Beranda NASIONAL Bandara Taufiq Kiemas di Lampung Diresmikan Puan Maharani

Bandara Taufiq Kiemas di Lampung Diresmikan Puan Maharani

Bandara Taufiq Kiemas
Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas diresmikan di Pesisir Barat-Lampung. Bandara ini awalnya bernama Bandara Pekon Serai.

Perubahan nama Bandar Udara Pekon Serai menjadi Bandara Muhammad Taufiq Kiemas berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP. 811 Tahun 2016. Hal ini disaampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto.

Muhammad Taufiq Kiemas merupakan nama mendiang suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan ayah kandung dari Puan Maharani.

Bandar Udara ini dibangun dengan harapan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi baru di koridor Barat atau kawasan pantai Barat Pulau Sumatera.

“Bandara ini akan menjadi pintu masuk bagi wisatawan ke kawasan pantai Tanjung Setia, yang selama ini menjadi tujuan para peselancar dan wisatawan asing,” ujar Novie dikutip dari Antara, Senin (12/4/2021).

“Selain dari alasan utama pemerintah membangun bandara yaitu sebagai bandara mitigasi bencana alam,” jelas Novie.

Novie juga mengatakan, saat ini Bandar Udara ini telah melayani penerbangan rute Bandar Lampung – Pesisir Barat dengan frekuensi 3 kali sepekan, dilayani oleh maskapai Wings Air, namun terhenti ketika masa pandemi Covid-19.

Dalam waktu dekat Bandara tersebut akan dilayani oleh penerbangan perintis dengan rute Muhammad Taufiq Kiemas (Krui) – Bengkulu pp. dan Krui – Radin Inten II Lampung masing-masing 2 kali dalam sepekan.

“Kehadiran bandara ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Pesisir Barat, yang tadinya dari Lampung menuju Krui melalui jalur darat membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam dan dari Bengkulu butuh waktu 7 jam, dan melalui penerbangan hanya butuh waktu 40 menit,” ujarnya.

Bandar Udara ini memliki luas area bandara 75,624 hektar memiliki fasilitas sisi udara dengan runway berukuran 1.300 m x 30 m. Sehingga dapat melayani pesawat tipe maksimal ATR 72 – 500/600. Selain itu, taxiway 97 m x 18 m dan apron 90 m x 80 m yang mampu menampung 2 pesawat tipe ATR 72 – 500/600 untuk parkir.

BACA JUGA  KKB Tantang TNI dan Polri Untuk Perang Secara Terbuka

Sementara di sisi darat, terdapat terminal penumpang seluas 1.116 m² yang mampu menampung 279 penumpang per hari atau sekitar 50.000 penumpang per tahun.

Untuk meningkatkan operasional pelayanan penerbangan maka nantinya akan dilakukan perluasan terminal dan fasilitas lainnya seperti pengembangan area parkir kendaraan dan perpanjangan runway menjadi 1.400 m x 30 m sehingga pesawat berbadan lebar dapat dilayani di bandara ini.

“Kami berterima kasih kepada Pemprov, Pemda, Kementerian/Lembaga, Komisi VI DPR dan seluruh masyarakat Lampung atas sinergi, dukungan dan kontribusi dalam pembangunan hingga Bandara Muhammad Taufiq Kiemas ini beroperasi dengan lancar,” ujarnya.

Pembangunan bandara ini dimulai pada tahun 2004 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat, dengan pembebasan lahan dan dilanjutkan dengan kegiatan study kelayakan dan masterplan.

Akhirnya pada September 2011 dilakukan uji coba penerbangan perdana oleh pesawat Susi Air dan pada Juli 2013 dilakukan penerbangan perdana perintis.

Peresmian perubahan nama bandara dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani, didampingi oleh Anggota IV BPK RI Isma Yatun.

Lalu Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto, mewakili Menteri Perhubungan, PJ. Bupati Pesisir Barat Bambang Sumbogo, Ketua Komisi IV DPR RI-Sudin dan Ketua Komisi V DPR RI-Lasarus.

Facebook Comments