Home INOVASI Tongdun Indonesia Gunakan FINScore Jadi Tolak Ukur Credit Risk Assessment

Tongdun Indonesia Gunakan FINScore Jadi Tolak Ukur Credit Risk Assessment

Tongdun
Tongdun Indonesia Gunakan FINScore Dalam Lakukan Credit Risk Assessment/ Foto : Istimewa
Terlepas dari pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020, Tongdun Indonesia berkembang dengan cepat dan di percaya oleh cukup banyak nama besar, baik itu P2P Lending, Banking, Multi Finance, maupun E-Commerce.

Secara tidak langsung, pandemi yang terjadi mempercepat perkembangan dan kebutuhan Digitalisasi, terlihat dari beberapa Bank Digital yang muncul, di tambah dengan perubahan perilaku konsumen dan bisnis sehingga efeknya mempengaruhi perkembangan Tongdun Indonesia.

Menurut Presiden Direktor PT. Tongdun Technology Indonesia dan Co-Founder Tongdun group, Jackal Ma inovatif Credit Score dari Tongdun yang diberi nama FINScore (Financial Inclusion Score) kini menjadi tolak ukur yang di gunakan oleh partner Tongdun Technology Indonesia dalam melakukan credit risk assessment untuk mengetahui kemampuan dari setiap pelaku usaha maupun debitur.

Foto : istimewa

“Tongdun memberikan nilai FINScore dengan jarak antara 300-900, yang dimana semakin tinggi skor tersebut semakin baik, dan mencerminkan resiko yang semakin kecil,” ujarnya dalam acara virtual Media Clinic “Pemanfaatan Rekam Digital untuk Mendukung Inklusi Keuangan”, Kamis (09/12/21).

Tongdun juga melakukan terobosan dalam usaha nya memberikan layanan inklusi keuangan di Indonesia melalui Kerjasama antara Tongdun Indonesia & Reliance Insurance, dimana kedua belah pihak sepakat untuk memberikan 2 jasa sekaligus, yaitu skor kredit dan juga asuransi kredit untuk dapat menjaga rasio gagal bayar tetap rendah di masa pandemi demi mendukung UMKM dan Masyarakat Indonesia selama masa pandemi.

Tongdun / Foto : Istimewa

“Dengan dukungan dari berbagai pihak dan stakeholders seperti AFTECH, Pemerintah, Pelaku Usaha, Pelaku Industri, dan juga Konsumen itu sendiri, kami percaya Tongdun dapat membantu lebih banyak industri keuangan yang ada untuk dapat melayani lebih banyak Masyarakat Indonesia secara luas, terutama Unbanked & Underbanked Population agar mereka bisa mendapatkan akses juga layanan keuangan yang lebih luas untuk kemajuan Ekonomi di Indonesia,” kata Jackal Ma.

“Dan kami Mewakili Tongdun Technology International sangat senang dan terhormat untuk dapat menjadi bagian dari ANNUAL FINTECH SUMMIT 2021 sebagai peserta & platinum sponsor, yang di selenggarakan oleh AFTECH dan didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia,” tutup Jackal Ma.

Presiden Direktor PT. Tongdun Technology Indonesia dan Co-Founder Tongdun group, Jackal Ma/ Foto : Istimewa

Tongdun berdiri pada tahun 2013, dan pada akhir 2018 mulai mendirikan PT. Tongdun Technology Indonesia. Kami melihat Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pertumbuhan Inklusi Finansial dalam beberapa tahun kedepan, terutama melihat pesatnya pertumbuhan Digitalisasi industri keuangan.

Perusahaan ini tergabung dalam AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia), AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia), AFSI (Fintech Syariah Indonesia). (EH).

 

Exit mobile version