Beranda POLITIK PARLEMEN Penawaran Haji Furoda, Harus Dicermati

Penawaran Haji Furoda, Harus Dicermati

Penawaran
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Penawaran Haji Furoda harus dicermati, sebagaimana yang disampaikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, baru-baru ini.

Dia memberikan perhatian khusus terhadap penawaran untuk menunaikan Haji Furoda yang marak di media sosial.

LaNyalla mengimbau agar masyarakat mencermati penawaran setiap Haji Furoda agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

BACA JUGA  Heboh! Pernyataan Risma Tentang Papua, Netizen: Ibu Pikir disini Tempat Sampah kah... ???

“Penawaran Haji Furoda sangat masif ditawarkan di media sosial. Agar tidak ada masalah di kemudian hari, masyarakat harus cermat, harus mengecek dan memeriksa terlebih dahulu penawaran yang ada,” tutur LaNyalla yang sedang kunjungan kerja ke Arab Saudi, Minggu (15/5/2022) di Jakarta.

Senator asal Jawa Timur itu juga mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memilih travel atau biro penyelenggara haji khusus untuk Haji Furoda.

Sebab, PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), atau perusahaan travel haji khusus yang memberangkatkan haji, mempunyai kewajiban melapor kepada Menteri Agama.

BACA JUGA  Kenapa Bendera Merah Putih Tidak Boleh Dikibarkan di Piala Thomas?

“Masyarakat sebaiknya mendaftar di PIHK resmi. Artinya masyarakat harus berhati hati apabila ingin menggunakan jasa dan membeli produk Haji Furoda ini. Jangan sampai mendaftar ke penyelenggara haji yang tidak berizin,” tutur dia.

LaNyalla pun berharap pemerintah bisa memperjelas proses mendapatkan visa untuk urusan ini. Karena Haji Furoda merupakan undangan khusus Kerajaan Arab Saudi.

“Pemerintah harus menyikapi banyaknya tawaran Haji Furoda melalui berbagai kanal media sosial. Proses mendapatkan visa dan lain-lain harus diperjelas agar tidak bermasalah saat nanti berangkat haji,” kata LaNyalla.

BACA JUGA  Jusuf Kalla akan Bahas Volume Azan agar Tak Saling Mengganggu

LaNyalla memaklumi munculnya fenomena tersebut. Karena, minat masyarakat muslim menunaikan ibadah haji cukup tinggi. Sedangkan antrean haji cukup panjang.

“Wajar ada fenomena Haji Furoda. Namun kalau ditawarkan secara massif kepada publik patut dipertanyakan juga. Dikhawatirkan akan melahirkan dugaan terjadinya bisnis gelap ibadah haji yang dilakukan oknum,” tukas dia.

Haji Furoda adalah pelaksanaan haji dengan visa yang diperoleh melalui undangan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia di luar kuota visa Haji yang sudah dijatahkan kepada Kemenag RI.

BACA JUGA  Aturan Baru, Anak Keturunan PKI Boleh Jadi Anggota TNI

Keberangkatan haji menggunakan visa Mujamalah atau yang lebih dikenal dengan visa Furoda itu legal. Regulasinya tertuang di UU No 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Pada Pasal 17; Visa haji di luar kuota haji Indonesia dilarang digunakan oleh jemaah haji.

Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi warga negara Indonesia yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan Ibadah Haji.

Pada Pasal 18 disebutkan Warga negara Indonesia yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib berangkat melalui PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) atau perusahaan travel haji khusus.

Sumber:  BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI LANYALLA
www.lanyallacenter.id

BACA JUGA  Reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Di Sidrap

Iklan
Artikulli paraprakPakai Sabu, Warga Lampung Barat Ditangkap
Artikulli tjetërHari Kebangkitan Nasional 2022 Bakal Digelar di Solo