Beranda POLITIK Risma Disebut Menteri Spesialis Drama Tapi Tak Punya Inovasi

Risma Disebut Menteri Spesialis Drama Tapi Tak Punya Inovasi

Risma
Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini dinilaai sebagai sosok pejabat yang banyak bikin drama tapi tidak punya inovasi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto, terkait pernyataan Risma yang menyalahkan Pemerintah Daerah yang tidak mengusulkan warganya sehingga banyak warga terdampak pandemi Covid-19 tidak mendapat bantuan sosial (bansos).

“Biasa lah, Mensos Jokowi ini spesialis hanya banyak bikin drama, tapi tidak punya inovasi,” kata Satyo, Selasa (27/7/2021).

Satyo mengatakan, Kementerian sosial (Kemensos), adalah eksekutor pemerintah dalam penyaluran bansos. Seharusnya menjadi leading sector dalam upaya membenahi data bansos dan perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Hal yang paling mudah dilakukan misalnya MoU dengan BPS, Pemda, dan Kominfo untuk penyediaan data dan platform aplikasi agar dinamika data terjadi digital, realtime, dan memaksimalkan setiap elemen jejaring pemerintahan hingga ke daerah terpencil. Bukan malah menuding pihak-pihak yang tidak update dalam collecting data,” ungkapnya.

Digitalisasi sistem bansos pemerintah sudah semestinya dilaksanakan agar menghindari kesalahan klasik. Yaitu korupsi dan distorsi data yang semrawut.

“Sebenarnya, infrastrukturnya sudah ada, hanya menterinya punya inisiatif tidak? Infrastruktur platform digital untuk program bansos sepertinya sudah siap, tergantung menterinya punya political will dan kepikiran enggak sama dia?” jelas Satyo.

Disebutkan juga, Mensos Tri Rismaharini kembali marah-marah saat melakukan inspeksi di lapangan. Tepatnya saat mengecek penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sembako di Kelurahan Sendangharjo, Kabupaten Tuban, Sabtu lalu (24/7).

Risma marah karena ada warga yang termasuk keluarga penerima manfaat (KPM) mengaku baru menerima dua kali bantuan dari seharusnya tiga bantuan. Risma pun mempertanyakan kerja pihak pemerintah daerah yang seperti menahan-nahan bantuan kepada warganya.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSolvay Luncurkan Solusi “shortstop inhibitor” Menjaga Keamanan Penyimpanan Monomer Akrilik
Artikel berikutnyaBRI Salurkan KUR Pertanian Rp26,5 Triliun dalam 6 Bulan