Beranda ENTERTAINMENT Rayhan Noor Merilis “Ragu? (Reprise) (2022)” Proses Pencarian Jati Diri

Rayhan Noor Merilis “Ragu? (Reprise) (2022)” Proses Pencarian Jati Diri

Rayhan Noor
Processed with VSCO with l5 preset
Rayhan Noor melepas single kelimanya, “Ragu?”, melengkapi daftar panjang proyek solonya. Mengingat bagaimana “Ragu?” dicipta, bermula dari keinginan Rayhan Noor untuk berkenalan dengan dirinya kembali untuk kesekian kalinya.

“Ragu? (Reprise) (2022)” milik Rayhan Noor mengusung mimpi yang sama. Ini adalah bentuk pembaruan dari karyanya tersebut yang dianggap punya warna yang berbeda dengan “Ragu?” yang telah lebih dulu rilis.

“Dari awal lagu ini dibikin sampai sekarang, ada banyak waktu kosong, gue jadi punya chance untuk discover diri dan musik gue lagi, digging ke influence di awal karir bermusik jadinya!”kata Rayhan Noor

Rayhan Noor

Proses persiapan materi yang sejatinya sudah ditanak sedari akhir 2020 membuat Rayhan Noor membuka lagi lembaran lamanya. Tersebut nama Nils Frahm nama yang juga diakuinya berhasil mempengaruhi Glaskaca, band yang diperkuatnya berbarengan dengan Wisnu Ikhsantama, rekannya di Lomba Sihir, dan Dias/Tradeto, di awal perjalanan band mereka.

Niatnya yang hanya ingin mencoba mengambil serpihan dari masa lalunya, diakui sebagai hal yang menyenangkan sebab ternyata timbul nostalgia dan kegembiraan saat melakukannya. “A trip down memory lane, betul banget!”, seru Rayhan Noor. Ditambahkan olehnya, timbul kebetulan yang terlampau menarik untuk tidak diperhatikan. “Ragu? (Reprise) (2022)” sebagai tembang kilas balik pada kegamangannya di sekian tahun lalu, justru membuatnya benar-benar melukiskan warna musik yang sama seperti halnya yang ia senandungkan sekian tahun lalu tersebut.

Alasannya membuat versi reprise di awal tahun 2022 ini hanyalah sesederhana keinginan pribadinya. Ada dimensi lain yang Rayhan Noor rasa bisa eksplorasi dalam lagu ini. Mengingat liriknya yang lumayan mampu diolah menjadi materi yang seperti ini. Tak terkecuali Rayhan, setiap orang diyakininya memiliki perubahan selera dan referensi, hal itu yang menjadi pemicu terciptanya versi ini. Alternatif lain dari single kelimanya yang ia rilis pasca melepas  “House of Cards”, “I’ll Be Around”, “Sweet Cherry Sunrise”,“Easy”, serta EP dengan Agatha Pricilla bertitel “Colors”.

BACA JUGA  Wajah Agnez Mo Ada di Majalah Composure, Ini Kata Warganet.

Rayhan Noor

Pria yang mengenal musik dari sang bapak ini mengaku dirinya adalah sosok yang pemikir. Apabila dalam kesendirian dan jauh dari hiruk-pikuk, dirinya adalah sosok yang cukup sendu dan melankolis. Sampai hari ini, kesibukannya sebagai produser juga membuatnya mengaku masih belajar banyak untuk terbuka dan mengatakan hal yang apa adanya, ujar Rayhan Noor sembari mengingat kesempatannya bekerja dengan Armand Maulana, Nadhif Basalamah, hingga Hindia. Lewat single ini, ia mengaku mengalahkan stereotipe yang telah dibangun untuk personanya sendiri. Genre jadi satu hal yang tidak bisa prediksi dari karya-karya dan proyek Rayhan Noor.

Lewat rilisannya kali ini pula, Rayhan Noor secara tersirat menyampaikan bahwa dirinya akan merilis karya yang memang diinginkannya secara personal terlebih dahulu. Telah dicoba olehnya untuk membuat patokan untuk membuat lagu dengan bahasa pengantar tertentu dan matriks wajib lainnya, namun ternyata hal tersebut malah menghalanginya. “Ragu? (Reprise) (2022)” membuatnya belajar dan merelakan untuk membuat karya sesuai kata hatinya.

Rayhan Noor
Processed with VSCO with l5 preset

Perpaduan gitar elektrik dengan mikrofon jadul jadi kejutan sendiri bagi Rayhan. Menimbulkan kejutan, sebab bunyi yang dihasilkan tidak terdengar seperti lahir dari gitar akustik, pun gitar elektrik. Sangat menarik. Proses composing, producing dan mixing dilakukan oleh Rayhan lalu proses Mastering diserahkan pada Wisnu Ikhsantama Wicaksana, “Ragu? (Reprise) (2022” akan hadir di tanggal 30 Maret tahun 2022.

 

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakYellow Claw & Weird Genius Rilis ‘Lonely’ Feat Novia Bachmid
Artikulli tjetërMeme Foto Gus Yaqut Merangkul Satu Pasang LGBT Disebut GP Ansor adalah Editan