Beranda POLITIK PARLEMEN Banggar DPR RI Ngotot Hapus Penggunaan Listrik 450 VA, Menteri ESDM Kaget

Banggar DPR RI Ngotot Hapus Penggunaan Listrik 450 VA, Menteri ESDM Kaget

Banggar DPR RI
Sumber Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Banggar DPR RI mengklaim bahwa pihaknya dan pemerintah sepakat untuk menghapus penggunaan daya listrik 450 Volt Amphere dan akan dialihkan ke daya listrik 900 VA.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah mengatakan daya listrik 450 VA itu akan dihapus secara bertahap.

“Secara bertahap terhadap keluarga kemiskinan parah dengan 450 VA, tentu tidak bisa kita lakukan dengan serta merta ke 900 VA. Terhadap keluarga miskin yang masih memakai 450 VA kita terus upayakan bermigrasi ke 900 VA secara pelan-pelan pula sejalan dengan peningkatan kebutuhan elektrifikasi mereka,” tutur Said, Selasa (13/9/2022) lalu.

Namun demikian, pihak Kementerian ESDM, menyatakan bahwa sepemahamannya, penghapusan penggunaan daya 450 VA dan dialihkan menjadi 900 VA itu bukan kesepakatan.

Bahkan, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengaku kaget dengan wacana penghapusan daya listrik 450 VA yang diusulkan Banggar DPR RI.

“Kaget juga waktu minggu lalu itu siapa tuh yang nanya, kaget juga kita, ada statement kayak gitu nggak tahu sumbernya dari mana itu,” ujar Arifin Tasrif, Jumat, (16/9/2022) kemarin.

Menanggapi hal ini, mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu menilai wakil rakyat sekarang tidak berpihak lagi kepada masyarakat yang kerap membuat kebijakan bersama pemerintah makin aneh.

“Makin Aneh. Pemerintah (KemESDM) menyatakan tidak ada penghapusan daya listrik 450 VA tapi Banggar DPR RI yang dipimpin oleh PDIP mengusulkan penghapusan. DPR kok justru tidak memihak ke rakyat,” ujar Said Didu melalui cuitannya di Twitter dikutip Monitor Indonesia, Sabtu (17/9/2022).

Sebelumnya, wacana daya listrik 450 VA dihapus bermula melalui usulan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan listrik saat ini bukanlah soal subsidi atau salah sasaran, tetapi kelebihan suplai atau oversupply listrik yang justru memberatkan keuangan negara.

BACA JUGA  Kebijakan Pemerintah Longgarkan Wajib Masker di Apresiasi

Oleh karena itu, guna menyelaraskan antara suplai listrik dan permintaan listrik, Said menyarankan untuk adanya penghapusan dan peningkatan golongan listrik.

Said mengusulkan pada pemerintah untuk menaikkan daya listrik orang-orang miskin dari 450 VA menjadi 900 VA.

Facebook Comments

Artikulli paraprakGerah dengan Sikap PKS Tolak Kenaikan Harga BBM, Hasto: Prestasi Kalian Apa?
Artikulli tjetërAwas! Syndrome Carpal Tunnel Terjadi Akibat Pegang Hp dan Mouse Seharian