Home Indeks Top Ribuan Keluarga Terpaksa Gigit Jari, Data Bansos COVID-19 DKI Jakarta Sembrawut

Ribuan Keluarga Terpaksa Gigit Jari, Data Bansos COVID-19 DKI Jakarta Sembrawut

Ribuan Keluarga
Ribuan keluarga di DKI Jakarta terpaksa gigit jari, setelah ditemukannya 21 juta data ganda penerima Bansos. Kini 99 ribu keluarga belum menerima bansos akibat sembrawutnya pendataan yang dilakukan.

Padahal, bansos tersebut seharusnya diberikan kepada ribuan keluarga tersebut selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlangsung.

“Sebelum Hari Raya Iduladha kemarin, kami melakukan top up untuk 907 ribu dari satu juta, kenapa? karena masih ada data double 99.450 KPM,” ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Premi Lesar melalui sebuah diskusi virtual.

“Itu merupakan data dobel dari Kemensos, sehingga kami tidak bisa memberikan uang tersebut sebelum ada validasi data,” imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berkirim surat ke Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait keberadaan data ganda tersebut yang mengakibaatkan ribuan keluarga tidak mendapatkan bantuan. Dia meminta kepastian data by name by address.

“Siapa saja yang menerima BST [bantuan sosial tunai] Kemensos, sehingga kami lakukan pemadanan data dan uang yang memang masih kami tunda kepada para pemilik rekening bisa segera dicairkan,” ujar Premi.

Melalui surat tersebut, Anies menyampaikan kepada Risma untuk menangguhkan pengiriman bansos kepada ribuan keluarga penerima. Pasalnya, selain dari DKI, mereka juga tercatat sebagai penerima bansos yang dikirim Kementerian Sosial di bawah Risma.

Namun, alih-alih memvalidasi data, Risma justru menyindir balik Anies terkait perbaikan data bansos yang mangkrak baru 40 persen dan penyalurannya lewat Bank DKI gagal tak sesuai rencana semula. Menurut Risma, sejumlah bank konon menolak rencana Anies untuk menyalurkan bansos lewat ATM.

“Akhirnya kemudian kita tetap jalankan oleh PT Pos. Dan sekarang sudah 95 persen, untuk tersalurkannya BST,” ujarnya.

Kemudian, Risma juga menyoroti perbaikan data bansos DKI yang baru sekitar 40 persen. Ia mengaku bahkan sempat mengirim staf untuk membantu perbaikan data tersebut. Hingga Rabu (4/8), penyaluran terhadap 99.450 PKM itu masih belum disalurkan.

Belum selesai masalah data ganda yang mengikaabtkan ribuan keluarga tidak mendapatkan bansos COVID-19, Risma juga dicecar soal data anak Yatim Piatu akibat Covid-19. Berdasarkan laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 meningkat di Yogyakarta dan Jawa Timur.

Kepala DP3AP2 Yogyakarta Erlina Hidayati Sumardi mengatakan ada sekitar 150 anak yang ditinggal orang tua akibat Covid-19. Sementara itu, di Jatim diperkirakan ada 5 ribu anak.

Kemensos mengaku belum memiliki data tersebut. Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, Kanya Eka Santi mengatakan pihaknya masih menelusuri data tersebut di lapangan.

Meski begitu, Kemensos mengklaim tetap memberikan bantuan kepada anak yang ditinggal orang tua akibat Covid-19 meski masih dalam tahap pendataan.

“Dalam proses pendataan ini anak-anak pasti akan diberikan bantuan dan dukungan,” kata Kanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (6/8).

Exit mobile version