Beranda ENTERTAINMENT Duo Alien Child Rilis “Selalu Dihati” Dengan Dua Bahasa

Duo Alien Child Rilis “Selalu Dihati” Dengan Dua Bahasa

Alien Child
Foto : Edy T
Alien Child, duo asal Nusa Penida hadir dengan lagu terbaru sebagai bukti putra putri daerah menunjukkan bakatnya di dunia musik tanah air

Lagu yang dipersembahkan oleh Alien Child adalah sebuah lagu mendukung bangkitnya perekonomian terutama industri pariwisata berjudul “Selalu Dihati”.

Keterlibatan Alien Child dalam project lagu ini bermula dari pertemuan dengan pengamat musik sekaligus promotor, Harry Koko Santoso.

Alien Child
Foto : Edy T

“Awalnya pertemuan dengan mas Koko di Jakarta dan ngobrol, menurutku kami ini sesuatu yang seru sekali apalagi ini sesuatu yang sangat penting menurut kami sharing tentang alam di Indonesia dan juga bakat kami dan akhirnya kita proses buat lagunya setelah hari itu juga di Nusa Penida tempat kelahirannya saya menciptakan lagu “Selalu Dihati”,ungkap Alien Child dalam siaran persnya, Jumat (11/2/22).

Menurut duo asal Nusa Penida proses pembuatan lagunya cukup singkat sekali, namun yang membuat lama dalam proses pembuatannya lagu ini adalah Conversation dalam mendalami lagu “Selalu Dihati” apalagi dalam dua bahasa, ini sesuatu yang penting bersama teman-teman mengerti lagu ini.

Walaupun ini hanya sebagian kecil ini menurut kami cocoklah untuk projek lagu ini memakai dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,” ungkap Ayu Arya Larasati Maranda biasa di sapa Lala.

Alien Child
Foto : Edy T

“Jadi kami sangat bersyukur dengan pembuatan video klip dengan tim Visual Anak Negeri seru dan juga bisa menjelaskan konsep yang diinginkan dengan baik sehingga kami menangkapnya cepat ketika diberi arahan, jadi enak banget lah apalagi di Nusa Penida ini adalah kampung halaman kami  jadi senanglah bisa cerita tentang kampung sendiri. Lokasi pengambilan gambarpun sesuai lagu diantaranya: Broken Bay, Banah, Tembeling dan Pura Dalem Desa Batu Madeg, Nusa Penida, Klungkung Provinsi Bali,” tambah Lala.

BACA JUGA  Bunga Citra Lestari Jalani Isolasi Mandiri

Lagu “Selalu Di Hati” ini  menceritakan tentang diri sendiri juga sih, semua orang yang merantau dari kampung halaman demi masa depan yang lebih baik, itu bisa rilay sama dengan lagu karena ini tentang kerinduan untuk rumah.

Perlu di informasikan Duo ini  sudah memiliki mini album, single pertama di luncurkan tahun 2018 dan single ke dua itu di luncurkan dengan judul Euforia.

Alien Child
Foto : Edy T

Alien Child berdiri 2017, namun mereka berdua sudah mulai berkarya tahun 2013. Pada Tahun 2013 keduanya lama tinggal di Canada lalu pulang sekitar tahun 2017.

“Kami bangga loh dari desa Nusa Penida dari kampung ini, waktu itu ingin mengupas Nusa Penida karena banyak banget teman-teman disini  kadang-kadang malu kalo saya dari Nusa Penida seperti desa tertinggal, makanya kami buktikan kepada dunia luar bahwa kampungku  harus maju, walau kami lama tinggal di Canada tetap bangga sebagai orang Indonesia yang asli dari Batu Madeg, Nusa Penida,”Ungkap Lala.

“Lagu “Selalu Dihati” berubah liriknya akhirnya kami bisa mastering, composing, produksi sendiri mixing video pun kami direct sendiri, jadi tahun 2017 bener-bener kami merasa harus di rebranding sehingga Alien Child beda arti lagi dan bukan Alien manusia luar angkasa itu maksudnya, kami ingin membuat sebuah rumah teduh untuk orang-orang yang merasa seperti Alien alias tidak diterima sesama orang yang di sekitarnya, karena kami ingin menjadi rumah sendiri dimana kamu menjadi be your self jadi kalo mau nonton kami dan nge fans sama kami alias nama Alien jadi kami lebih dari band, tapi kami ini sebuah rumah yang teduh.”tambahnya.

Alien Child
Foto : Edy T

Menurut Ayu Aya Nusandari Maranda biasa dipanggil Aya menjelaskan Genre Alien Child banyak terinspirasi dari EDM, RnB, Pop dan Rapp. Artinya genre lagu “Selalu Dihati” EDM Pop.

BACA JUGA  Tante Ernie Kian Disorot, Netizenpun Berkomentar Nakal

“Harapannya lagu “Selalu Dihati” ini untuk bisa lebih didengarkan, diterima masyarakat luas dan  talenta-talenta penyanyi yang ada di Nusa Penida bermunculan dapat bersaing. Semoga industri musik Indonesia bisa sebesar KPop di Indonesia,” tandas Aya.

Sejak kecil darah bermusik yang mengalir dari ibunya ini mulai terlihat setelah antusiasnya membuat konten-konten di media sosial.

“Masa pandemi covid ini membuat saya lebih aktif di media sosial, mulai TikTok, Spotify sampai YouTube. Semakin lama di rumah saja, saya semakin terus berkreasi. Dari pada bosan kan? ”tutup Aya.

 

Facebook Comments

Artikulli paraprakHarra Ajak Jelajahi Dunia Fantasi Penuh Cinta ‘Fantasia’
Artikulli tjetërTransjakarta Bersama PT FSTJ Tingkatkan Kesejahteraan 6100 Karyawan