Beranda NASIONAL Pemerintah Legalkan Miras, Apa Bahaya dan Efeknya Bagi Kesehatan Anda

Pemerintah Legalkan Miras, Apa Bahaya dan Efeknya Bagi Kesehatan Anda

Miras
Mengonsumsi miras (minuman keras atau beralkohol) secara berlebihan akan memiliki resiko yang cukup membahayakan bagi kesehatan Anda. Apalagi sering melakukannya secara berlebihan sampai mabuk.

Orang dewasa berumur 21 tahun di Indonesia memang diperbolehkan mengonsumsi miras atau minuman beralkohol. Ada banyak jenis minuman beralkohol, dengan kadar alkohol yang berbeda-beda. Namun secara umum, alkohol yang dikonsumsi sebaiknya tidak lebih dari 14 unit (sekitar 140 mililiter kadar alkohol murni) per minggu.

Apabila mengonsumsi secara berlebihan, miras dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kehilangan kendali diri, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Sedangkan jika diminum terus-menerus dalam jangka waktu lama, miras dapat mengakibatkan berbagai penyakit kronis, bahkan kematian.

Baru saja terjadi kasus yang cukup menghebohkan, gara-gara mabuk seorang oknum polisi menembak tiga orang hingga tewas di sebuah kafe di kawasan Cengkareng.

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Regulasi itu telah ditandatangani oleh Kepala Negara sejak 2 Februari 2021 lalu.

Dalam Perpres Nomor 10 tahun 2021 itu mengatur tata cara investasi di Indonesia. Salah satu jenis usaha yang diatur adalah investasi miras atau minuman beralkohol di beberapa wilayah.

Bahaya Penyakit akibat Sering Mabuk Miras

Berikut adalah penyakit-penyakit yang bisa muncul akibat sering mabuk miras dalam jangka panjang yang kami kutip dari situs kesehatan alodokter.com:

Penyakit hati

Ketika dikonsumsi, alkohol akan terserap ke dalam aliran darah, kemudian terkumpul di hati untuk dipecah dan dinetralkan agar dapat dibuang dari tubuh. Hanya saja, kemampuan hati dalam memproses alkohol sangat terbatas. Jika alkohol yang diminum lebih banyak dari yang bisa diolah oleh hati, maka kadar alkohol dalam darah akan meningkat. Jika terus menerus terjadi, organ hati akan mengalami gangguan, mulai dari perlemakan hati, hepatitis, sirosis, hingga kanker hati.

BACA JUGA  Jokowi Buka Peluang Investasi Industri Minuman Keras, MUI Kecewa

Penyakit jantung dan pembuluh darah

Akibat lainnya dari sering mabuk adalah gangguan detak jantung, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, pembesaran jantung, serta meningkatnya risiko terkena stroke dan penyakit jantung.

Kanker

Semakin sering Anda minum alkohol, semakin besar pula risiko Anda terkena kanker dan meninggal akibat penyakit tersebut. Selain kanker hati, jenis kanker lain yang juga dapat terjadi akibat sering mabuk adalah kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esofagus, kanker usus besar, bahkan kanker payudara.

Gangguan otak dan saraf

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan gangguan pada otak. Menurut penelitian, sering mabuk dapat membuat otak menyusut atau mengecil. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin besar pula penyusutannya. Selain itu, terlalu banyak minum alkohol juga dapat menurunkan kemampuan berpikir dan melemahkan daya ingat, serta membuat refleks dan koordinasi gerakan tubuh terganggu.

Depresi

Sebagian orang menganggap bahwa mabuk dapat membantu mengatasi depresi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mengonsumsi minuman keras secara berlebihan justru dapat menyebabkan atau memperberat depresi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mabuk memiliki risiko lebih tinggi untuk bunuh diri dan mengalami gangguan kecemasan.

Kenapa bisa begitu? Ketika Anda minum miras terlalu banyak, fungsi zat kimia otak yang mengatur mood akan terganggu, sehingga muncul gejala depresi.

Kecanduan alkohol

Sering mengonsumsi miras hingga mabuk juga dapat menyebabkan kecanduan. Meskipun menyadari bahaya alkohol, orang yang kecanduan akan terus-menerus mengonsumsi minuman beralkohol dan sulit untuk berhenti. Pada akhirnya, kebiasaan tersebut akan berdampak pada kesehatan maupun kehidupan sosialnya.

Waspadai konsumsi minuman keras hingga mabuk. Jika Anda kecanduan alkohol dan sulit untuk menghentikannya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan konseling dan pengobatan untuk membantu Anda lepas dari kecanduan alkohol serta dampak buruknya.

Facebook Comments