Beranda ENTERTAINMENT Maria Ozawa Ungkap Sisi Gelap Keterlibatannya pada Industri Film Dewasa

Maria Ozawa Ungkap Sisi Gelap Keterlibatannya pada Industri Film Dewasa

Maria Ozawa
Maria Ozawa nama yang begitu akrab bagi pencinta film panas ini mengungkap sisi gelap saat dia bermain dalam film dewasa. Sang model asal Jepang mengurai semuanya usai pension dari dunia film biru tersebut.

Maria Ozawa yang memulai debut tahun 2005 sejak usia remaja tapi kini dia telah memutuskan berhenti sebagai bintang film dewasa dan fokus di dunia bisnis dan Youtube.

Melalui YouTube pribadinya, 12 Februari 2021, Maria Ozawa menceritakan awal debut sebagai bintang film dewasa sejak berusia 18 tahun. Meski itu dulu merupakan pilihan hidupnya, namun kini Maria Ozawa mengisyaratkan ada sedikit penyesalan.

Oleh karena itu, ketika ada perempuan yang ingin mengikuti jejaknya, ia menyarankan untuk berpikir ulang sebelum meneken kontrak kerja.”Pikirkan ulang sebelum teken kontrak. Karena aku debut ketika berusia 18 tahun.”

“Aku sudah bekerja setelah lulus dari SMA. Baiklah, itu pilihanku untuk tidak mengatakan kepada siapa pun.”

“Jadi aku tidak punya siapapun untuk diajak bicara soal itu. Itu bukan sesuatu yang aku sesalkan.”

“Tetapi sekali kamu terkenal atau tidak terkenal, videomu akan di internet selamanya,” kata Maria Ozawa di channel MARIA OZAWA (Official).

Maria Ozawa juga mengingatkan agar tidak terburu-buru masuk ke industri film panas hanya karena tergiur dengan uang. “Kamu perlu impian yang besar yang ingin kamu wujudkan ketika kamu ingin debut industri AV.”

“Karena satu video itu akan berada di internet selamanya. Itu akan selalu muncul kapan pun mereka mengetik namamu.”

“Ketika orang tuamu atau kekasihmu mengetahui, itu akan menjadi masalah,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Maria Ozawa yang akrab disapa Miyabi ini menyarankan, jika tidak memiliki impian cukup kuat, sebaiknya jangan debut di industri film biru.

BACA JUGA  Fourtwnty, 12 Tahun Berkarya Merilis Single "Mangu"

Artis asal Jepang ini mengaku selalu mengatakan hal itu dalam setiap wawancara.

“Aku tidak menyesal apa yang salah pilih dan aku tidak menyesal menjadi Maria Ozawa.”

“Aku tidak menyesal menjadi terkenal dan bisa pergi ke berbagai negara.”

“Tetapi hanya satu hal yang aku sesali adalah soal hubungan dengan orang-orang.”

“Itu sangat sulit percaya seseorang ketika kamu di industri ini,” tuturnya.

Kata Maria, kebanyakan orang-orang mendekatinya hanya untuk uang atau seks.

“Pertama, orang-orang hanya datang untuk uangmu. Kedua, untuk hubungan asmara, mereka akan mengatakan cinta padamu.”

“Tetapi kadang aku menyadari mereka hanya ingin berhubungan seks karena kamu berasal dari industri film biru.”

“Atau mereka hanya ingin berhubungan seks karena kamu terkenal, kaya, muda.”

“Itu sungguh membuatku patah hati karena sulit mempercayai orang dan sulit menemukan pria yang terhormat atau teman yang mendukungmu sepenuh hati,” ungkapnya.

Menurut Maria Ozawa, itulah salah satu sisi menyedihkan dalam kehidupan bintang film dewasa. “Atau mereka hanya ingin berhubungan seks karena kamu terkenal, kaya, muda.”

“Itu sungguh membuatku patah hati karena sulit mempercayai orang dan sulit menemukan pria yang terhormat atau teman yang mendukungmu sepenuh hati,” ungkapnya.

Menurut Miyabi, itulah salah satu sisi menyedihkan dalam kehidupan bintang film dewasa.

Sejak tahun 2015 lalu, Miyabi telah menyatakan pensiun dari dunia film dewasa atau industri Adult Video (AV). Miyabi kini memilih untuk menjadi seorang pengusaha di Filipina.

Miyabi mendirikan sejumlah hotel dan bar bersama rekan-rekannya. Tak cuma itu Miyabi juga masih tampil di sejumlah acara TV dan pemotretan.

Di luar aktivitasnya sebagai pebisnis, Miyabi juga aktif di Youtube dengan nama channel MARIA OZAWA (Official).

BACA JUGA  LEXICONCERT Sudah Sambangi 4 kota Siapkan Kejutan Besar di Bali

Channel Youtube Maria Ozawa itu saat ini telah memiliki 221 ribu subscribers.

Facebook Comments

Artikulli paraprakAnggota DPRD Fraksi Golkar Kota Depok Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Mafia Tanah
Artikulli tjetërBIN Ungkap Kecurangan Pelanggaran Karantina