Beranda POLITIK Amien Rais Tegaskan Rezim Jokowi-Luhut Harus Letakkan Jabatan Oktober 2024

Amien Rais Tegaskan Rezim Jokowi-Luhut Harus Letakkan Jabatan Oktober 2024

Amien Rais
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyebut bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi Widodo berada dalam kondisi paling berbahaya, bahkan kritis. Ia bahkan mengatakan, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi banyak diliputi kontroversi.

Amien Rais menyebut, bentuk pemerintahan Indonesia kini mengarah pada demokrasi bohong-bohongan.

“Kepemimpinan nasional yang memegang tampuk kepresidenan sejak Oktober 2014 dan dipilih lagi lewat pemilihan umum untuk legislatif dan Pilpres 2019 yang penuh dengan kontroversi telah membawa kita kepada demokrasi bohong-bohongan,” ujar Amien Rais saat berpidato pada acara Milad 1 Tahun Partai Ummat di Jakarta, Minggu (17/4/2022).

Amien pun mengatakan masa kepemimpinan Presiden Jokowi sebagai rezim Jokowi-Luhut. Menurut dia, masa kepemimpinan ini dihadapkan pada masalah serius.

Ia menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan kehilangan kemampuan mengenali krisis, urgensi, serta realitas.

“Pemimpin yang kehilangan tiga senses ini pasti berperilaku ugal-ugalan, eksesif, dan menjadi berperilaku ekstrimis,” kata Amien.

Amien juga menilai klaim Luhut terkait big data 110 juta rakyat Indonesia mendukung penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode menggelikan.

Klaim Luhut tersebut sebelumnya diungkapkan melalui sebuah tayangan YouTube.

Ia pun telah menepis tudingan sejumlah pihak yang meragukan validitas data tersebut, maupun tudingan yang menyebut bahwa big data itu tidak benar.

Luhut bahkan berdebat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait big data tersebut.

Sementara itu, Amien menilai, pernyataan Luhut tersebut sebagai halusinasi yang membuat dia menjadi musuh publik nomor satu.

Kritik Amien terhadap rezim pemerintahan Jokowi ini bukan yang pertama kali dilontarkan. Sebelumnya, ia sempat mengingatkan Presiden Jokowi dan Luhut bahwa mereka harus meletakkan jabatannya pada Oktober 2024.

BACA JUGA  Effendi Simbolon: Tak Ada Suara Rakyat Diperjuangkan di DPR

“Duet Jokowi-Luhut yang saat ini menjadi simbol dan substansi rezim yang berkuasa saat ini bahwa sesungguhnya harus berakhir pada Oktober 2024,” kata Amien.

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakCuti Bersama Lebaran 2022 Selama 10 hari, Catat Tanggalnya
Artikulli tjetërInilah 5 Cara Bersihkan Karang Gigi Sendiri