Beranda HUKUM Artis Nirina Zubir Minta Asetnya yang Diambil Alih Mafia Tanah di Padang...

Artis Nirina Zubir Minta Asetnya yang Diambil Alih Mafia Tanah di Padang Disita

Nirina Zubir
Nirina Zubir artis yang kini menjadi korban mafia tanah terlihat makin gusar. Ternyata beberapa asset yang dimiliki keluarganya telah dikuasai mafia tanah yang melibatkan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Memang bukan hanya Nirina Zubir yang telah menjadi korban para mafia tanah ini, banyak nama-nama pesohor lainnya juga telah menjadi korban.

Cara pegawai BPN jadi mafia tanah pun sebenarnya terkait dengan berbagai modus antara lain dengan membuat dokumen PM 1 seperti Akta Jual Beli (AJB) dan akta peralihan yang dipakai untuk mengajukan gugatan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Berangkat dari sindikat mafia tanah yang merugikan keluarganya tersebut, Nirina Zubir meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas para pelaku.

Nirina Zubir meminta pelaku segera dimiskinkan. Pasalnya saat ini bisnis pelaku berupa jual beli makanan beku atau frozen food dan aset berupa rumah di Padang, Sumatera Barat saat ini belum disita.

Kejahatan mafia tanah sebenarnya tidak akan bisa dilakukan tanpa bantuan oknum orang dalam seperti pegawai kecamatan dan petugas BPN.

Cara pegawai BPN jadi mafia tanah juga dilakukan dengan membuat girik palsu, akta palsu, akta peralihan, dan diajukan penerbitan sertifikat. Dalam pembuatan dokumen tersebut, petugas BPN membuat gambar ukur dan peta bidang palsu, dengan demikian terjadi penguasaan lahan secara tidak sah.

Saat ini, para pegawai BPN juga memanfaatkan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dengan seolah-olah menyerahkan sertifikat tanah asli kepada pemilik tanah.

Namun, sertifikat itu sebenarnya palsu sementara sertifikat asli berada di tangan mafia tanah. Dengan demikian, apabila dilakukan pengecekan, sertifikat asli tetap ada namun bukan di tangan pemohon.

Modus terakhir menjadi mafia tanah adalah dengan mengubah data lahan milik korban secara ilegal. Dengan menggunakan akses ilegal, para pegawai BPN ini mampu melakukan input data sekaligus validasi perubahan lahan mikik pelaku namun seolah-olah dilakukan oleh pemilik sendiri.

BACA JUGA  Andi Mallarangeng Dipolisikan Kubu Moeldoko

Namun, dari semua cara di atas, kebanyakan mafia tanah masih menggunakan cara klasik yakni dengan menggunakan figur pengganti seolah-olah figur tersebut adalah bagian dari anggota keluarga pemilik.

Peralihan hak kemudian dilakukan dengan meneken surat palsu untuk menerbitkan akta peralihan. Selain petugas kecamatan dan oknum BPN, sindikat ini juga membutuhkan bantuan notaris.

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakKuasa Hukum Ungkap Bukti Video Brigadir J Disiksa dan Dianiaya
Artikulli tjetërInilah Sosok Inez Gonzales, Wanita yang Mengaku Telah Dihamili Suami Zaskia Gotik