Beranda INOVASI Kantara Group Tingkatkan Kualitas SDM, Hibahkan GNSS RTK Ke Fakultas Teknik

Kantara Group Tingkatkan Kualitas SDM, Hibahkan GNSS RTK Ke Fakultas Teknik

Kantara Group
Kantara Group Dalam Acara Serah Terima Alat Hibah dan Penanda-tanganan PKS Kantara Group dan 3 Universitas secara Virtual, Rabu (24/11/21}/ Foto : Eny
PT. Kantara Group Indonesia adalah holding company berbidang multisektoral yang melalui anak perusahaan PT. Kompas Navigasi Indonesia.

PT. Kantara Group Indonesia merupakan representatif produk teknologi survey pemetaan bermerk SinoGNSS. SinoGNSS sendiri adalah market leader di sektor produk servei pemetaan darat khususnya produk teknologi berbasis GNSS di Indonesia.

Dalam rangka meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia PT. Kantara Group Indonesia melaksanakan program hibah alat ukur GNSS/RTK (Global Navigation Satellite System/Real Time Kinematic) kepada 4 fakultas Teknik di bidang Geodesi/Geomatika berbeda.

Kantara Group
Foto : Eny

I Made Nugraha Jaya Wardana selaku Chief Executive Officer (CEO) mengatakan kegiatan itu semua tidak akan berhasil bila tidak ada kolaboritas dari pihak swasta dengan pihak universitas.

“Ini salah sati komitmen kami secara aktif sebagai pihak swasta mendukung program-program dari pemerintah di sektor pendidikan di universitas agar terlaksananya prinsip Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat (P2M).”ujar I Made Nugraha Jaya Wardana, Dalam Acara Serah Terima Alat Hibah dan Penanda-tanganan PKS Kantara Group dan 3 Universitas secara Virtual, Rabu (24/11/21).

“Hal ini bisa terlaksana karena kerja keras dari tim Kantara group bahwa ini merupakan bukti nyata bahwa kami ingin terus berkontribusi dalam mempersiapkan atau meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia. Karena saya percaya Indonesia tidak akan bisa berkembang menjadi lebih maju kalau tidak di iringi dengan kualitas atau kesiapan dari sumber daya manusia dari adik-adik mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia kerja.”ujar I Made Nugraha Jaya Wardana

Kantara Group
I Made Nugraha Jaya Wardana selaku Chief Executive Officer (CEO) Kantara Group / Foto : Eny

Fakultas penerima bantuan alat ukur dari Kantara Group ini ialah; Fakultas Teknik jurusan Geomatika Institut  Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada Fakultas Teknik Geodesi (UGM),

BACA JUGA  Anggota Paskibraka Jambi asal Kerinci, Desta Veni Rahayu Meninggal Dunia

Selain itu ada Fakultas Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (Vokasi UGM) yang mendapatkan hibah dari Kantara Group.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pak I Made Dari Kantara Group atas cerita dan inisiasinya yang sangat bermanfaat. Kami dari fakultas teknik universitas diponegoro ada 12 departement yaitu Sipil, Geodesi, Geologi, PWK, Elektro, Tekhnik Komputer, Kimia, Teknik Mesin, Arsitektur & Perkotaan, Arsitektur, Lingkungan, Teknik Industri, Teknik dan Manajemen Industri, Teknik Perkapalan.”kata Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Kantara Group
Foto : Eny

Program hibah alat ini diresmikan dengan pelaksanaan seremonial penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT. Kompas Navigasi Indonesia yang adalah anak perusahaan Kantara Group dan pimpinan masing-masing Fakultas penerima secara daring melalui aplikasi Zoom.

“Program hibah alat dengan Teknologi GNSS ini adalah inisiatif kami untuk berperan dalam pembangunan Indonesia lewat sektor Pendidikan, dimana akan sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa, baik mahasiswa Prodi Vokasi, Prodi Sarjana maupun Prodi Magister. Dalam bidang penelitian, alat dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian mahasiswa, baik skripsi, tesis, maupun disertasi doktoral. Selain itu, alat juga akan dimanfaatkan oleh dosen untuk melakukan penelitian yang hasilnya akan dipublikasikan di berbagai media publikasi karya ilmiah,” ucap Made.

Pemberian bantuan dari Kantara Group adalah berupa 2 unit Sino GNSS T300 untuk ITS dan UGM, serta 1 set CORS System untuk UNDIP dan Vokasi UGM senilai lebih dari Rp 500 juta.

“Saya teringat ketika saya masih menjadi mahasiswa, karena saya sendiri juga belum lama lepas dari perkuliahan. Saya masuk di perkuliahan UGM angkatan 2010, pada saat itu saya teringat ketika aktif didunia perkuliahan dan mengikuti program-program yang memang khususnya di universitas. Dan saya merasa pada masa saya kuliah dari sisi peralatan dan sarana kurang mendukung atau terbatas.”kata I Made menceritakan saat dirinya menjadi mahasiswa merasa pada masa ia kuliah dari sisi peralatan dan sarana kurang mendukung atau terbatas.

BACA JUGA  Angin Kencang Terjang Wilayah Indragiri Hilir, Bayi Berusia 4 Bulan Jadi Korban
Kantara Group
Foto :Eny

“Hal itu yang menjadi dorongan bagi saya mefasilitasi adik-adik mahasiswa untuk bisa lebih aktif atau memfasilitasi adik-adik mahasiswa agar skill menjadi lebih baik dengan adanya alat-alat untuk melakukan praktek yang lebih memadai.”tambah I Made.

Maka dari itu PT Kompas Navigasi yang menjadi bagian dari Kanatara bergerak dibidang distribusi peralatan dan teknologi.

Pihak Kantara Group  berusaha menyisihkan profit dari perusahaan untuk bersinergi dengan berbagai universitas untuk meningkatkan kualitas skill adik-adik mahasiswa.

“Saya berharap hal ini bisa bermanfaat yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya bukan hanya untuk teman-teman mahasiswa, tetapi bahkan juga bisa dimanfaatkan untuk program-program atau penelitian-penelitian yang memang dibutuhkan dari pihak universitas untuk mengupdate secara keilmuan.”kata I Made.

“Disisi lain perkembangan teknologi Geodesi/Geomatika itu sangat luar biasa, sangat dinamis dan sangat cepat, sehingga kami dari pihak swasta selalu terus mengupdate dan sharing informasi dengan harapan teman-teman kampus dan mahasiswa agar tidak tertinggal secara teknologi.”tambahnya

Bidang ilmu Geospasial di arah pembangunan negara kita ini sangat luar biasa dibutuhkan, karena memang saat ini teknologi yang berkembang semua kearah digitalisasai dan arahnya navigation. Jadi penguasaan ilmu Geospasial sangat dibutuhkan secara data untuk bisa menyelesaikan masalah atau aktivitas-aktivas yang memang saat ini terus berkembang untuk proses pembangunan dan menjadi dasar perencanaan seperti pendataan manual, penanggulangan bencana, pengelolaan sumber daya alam, dan lai-lain.

“Sehingga saya berharap agar apa yang kami lakukan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh pihak universitas, sehingga peran kita sebagai pihak geosdate atau geospasial itu bisa lebih mendominasi dalam kaitannya revolusi industry.”tutup I Made. (EH)

 

Facebook Comments

Artikel sebelumyaMantan Pramugari Jadi PSK Ekslusif Dibayar Rp 2 Juta untuk Sekali Kencan
Artikel berikutnya1 Unit Truk Terjun Bebas Ke Jurang di Silaiang