulai pada Mei 2021 hingga Mei 2022 ini melakukan pendakian 30 puncak gunung di Indonesia sebagai ikhtiar menghidupkan pariwisata di Indonesia.

Samawe Adventure
Konferensi Pers Pendakian 30 Summit Samawe Adventure dan Buka Puasa Bareng Awak Media / Foto : Istimewa

“Saya mengucapkan dan mendukung kegiatan anak bangsa bernama Samawe Adventurre, yakni Ekspidisi 30 Summit, perjalanan 30 gunung,” kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan kegiatan ini selaras dengan upaya menghidupkan dan menggeliatkan kembali pariwisata di Indonesia. Ia mengapresiasi kegiatan yang di disajikan dalam karya dokumenter berisi eksplorasi keindahan alam serta kearifan budaya dan beragam desa adat di Indonesia.

BACA JUGA  IMM 2021, Mendata Pekerja Seni Hingga Kompetisi Musik Pop Se-ASEAN

“Ini mendukung positif mendukung destinasi baru pariwisata di negeri kita. Semoga usaha ini dilancarkan oleh yang Maha Kuasa. Kami memberikan semangat dan motivasi agar kegiatan ini bisa membawa kemaslahatan buat bangsa Indoensia,” kata Sandiaga.

Samawe Adventure
Ananda Sukarlan / Foto Istimewa

Raden Bambang Adi Wijaya, salah satu founder Samawe Adventure sekaligus pendaki utama dalam ekspedisi 30 Summits, menjetaskan kickoff kegiatan ini bakal dilakukan pada 26 Mei mendatang. “Gunung pertama yang akan didaki adalah Gunung Leuser di Aceh,” katanya.

Pria yang akrab disapa Awe ini menjelaskan ekspedisi ini rencananya berdurasi waktu sekitar 11 bulan. Dari 30 puncak gunung tersebut, ia mengatakan, nantinya dibagi ke dalam tiga etape pendakian. Pendaki yang akan terlibat berjumlah enam orang. Rinciannya adalah masing-masing dua pendaki utama dan pendaki lokal, serta dua orang videografer.

“Etape pertama wilayah Sumatera. Gunung yang didaki rencananya Leuser, Singgalang-Merapi, Kerinci, dan Dempo di Palembang. Selanjutnya etape kedua gunung di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Lalu etape ketiga wilayah Sulawesi, Kalimantan, Ambon, dan Papua,” paparnya.

Samawe Adventure
Citra Utami / Foto : Istimewa

Awe mengatakan di setiap puncak gunung nantinya diniatkan bisa tuntas satu juzz Alquran. Dengan 30 puncak yang disambangi, ia berharap, rencana khatam Alquran bisa diwujudkan.

“Dalam eksepedisi ini kita mencoba merekam semua kondisi faktual dari setiap gunung melalui video. Tapi kami tidak Hanya sekadar mendaki saja tetapi ada misi yang bersifat refleksi dengan cara melantunkan ayat Alquran dari atas gunung,” ujarnya.

Harry ‘Koko’ Santoso, pemerhati seni dan budaya, menyambut baik semangat dari komunitas Samawe maupun dukungan dari pemerintah.

Samawe Adventure
Harry Kpko Santoso – Pengamat Musik Sekaligus Penasehat Samawe Adventure / Foto : Istimewa

Harry Koko mengatakan kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan persatuan di negeri ini.

BACA JUGA  Proyek Perluasan Fasilitas Air Minum di Medan Masuki Tahap Uji Coba

“Ketika perbedaan masih sering terdengar maka kegiatan pendakian 30 puncak gunung ini justru memberikan pesan kuat bahwa generasi muda itu harus berani berjuang, bersusah payah tetapi memiliki tujuan untuk menuju puncak. Inilah filosofi mendasar dari kegiatan ini”, ujarnya.

Harry Koko mengatakan kegiatan semacam ini penting juga untuk menguatkan solidaritas dari seluruh anak bangsa. “Kegiatan ini kan bisa berjalan dan sukses jika ada kerjasama dan solidaritas dari semua yang terlibat. Inilah yang sekarang kita butuhkan buat bangsa ini dan hal ini dicontohkan oleh Samawe Adventure”, kata Koko dengan penuh semangat.

Dalam kesempatan konfrensi kali ini mereka yang hadir sebagai nara sumber adalah Ida Bagus Charma, Ananda Sukarlan, Didit T. Hidayat, Octa Carolina, Citra Utami, Harry ‘Koko’ Santoso, Awe Samawe. (EH)

Facebook Comments