Iklan
Iklan

Pemuka Adat Dayak Panglima Pajaji Tolak Undangan Prabowo, Ada Pertanda Buruk

- Advertisement -
Pemuka adat Dayak Panglima Pajaji mengaku telah menolak undangan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mengungkap adanya ramalan buruk.

Melalui unggahan di Facebook @PanglimaPajajiSKW, Panglima Pajaji mengunggah video terkait hal ini. Ia mengaku mendengar kabar bahwa Prabowo mengundangnya untuk bertemu langsung. Namun, pimpinan perang satu dari 400 suku Dayak tersebut mengaku tak bisa hadir karena sesuatu.

“Kemarin dari teman saya mengatakan, jika menteri pertahanan, pak Prabowo mengundang saya, apakah saya hadir atau tidak, jika benar ini undangan dari pak Prabowo, jawabannya, ‘Terimakasih pak Prabowo atas undangan, namun saya tidak bisa hadir,” ujar Panglima Pajaji.

Menurut Panglima Pajaji, bukannya dia menolak karena tidak setuju, tetapi memang tidak bisa hadir, karena leluhur dan tanda alam yang menghendakinya. Ia kemudian menitip satu pesan buat Prabowo Subianto selaku menteri pertahanan.

Disebutkan jika dia sengaja memegang bendera merah putih dan menjadi viral, akan ada rongrongan kepada NKRI.

“Itu saya lihat di masa yang akan datang, jika tidak dari sekarang dibersihkan, maka itu akan menjadi duri dalam daging akan mengakibatkan perpecahan,” ujarnya.

Ramalan itu, menurut Panglima Pajaji, adalah petunjuk dari roh leluhur dan tanda-tanda alam.

“Itulah yang akan terjadi pada NKRI yang kita cintai ini, Indonesia terancam cerai-berai” ujarnya.

Dia pun mengaku mendapatkan tanda alam, jika akan datang para pendatang dengan membawa jala api dan rantai ke negara Indonesia. Mereka akan dengan dengan bala tentaranya, namun tidak terlihat.

“Tak lama lagi akan datang dengan bala tentaranya, mengepung seluruh penujuru dunia ini dan pendatang itu membawa rantai api dan jala-jala api, itu yang harus diwaspadai dari sekarang,” ujarnya.

Maka itu, khusus kepada Prabowo Subianto, Panglima Pajaji mengatakan, ada kode-kode alam seperti itu. Dan dia sebagai warga NKRI meminta Prabowo yang saat ini menjabat Menhan untuk berjuang dan mempertahankan NKRI dari serangan pendatang tersebut.

“Itu kode-koda alam pak Prabowo, saya beritahukan, sisanya masih rahasia,” ujarnya.

Sekali lagi Panglima Dayak ini meminta maaf kepada Prabowo, dan mengatakan jika benar ini undangan dari Menham, maka dia dengan segala hormat meminta maaf tidak bisa hadir.

“Terimakasih Pak, biar saya menyatu dengan alam saya, dan biarkan saya hidup dengan masyarakat saya dengan warga saya yang ada di tanah kalimantan termakasih atas undangan. Saya mohon maaf,” jelasnya.

Sementara itu, Panglima Pajaji sempat pula memberikan pesan lewat surat terbuka kepada Presiden Jokowi, memperingatkan soal rencana pembangunan IKN di Kalimantan Barat.

Menurut Panglima Pajaji, jika pembangunan IKN tidak memperhatikan hak-hak warga dan kelestarian hutan di Kalimantan, maka Jokowi akan berurusan dengan PBB.

Sebab, menurut Panglima Pajaji, hutan Kalimantan dilindungi PBB hingga tercantum dalam Undang-Undang. Sebab, hutan Kalimantan merupakan paru-paru dunia sehingga ratusan negara akan menghakimi Jokowi.

Seperti diketahui, Panglima Pajaji dengan pasukannya Pantak Padagi Bornoi menyatakan keluar dari TBBR dan bediri sendiri. Hal ini ia lakukan setelah Pengalima Jilah dengan tegas menyatakan IKN sudah final.

Sementara Panglima Pajaji menolak IKN di Kalimantan karena akan merusak kelestarian alam dan budaya masyarakat Dayak.

Panglima Pajaji menjadi sorotan setelah viral menolak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan. Ia pun berseteru dengan Panglima Jilah, yang justru mendukung program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Trending Topic

Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Iklan

Hot News

Game

PENTING UNTUK DIBACA