Beranda EKONOMI Transaksi PayLater Diperkirakan Capai Rp 41 T di Akhir 2022

Transaksi PayLater Diperkirakan Capai Rp 41 T di Akhir 2022

paylater
Foto: Aturpundi
Transaksi beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) atau dikenal paylater, diproyeksi akan terus meningkat di Tanah Air.

Berdasarkan laporan Business Wire, transaksi BNPL atau paylater di Indonesia diprediksi bakal mengalami peningkatan signifikan hingga 94,7 persen, dengan total transaksi mencapai USD 2,7 miliar atau sekitar Rp 41 triliun (kurs Rp 15.266 per dolar AS) pada akhir tahun ini.

“Perkembangan yang cukup besar ini yang menjadikan sistem BNPL menjadi salah satu metode pembayaran paling populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama selama masa pandemi,” ujar General Manager Atome Winardi Wijaya dalam keterangannya, dikutip dari kumparan Kamis (29/9).

Dia melanjutkan, layanan paylater juga didorong oleh tingginya transaksi masyarakat di e-commerce. Adapun transaksi e-commerce pada kuartal I 2022 mencapai Rp 108,54 triliun atau meningkat 23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019, indeks inklusi keuangan di Indonesia cukup besar sekitar 76,19 persen. Meski demikian, indeks kemajuan literasi keuangan di Indonesia saat ini masih berkisar 38,03 persen.

“Atome sebagai salah satu pemain BNPL di Indonesia terus berkomitmen untuk mengedepankan literasi keuangan sebagai salah satu langkah untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat menikmati kemudahan layanan BNPL dan juga keuntungannya,” jelasnya.

Menurut Winardi, Atome sejak 2019 hingga saat ini telah memiliki lebih dari 5 juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengguna Atome dapat bertransaksi di lebih dari 600 merchant dan lebih dari 7.700 toko atau outlet, baik secara offline ataupun online.

“Kami lihat masih banyak masyarakat yang memiliki perspektif terkait sistem BNPL disamakan dengan sistem cicilan kredit. Padahal sistem BNPL sendiri menjadi salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil memaksimalkan manajemen keuangan yang mereka miliki,” tuturnya.

BACA JUGA  Gas Elpiji 3 Kg Segera Menghilang dari Peredaran untuk Mengurangi Beban Negara

Dia menjelaskan, layanan BNPL atau paylater cukup berbeda dari cicilan kredit yang dapat dilihat dari suku bunga, kriteria kelayakan, diskon, serta kemudahan aksesnya. Atome sendiri memberikan kemudahan sistem pembayaran cicilan hingga 12 bulan dengan suku bunga nol persen alias tanpa bunga untuk pilihan cicilan 30 hari dan tiga bulan.

“Jika melihat data penetrasi kartu kredit yang masih terbilang rendah di Indonesia, layanan BNPL seperti Atome memiliki peluang yang besar dengan segala fleksibilitas dan kemudahan yang dihadirkan. Perbedaan ini juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan dan besarnya akses transaksi pada sistem BNPL yang telah dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka,” tambahnya.

Facebook Comments

Artikulli paraprakSalah Seorang Aktor yang Tampil di ‘Narco-Saints’ Terseret Kasus Pelecehan Seksual
Artikulli tjetërAceh Gelar Festival Saman 2022, Mengenal Seni Budaya