Iklan
Iklan

Malam Pencabut Nyawa Tayang di Lebih dari 10 Negara, Suguhkan Sinematik Yang Ciamik.

- Advertisement -
Malam Pencabut Nyawa sebuah film besutan BASE Entertainment yang sutradara Sidharta Tata yang terinspirasi dari novel karya Ragil J.P. berjudul Respati dan skenarionya ditulis oleh Ambaridzki Ramadhantyo bersama Sidharta Tata sebagai ko-penulis.

Film Malam Pencabut Nyawa adalah film ketiganya yang berkolaborasi dengan BASE Entertainment dalam sebuah pengharapaan film.

“Saya bersyukur sekali mengerjakan film ini karena saya diberikan ruang eksplorasi yang luas sehingga bisa keluar dari zona nyaman dan menciptakan hal-hal yang sama sekali baru dibanding dua film saya sebelumnya,” tutur sutradara Sidharta Tata saat konferensi pers dan screening film di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (13/5/2024).

Malam Pencabut Nyawa

“Sejak membaca novelnya, saya langsung mencintai cerita Respati karena ia mengangkat sebuah tema yang unik dan jarang terjadi di genre horor. Bersama Tyo, saya kemudian mengembangkannya dengan memasukkan pikiran-pikiran liar yang saya serap dari pengalaman-pengalaman visual dan kekayaan legenda mistis lokal yang kita miliki. Visualisasi hutan alam mimpi, ruang yang berputar, dan makhluk misterius dengan gerakan yang mengerikan adalah gambaran hasil eksplorasi treatment saya untuk film Malam Pencabut Nyawa,” lanjutnya.

“Penyutradaraan apik Sidharta Tata yang didukung jajaran kru terbaik dan aktor-aktor yang memberikan penampilan terbaiknya menjadikan film ini satu lagi karya kebanggaan kami di BASE Entertainment. Dan dalam hitungan hari, Malam Pencabut Nyawa untuk pertama kalinya akan ditayangkan publik bagi penonton Indonesia. Semoga excitement yang kami rasakan saat membuatnya juga dirasakan oleh para penonton” ucap produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn.

Selain Indonesia, negara-negara yang akan menayangkannya di bioskop adalah Malaysia, Brunei, Singapore, Cambodia, Vietnam, Taiwan, Mongolia, CIS/Baltic (Rusia dan sekitarnya) dan Amerika Serikat dengan judul yang sama dengan Novel berbeda dengan judul yang tayang di Indonesia.

Malam Pencabut Nyawa

Sutradara yang akrab disapa Tata itu mengaku memilih judul “Malam Pencabut Nyawa” karena mempertimbangkan pasar perfilman di Indonesia yang masih menggandrungi genre film horor.

“Kita selalu melihat potensi pasar yang ada seperti apa dan ke sini kan memang horor masih menjadi primadona bagi para penonton Indonesia. Penggunaan Malam Pencabut Nyawa itu adalah sesuatu yang menurut kami bersama puitis tapi tetap menjaga supaya kita masih bisa mendapatkan pasar di Indonesia,” ujar Tata.

Produser film Aoura Lovenson Chandra menambahkan, pihaknya tidak memakai judul “Respati” karena nama tersebut dinilai belum familiar di telinga orang Indonesia. Sehingga judul yang lebih deskriptif menjadi pilihan agar tema film yang ingin dihadirkan lebih mudah diterima calon menonton.

Malam Pencabut Nyawa

“Lebih baik kita memberikan judul yang lebih deskriptif yang sedikit memberikan lebih informasi mengenai film dan ceritanya,” ujar Aoura.

Film ini menyuguhkan Sinematografi Yang Ciamik  setelah melihat betapa mulusnya transisi yang dihadirkan oleh Sidharta Tata sebagai sutradara.

Film ini banyak melakukan perpindahan antara dunia nyata dengan alam mimpi karena memang itu adalah poin utamanya. Namun Mas Tata telah berhasil untuk membuat itu terkesan menyatu dan tidak patah saat disaksikan.

Dalam jajaran aktor, sutradara Sidharta Tata mempercayakan Respati, karakter utama Malam Pencabut Nyawa, kepada aktor muda berbakat Devano Danendra dan ini sekaligus menjadi pengalaman pertamanya berperan dalam film bergenre horor.

“Bangga sekaligus tertantang ketika saya dipercaya untuk memerankan Respati. Tidak hanya karena karakternya yang kompleks tapi juga tuntutan fisik dari adegan-adegannya; di mana saya harus ditarik, salto, dan jungkir balik dalam pertarungan di ruangan yang berputar. Beruntung, saya didukung oleh tim yang hebat di bidangnya; dari Mas Sidharta Tata dan semua jajaran kru, juga rekan-rekan aktor yang luar biasa,” tutur Devano Danendra.

“Ini adalah sebuah kehormatan, karena bagi saya, tantangan ini adalah kesempatan berproses menjadi aktor yang lebih baik lagi. Oleh karenanya, saya memberikan totalitas kemampuan saya untuk film ini. Semoga karya yang kami persembahkan dengan cinta dan sepenuh hati ini menjadi suguhan yang segar dan seru bagi penonton Indonesia.”tambah Devano.

Selain Devano, Malam Pencabut Nyawa juga dibintangi sederet aktor muda berbakat lainnya, yaitu Keisya Levronka dan Mikha Hernan, juga komedian Fajar Nugra, serta aktor-aktor ternama seperti Ratu Felisha, Budi Ros, dan Kiki Narendra.

Film Malam Pencabut Nyawa bisa disaksikan mulai RABU 22 Mei 2024 di bioskop seluruh Indonesia. (EH)

 

Trending Topic

Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Iklan

Hot News

Game

PENTING UNTUK DIBACA