Beranda PRODUK Platform TrafficGuard Lengkapi Solusi Proteksi Iklan untuk Facebook Ads

Platform TrafficGuard Lengkapi Solusi Proteksi Iklan untuk Facebook Ads

Platform
TrafficGuard Lengkapi Solusi Proteksi Iklan untuk Facebook Ads dengan "TrafficGuard Social" (PRNewsfoto/TrafficGuard)
Platform terkemuka yang menyediakan solusi omnichannel untuk verifikasi iklan digital dan pencegahan aksi penipuan (fraud prevention), hari ini meluncurkan TrafficGuard Social.

Solusi ini membantu berbagai merek menyingkirkan invalid traffic (IVT) dari penayangan iklan di Facebook dan Instagram, serta memaksimalkan imbal hasil atas belanja iklan. TrafficGuard Social kini tersedia bagi pelanggan perusahaan di Trafficguard.ai.

Dengan nilai belanja iklan yang luar biasa di Platform Facebook, yakni mencapai US$115 miliar di seluruh dunia, Facebook jelas menjadi salah satu platform periklanan yang paling menguntungkan di dunia. Namun, menurut data dari Facebook, setidaknya 1,5 miliar akun Facebook dihapus setiap triwulan karena terindikasi dengan aksi penipuan.

“TrafficGuard Social hadir ketika IVT mencapai rekor tertinggi. Pada 2022, nilai belanja iklan diproyeksikan menembus US$173 miliar. Meski demikian, biaya IVT telah tercatat senilai USS$81 miliar, dan besarnya nilai belanja iklan tersebut sangat menggiurkan bagi pelaku aksi penipuan.”

“IVT tak akan pernah menghasilkan kinerja bisnis yang positif—IVT bahkan mencemari metrik dan data pemasaran penting, mengaburkan data situs (“website analytic”), serta menghambat pertumbuhan bisnis Anda. TrafficGuard Social mendukung praktisi pemasaran dan pengiklan untuk mengoptimalkan kampanye periklanan sehingga mendatangkan hasil yang lebih baik dengan biaya yang sama,” ujar Mat Ratty, CEO, TrafficGuard.

Platform TrafficGuard Social akan mengambil beberapa langkah demi mengurangi risiko penyalahgunaan klik invalid dan ikut meningkatkan performa iklan dengan memanfaatkan data dari kampanye periklanan.

Dengan demikian, TrafficGuard Social menilai karakteristik dari sebuah aktivitas yang terindikasi dengan aksi penipuan. Informasi ini juga akan digunakan untuk menyusun daftar pengecualian (exclusion list) pada Facebook dalam rangka pre-bid prevention.

Lewat langkah tersebut, profil audiens yang disasar akan diperbarui secara dinamis dengan data yang berasal dari intelligence tagging system milik Facebook.

BACA JUGA  Yokke Gandeng MKP Dukung Digitalisasi Pasar, Pariwisata dan Parkir

Pada 2023, TrafficGuard akan melansir fitur-fitur media sosial bagi pengguna dari kalangan UKM sekaligus memperluas layanannya ke TikTok, Twitter, dan LinkedIn guna memenuhi pesatnya permintaan klien.

Facebook Comments

Artikulli paraprakBunga Tabungan di Bank Sudah Berada di Level 0%
Artikulli tjetërAnies Baswedan Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Formula E